Nikmat Sakit

Anak itu adalah masa depan kita

“Bagaimana seorang yang meringis, mengaduh dan semua makanan terasa pahit dibilang sedang menerima nikmat sakit? Kenapa bukan musibah sakit ?”, tanya Yanto pada Udin.

“Ayo jawab Din”, Khalid ikut menimpali

“Kenapa aku yang njawab? Bukannya mas Khalid bisa menjawabnya?”, jawab Udin tersenyum.

“Gantian donk njawabnya. Ilmunya kan sama-sama dari Pak Dhe”

Pertanyaan itu memang pernah disampaikan ke pak Dhe dan jawaban pak Dhe didengarkan dengan baik oleh Udin, Khalid dan beberapa orang yang kebetulan nongkrong di Pos Ronda saat pak Dhe dapat giliran ronda di kampung.

“Paling tidak sakit itu menunjukkan pada kita perlunya punya rasa empati terhadap mereka yang sedang menderita sakit. Tanpa  merasakan sakit, maka paling banter kita hanya bisa bersimpati saja. Akan sulit berempati kalau kita sendiri tidak pernah merasakan bagaimana rasanay sakit”

“…”

“Kitapun jadi tahu bahwa kita ini hanya manusia biasa yang kalau tidak dirawat dengan baik, bisa jadi sakit. Kalaupun kita sudah merawat dengan baik, tapi lingkungan kita tidak terawat dengan baik hasilnya bisa sama saja. Kita jadi sakit karena kita, karena lingkungan atau karena apa perlu kita pikirkan agar mendapat hikmah dari sakit itu”

“Mas Din, kalau kita sudah menjaga diri kita sendiri dan sudah merawat lingkungan, tapi sakit karena diracun, terus apa pencegahannya?”

“Wah ini sakit karena diracun ya?”

“Ya..”

“Pertama-tama kita harus tetap berbaik sangka dan cermat mencari penyebab mengapa kita diracun. Biasanya polisi sangat ahli pada bidang tugas ini, jadi kita serahkan soal ini pada mereka, pada ahlinya dan jangan kita berburuk sangka tanpa dasar yang jelas. Ke dua, mulai sekarang kita makin selektif memilih teman. Bergaulah dengan orang-orang yang lebih alim dari kita, minimal menjauhkan diri dari kelompok yang tidak diridloi Allah swt”

“Itu menjamin kita tidak diracun lagi mas Din?”

“Wah ini kok malah jadi cerita detektif ya? Kita kan mau bercerita nikmatnya sakit kan mas Yanto?”

“Lha itu tadi mas Din. Dimana nikmatnya sakit karena diracun. kalau saya sudah langsung sikat saja yang memberi racun!”

“Hahahaha…. Soal tindakan terhadap pemberi racun biarlah hukum yang menanganinya saja mas Yanto. Kita bahas masalah nikmat sakit saja”

“Hahahaha…. iya deh mas”

Udin ingat beberapa minggu lalu memang ada sebuah sekolah yang muridnya terkena racun bersama-sama, sehingga Yanto masih geram karena anaknya ikut menjadi korban. Namuin berkat adanya peristiwa itu, maka para penjual di sekolah itu jadi makin hati-hati berjualan makanan dan sebagian besar siswa jadi lebih suka membawa makanan dari rumah daripada membeli makan di warung pinggir jalan.

“Sakit juga membuat kita tahu ada bagian diri kita yang tidak kita perhatikan dengan baik. Kita kadang lupa bersyukur punya tangan dan kaki yang lengkap sempurna dan kurang menghargai hal itu. Saat kita sakit di kaki atau tangan, maka kita sering disadarkan bahwa kita sering tidak merawat badan kita dengan baik”

“Mas Din, minggu lalu ada artis yang merawat tubuhnya malah keracunan, gimana lagi itu?”

“Hahahaha…. itu artis memang pingin cantik, langsing, montok tapi dengan cara yang tidak benar, akibatnya malah keracunan”

“Terus apa artis itu juga mendapat nikmat dari sakitnya?”

“Ya benar. Artis itu akan mendapat hikmah dari sakitnya. Dia jadi sadar bahwa merawat tubuh dengan tidak benar akan menyebabkan gangguan di tubuhnya. Menikmati tubuh yang diberikan Allah tidak perlu dengan cara yang aneh-aneh. Cukup makan di kala lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Mengkonsumsi makanan yang bergizi jangan makanan sampah, olah raga secukupnya, jangan berlebihan. Itu sudah cukup membuat badan jadi menarik dan sehat”

“4 sehat 5 sempurna!”

Yuk kita nikmati hidup ini di kala sakit maupun sehat. Bersyukur ketika sehat dan tetap bersyukur ketika mendapat nikmat sakit.

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

+++

Buat mbak Haslita Nisa dan Mas Lilo, semoga sakit di minggu ini membuat bisa merasakan nikmatnya sakit dan mendapat hikmah dariNya Amin. Jadi ingat ketika ibunda tersayang sakit dan akhirnya meninggalkan aku. Sementara aku masih belum banyak membalas kasih sayang beliau. Semoga Ibunda dan Ayahnda diberi tempat yang baik di sisi Allah swt. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s