Hati-hati Gowes di Jakarta

Gowes Merapi (tidak takut keserempet bis)

“Hati-hati Gowes di Jakarta mas, salah-salah kepepet sama metro mini!”, kata mas Rush Shit (Rashid) padaku

…. dan terjadilah peristiwa itu.

“Jedeeer!!!”

Aku jatuh tertimpa sepedaku sendiri  yang meski sudah kurem tetap tidak mau berhenti dan melayang beberapa centi di atas jalan aspal kemudian menimpaku. Rasanya kaki kiriku yang kejatuhan sepeda, sementara itu tangan kiriku bertumpu pada tanah yang ada di bahu jalan.

Peristiwa ini begitu cepat terjadi, sehingga hanya dalam hitungan detik obrolan santai sambil bersepeda santai berubah menjadi aku yang terduduk di pinggir jalan, pas di depan Kodim Matraman. Akupun langsung mencoba berdiri dan kemudian melihat tangan kiriku yang kotor terkena tanah di bahu jalan. Kurasakan juga ada kram di kaki kiriku, tapi ketika aku sudah berdiri dengan benar, rasa kram itu perlahan mulai menghilang.

Kulihat penumpang bus yang menyalipku dan memotong jalanku melihatku dengan pandangan yang susah ditafsirkan. Mereka seperti menyalahkan aku yang tidak bisa mengontrol sepedaku, atau pandangan mereka seperti keheranan karena peristiwa ini baru sekali terjadi di depan mereka, atau entah apa lagi yang mereka pikirkan tentang diriku.

Pak Joko yang menemaniku bersepeda, yang lolos dari tabrakan dengan bus mendekatiku dan mulai bertanya tentang keadaanku.

“Ada yang luka?”, katanya serius

“Gak kok”, jawabku menentramkan sambil merasakan apakah kram di kaki benar-benar sudah hilang dan perih di tangan tidak perlu dikhawatirkan.

“Maaf, tadi aku langsung belok karena kalau terus pasti tabrakan dengan bis”

Memang kalau pak Joko ini terus bersepeda lurus ke depan, maka pasti dia akan tersenggol bis dan bisa jadi sepeda pak Joko akan menimpa sepedaku. Itu sebabnya secara reflek begitu aku memberi tahu bahwa ada bis yang akan menyerempet pak joko, maka pak Joko langsung berbelok ke kiri dan menghalangi jalanku.

Aku juga secara reflek menepi sambil mengerem agar tidak menabrak pak Joko. Akibat pengereman mendadak ini sepedaku berhenti mendadak, sedangkan aku sendiri terlempar ke bahu jalan dan sepedaku ikut terlempar menimpaku.

Gowes Merapi (tidak takut keserempet bis)

Gowes Merapi (tidak takut keserempet bis)

Ucapan “Hati-hati Gowes di Jakarta” dari pak Rashid rupanya terjadi beneran. Padahal ucapan ini malah kubaca setelah selesai acara gowes pagi dan di sela-sela rapat dengan pak Rashid aku buka WA (Whatsapp) dari pak Rashid.

“Wah tadi pagi rupanya pak Rashid berdoa untuk kita ya? Jadinya kejadian betul di matraman pak”, kataku saat rapat sambil membacakan isi pesan pak Rashid via WA.

“Beneran pak?”

Jadilah acara rapat pagi ini membahas acara sepedaan pagi tadi. Ini menyambung diskusi tadi malam tentang sepeda di WA. Salah satu peserta diskusi adalah pak Djuhara yang rela membawa sepeda lipat kalau ke kantornya yang ada di Jakarta. Dari rumah sepeda itu dipakai sampai stasiun dan kemudian dilipat saat naik kereta. Sampai di Jakarta, sepeda itu dibuka lagi dan dipakai menuju kantornya atau kantor kliennya.

Dunia sepeda memang dunia hijau. Selalu suka membahas sepeda, karena selain sehat, fun dan selalu fresh, juga sangat mendukung kecintaan kita pada bumi yang semakin tua ini. Andai semua insan punya pikiran seperti pak Djuhara atau mas Nukman yang memilih naik kereta meskipun mereka mampu untuk naik mobil pribadi, maka produksi karbon akan sedikit tereduksi. Makin banyak yang mau bersusah payah naik angkutan umum, akan makin sehat bumi kita.

Bila kesadaran masyarakat makin meningkat tentang hidup yang l;ebih hijau, lebih “Go Green”, maka lalu lintas akan makin nyaman dinikmati. Kemacetan akan berkurang dengan makin sedikitnya pengguna mobil pribadi. BBM dapat lebih dihemat dan hidup terasa akan menjadi lebih nyaman.

Bagi anda yang sudah suka naik sepeda dan sudah bersepeda dengan benar, maka tetaplah mempertahankan sikap itu. Pesan mas Rashid “Hati-hati Gowes di Jakarta”

Boldrer Cycling Club di Merapi 1

Boldrer Cycling Club di Merapi (tidak takut kesrem[et bis)

+++

Artikel terkait :
Mengurai kemacetan Jakarta
Memilih rute Gowes
Memilih sepeda

2 komentar

  • Indah sekali sesama penggerak hidup sehat dan kuat itu saling mendoakan.

    Semoga lekas pulih dan tidak cedera, Pak Eko.

    Suka

    • Alhamdulillah,
      Sudah tidak terasa sakit lagi mas @Iwan Yulianto.
      Terima kasih atensinya.

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s