Melani, seekor Harimau Sumatera di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Melani Harimau KBS

Ini kisah Melani, seekor Harimau Sumatera di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang masuk ke kotak suratku. Kumuat di blog ini sebagai tanda dukungan terhadap kehidupan satwa di Dunia, utamanya di Surabaya. Sebagai seorang yang pernah lama tinggal di Surabaya dan merasakan indahnya Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada jaman-jaman dulu, rasanya berita tentang satwa di KBS selalu membuat aku trenyuh.

Aku sendiri tidak tahu persis kondisi KBS sekarang, tetapi wajah KBS saat masih rindang dan ramai dikunjungi rombongankeluarga-keluarga dari luar kota masih jelas tergambar di mataku. Berjalan berduaan sama Lilo kecil mengelilingi KBS masih terbayang, demikian juga ketika di tahun 80an saat KBS ini masih berada di pinggiran kota.

Selamat membaca.

+++

Menhut: Segera Bertindak Selamatkan Satwa Kebun Binatang Surabaya

Dimulai oleh: Dian, Yogyakarta

Namanya Melani, seekor Harimau Sumatera di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Her name is Melani, a Sumatran Tiger in KBS (Surabaya Zoo), Indonesia.

Ia kurus, hanya seperti tulang berbalut kulit. Pada usianya, seharusnya berat normal Melani adalah 100kg, namun beratnya hanya mencapai 60kg. Satu-satunya yang masih mengesankan adalah sorot matanya yang tajam namun butuh pertolongan. Ia tak berdaya dan memilih selalu berbaring di lantai dan rumput. Hampir semua makanan yang ia telan tak dicerna. Selain memuntahkan makanannya, ia juga menderita diare. Bulan lalu, harimau bernama Razak juga mati karena penyakit paru-paru yang disebabkan kandang kecil dan kotor. Sekarang Melani dikhawatirkan usianya tak lagi panjang dan bahkan akan menghadapi euthanasia. Padahal spesies Harimau Sumatera seperti Melani sudah kurang dari 600 ekor di hutan-hutan Sumatera.

She is undernourished, you can see her skin clinging to her bones. At her age, a healthy feline should weighted at 100 kg, but Melani is 60 kg. Her days are spent laying helpless on the cage floor. Almost every food she consumed was eventually vomited a few moments later, and diarrhea is preying for her life. The only trace of her soul is her fierce eyes seeking for your help. Melani is not the only one. Last month, a male tiger Razak died after lungs disease due to tiny and unsanitary cage. Many are now concerned Melani will die soon, or she might face euthanasia. Ironically there are only 600 Sumatran tigers left in Sumatran forests.

Life of PI (the tiger)

Harimau di Film “Life of PI” (the tiger)

Maret 2012 lalu, satu-satunya jerapah koleksi KBS mati di kandangnya karena perutnya penuh dengan plastik. Selain jerapah, nasib buruk juga dialami satwa lain yang hidup bersama puluhan hewan lain di kandang sempit dan kurang pencahayaan, yang hidup di tengah sampah berserakan, dan bahkan tak bisa berteduh karena kandangnya dijadikan kamar sewaan untuk manusia dan pepohonan dijadikan sarana ritual dukun.

In March 2012, the only giraffe in KBS died in her cage after her stomach was filled with plastic garbage. The giraffe and other animals in KBS do live under inhumane condition: tiny cage filled with garbage and inadequate sunlight. Some of them does not have shelter after their cage was leased as rooms for humans, and leafy trees to shade was occupied for witchcraft clinic.

Pada pasal 302 KUHP Tentang Perlindungan Hewan yang telah direvisi, kesejahteraan dan keselamatan satwa harus diperhatikan oleh pemilik satwa dan yang diwajibkan mengurusinya. Pasal tersebut dengan jelas mewajibkan pemilik atau pengurus satwa agar memberi makan dan minum yang layak kepada satwa peliharaannya, tidak dengan sengaja menelantarkan satwa peliharaannya, dan tidak dengan sengaja membuat satwa sakit atau terluka ringan hingga menyebabkan kematian. Dalam kasus KBS, jika pengelola KBS melanggar pasal tersebut, maka dapat dituntut dan diancam hukuman penjara 2 – 7 tahun dan denda 5 – 10 juta Rupiah.

The revised Indonesian penal code article 302 clearly indicates that animal owners are responsible for the welfare and safety of their animals, this includes giving a good care and feed them. Negligence for the animal’s wellbeing, and causing them to be ill and hurt are a violation of the code and punishable for 2-7 years prison and penalty up to 10 million rupiah.

Tim Pengelola Sementara untuk perbaikan KBS memang sudah dibentuk. Namun muncul foto dan video yang menunjukkan Melani dengan kondisi memprihatinkan. Apa lagi yang menjadi masalah dalam pengelolaan KBS? Kenapa masih ada satwa KBS yang sengsara? Kabar mengatakan kesengsaraan satwa KBS adalah akibat dari konflik manajemen di KBS. Namun konflik apapun yang terjadi di KBS, kesejahteraan hidup satwa harus tetap menjadi concern utama pengelolanya. Untuk itu kami memohon kepada Bapak Menhut Zulkifli Hasan dan pihak terkait untuk segera menyelamatkan satwa di KBS dan selanjutnya diperlihara sesuai Pasal 302 KUHP Tentang Perlindungan Binatang.

While an ad hoc management team to rescue KBS has been appointed, the pictures and videos of Melani in terrible condition indicates the management is not doing enough. What happened to KBS management? Why many animals in still in poor condition? Internal conflicts within the organization could be the driving factor, but animal welfare should always be the main concern. Therefore we request Indonesian Minister of Forestry, Zulkifli Hasan to save the animals in KBS and have them nurtured as instructed in Indonesian penal code (KUHP) article 302 on animal welfare.

Mari isi petisi ini untuk mendukung Bapak Menhut dan pihak terkait agar segera bertindak menyelamatkan satwa KBS. Mari bersama-sama melindungi para satwa. Bukan hanya karena mereka akan punah, tetapi karena mereka juga makhluk hidup seperti kita yang bisa merasakan sakit dan sengsara. Let’s speak up for those who cannot speak.

We ask you to join the petition to support the Minister of Forestry to act immediately and save the animals at the KBS zoo. Not only because they are endangered, but also because they are a living being like us that can feel pain and fear. Let’s speak up for those who cannot speak.

+++

Melani, seekor Harimau Sumatera di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Untuk dukung petisi Dian, klik di bawah ini untuk paraf petisi.
Paraf Petisi Dian

+++
Sumber gambar : Internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s