Bisnis Sevel (Seven Eleven)


Pola pikir melakukan bisnis cerdas yang bisa dicontoh adalah bisnis Sevel (Seven Eleven). Dalam hal ini yang dimaksud dicontoh bukan dicontoh model bisnisnya tetapi bagaimana dia berpikir untuk mencari celah di antara sempitnya kesempatan membuka bisnis baru yang laris manis. Saat ini bisnis ini memang sedang terus diamati oleh pemerintah Indonesia, jangan sampai berubah menjadi mini market seperti Alfa Mart, Midi Mart, Indo Mart atau semacam itu.

Bisnis mini market adalah bisnis yang harus dimiliki oleh penduduk lokal, sedangkan bisnis sevel (seven eleven) adalah bisnis yang dikuasai oleh Seven & I Holdings Co Jepang, Di Indonesia, 7-Eleven (Sevel) dikelola oleh PT Modern Putraindonesia, anak perusahaan PT. Modern Internasional, yang merupakan distributor Fujifilm di Indonesia.

Restaurant 7-eleven 24 jam

Restaurant 7-eleven 24 jam

Mari kita lihat model bisnis Starbucks. Harga kopi yang begitu mahal ternyata laris manis. Mereka yang nongkrong di Starbucks, sebenarnya bukan ingin membeli kopinya, tetapi ingin mencari tempat nongkrong yang santai dan berkelas. Pembicaraan bisnis atau pembicaraan yang santai sangat nyaman dilakukan di starbukcs. Mereka tidak peduli berapa harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kenikmatan itu. Yang penting bisa nongkrong di tempat yang bergengsi.

Banyak orang yang ingin nongkrong layaknya mereka yang suka nongkrong di starbucks tetapi terkendala pada harga yang bagi mereka cukup mencekik. Akhirnya mereka hanya bis amenyaksikan tongkrongan orang-orang yang bergengsi ketika lewat cafe starbukcs.

Sementara itu kalau kita ke mini market, hampir semua barang yang ada adalah barang yang harganya cukup terjangkau. Pilih yang kita beli, bungkus, bayar dan bawa pulang. Inilah yang membuat pemerintah Kota Bantul membatasi jumlah mini market yang ada agar tidak membunuh kedai-kedai kecil di kampung. Bayangkan dengan harga yang hampir sama, bahkan pada beberapa item barang lebih murah daripada harga kedai termurah, mereka bisa membelinya di mini market yang berAC. Kadang dengan pelayanan yang lebih ramah, lebih ganteng atau lebih ayu.

Mini market terus menjamur, meskipun keuntungannya sangat mepet. Pebisnis yang mau aman, biasanya memilih mencari tempat dan menyerahkan pengelolaan tempat itu pada pemilik waralaba mini market semacam Alfa Mart ataupun Indo Mart.

Dua model bisnis inilah yang akhirnya disinergikan oleh Sevel. Mereka mengambil keinginan nongkrong dari para penikmat kopi malam dan harga yang terjangkau di mini market. Sekarang para penikmat nongkrong malam bisa dengan santai membeli secangkir kopi, buka laptop atau ponsel pintar dan berjam-jam menikmati suasana itu dengan biaya yang terjangkau. Mirip warung kopi di Aceh yang pengunjungnya bisa nonton Liga Champion hanya berbekal secangkir kopi dan beberapa panganan kecil.

Saat ini Bisnis Sevel (Seven Eleven) sudah menjamur di Jakarta dan tidak lama lagi akan mulai juga menjamur di kota-kota besar lainnya. Akankah kita memprotesnya?

Bisnis Sevel (Seven Eleven) tercatat sebagai bisnis restoran seperti Mc Donald’s atau KFC, padahal kalau dilihat sepintas bisnis ini tidak beda dengan bisnis mini market ala Alfa Mart ataupun IndoMart. Jadi inilah bisnis yang tidak jelas bentuknya tetapi jelas keuntungannya. Disebut restoran oke, tetapi disebut mini market juga oke, hanya saja mereka tidak mendaftarkan bisnis ini sebagai bisnis mini market.

Mari kita contoh pola pikir mereka mencari celah bisnis baru dan bukan mencontoh cara mereka menyebut model bisnisnya.

Sehabis subuh bisa mampir di 7-eleven

Sehabis subuh bisa mampir di 7-eleven

+++

Tentang bisnis Sevel (Seven Eleven) kita bisa baca di wikipedia sebagai berikut :

7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara;[2] antara pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang.

Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk wilayah Dallas), nama “7-Eleven” mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama “7-Eleven” (7-Sebelas).

Tahun 1991, Southland Corporation yang merupakan pemilik 7-Eleven, sebagian besar sahamnya dijual kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang, Ito-Yokado. Southland Corporation lalu diubah namanya menjadi 7-Eleven, Inc pada tahun 1999. Tahun 2005, seluruh saham 7-Eleven, Inc diambil alih Seven & I Holdings Co. sehingga perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh pihak Jepang.

Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minuman es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.

 

*) catatan : Sumber di Wikipedia belum tentu seratus persen benar, jadikan sebagai salah satu alternatif masukan saja. Mengapa? Karena semua bisa menulis di Wikipedia sesuai selera masing-masing. Lihat saja cara menulis di Wikipedia.

4 komentar

  • Semoga ada bisnis Indonesia yang menguasai dunia
    Amin

    Suka

  • saya baru tahu tentang bisnis seven eleven ini, kapan ya bisnis2 asal Indonesia bisa mendunia seperti ini

    Suka

    • Nih saya punya bisnis asli Indonesia yang akan mendunia…..Klik akun saya…

      Suka

    • Sending congratulations from HK Although thgnis didn’t worked out as I hoped they would, I am re-routing and continue to seek my passion and hopefully one day it will lead me back to Taiwan next year.I can’t agree with you more on the note that people don’t need charity, people just need chance. Sometimes a chance is all a person needs for them to take flight in starting something great.Wishing you all the best and hope I will be able to have the opportunity in engaging another inspiring conversation with you.Have a wonderful Merry Christmas and Happy New Year!Warmest Regards,Serena

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s