Mencari Istri Setia

Berikan senyum terbaik untuk pasanganmu

“Mas Eko bagaimana tips mencari istri setia dan baik hati seperti Bu Yeni?”, tanya kawanku beberapa waktu lalu.

Pertanyaan ini beberapa kali kuterima dari kawanku. Kadang dengan sedikit pujian,”Enak ya punya istri setia dan baik hati. Mas Eko jadi selalu terlihat lebih muda dari umur sesungguhnya…”

Nah pujian seperti itu, harus dilihat dari sisi yang lain juga. Terlihat lebih muda itu sangat melenakan, karena bisa membuat kita lupa bahwa kita sudah berumur dan sudah waktunya lebih rajin beribadah padaNya, bukan membuat jadi lebih liar karena merasa masih muda.

“Mas Eko jalan-jalan terus dan jarang ketemu istri, kenapa bu Yeni masih tetap setia dan baik hati ya? Apa nggak bosen tuh ditinggal suami terus?”

Hadeh… Kalau ketemu kalimat seperti ini pasti membuat aku langsung kangen, pingin segera pulang ke rumah dan menumpahkan rindu dendam pada anak istri. Dunia ramai yang hingar bingar ini mendadak jadi sepi saat ingat anak istri di rumah. Makanan mewah di atas meja jadi hambar bila membayangkan anak istri di rumah sedang sibuk masak sendiri-sendiri karena tidak ada pembantu dan ibunya sedang tidak di rumah.

“Mas Eko sering makan mewah di tempat-tempat mewah, apakah pernah mengajak anak istri makan di tempat-tempat seperti itu?”

Aku ingin menjawab bahwa aku selalu ingin mengajak anak dan istri makan di tempat mewah dengan menu yang mewah, tapi apakah aku sampai hati menghabiskan uang hanya untuk mengejar kemewahan makanan dan restoran mewah seperti yang sering kudatangi?

Rasanya untuk keluargaku menu makan mewah di restoran mewah itu, meskipun bisa kudatangi, tapi tetap memberikan rasa bersalah. Ada rasa bersalah di hati ketika makan mewah di tempat mewah. Seperti ada film tentang Ethiopia dengan gambar-gambar anak-anak yang kurus kekurangan makanan bergizi, sementara di atas meja ada makanan yang kalau dibelikan makanan nasi kucing, bisa untuk makan sekampung.

Yeni Rumiyaningtyas

Yeni Rumiyaningtyas

Pertanyaan “mencari istri setia” dan sejenisnya akhirnya membuat aku berkicau tentang pasangan hidup.

“Pingin punya istri yang penuh pengertian dan sayang keluarga? Jadilah suami yang penyabar…”

“Pingin punya suami setia dan penyayang? Jadilah ibu rumah tangga yang baik. Mudah ya…:-)”

Dua kicauanku ini merefleksikan beberapa kicauanku beberapa waktu lalu ketika aku juga kebanjiran ide tentang mencari pasangan yang menyayangi kita. Banyak di antara kaum pria yang menuntut istrinya mempunyai sifat yang seperti bidadari, sehingga rumah tangga menjadi aman tenteram ketika ditinggal kemana-mana. Tuntutan wajah cantik, keibuan dan sayang keluarga menjadi tuntutan wajib bagi para pria!

Sementara itu, bagi para pria, mereka justru tidak menuntut diri mereka sendiri untuk bersikap dan berhati seperti malaikat. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), lebih sering terjadi suami memukuli istri dibanding istri menghajar suami. Seolah-olah suami punya hak untuk menghajar istri sementara istri hanya punya badan yang bisa dijadikan obyek oleh suami. Ada dua hati yang berpadu saat sebuah pernikahan dilangsungkan, separuh hati suami sudah diberikan pada istri dan demikian juga sebaliknya. Hati ke dua orang itu tetap satu, tetapi terdiri dari separuh hati sendiri dan separuh hati pasangannya.

Masalahnya kadang-kadang hati pasangan yang sudah diberikan ternyata tidak menempel di hati pasangannya. Hati itu kadang menguap di jalan atau kembali ke pemiliknya dan masing-masing pasanganpun mencari separuh hati yang lain untuk melengkapi kehidupannya.

Nasehat yang pernah kudengar tentang mencari istri setia ada banyak sekali. Ada yang bahkan memberi nasehat untuk membaca buku “menjadi suami yang baik untuk istri yang baik”. Kesimpulan dari berbagai nasehat atau buku yang kubaca, rata-rata akan kembali pada satu kalimat yang ampuh.

“Kalau ingin mencari pasangan hidup yang baik, maka kamu juga harus baik!”

Jadi kalau ingin mencari istri setia, maka curahkan seluruh kasih sayangmu pada dia, berlakulah yang terbaik hanya pada dia. Tunjukkan kalau senyum yang tersungging di bibirmu adalah senyum kedamaian, bukan senyum ejekan. Kita sama tinggi di depan Tuhan dan sama tinggi tanggung jawabnya untuk memberi dan menerima kasih sayang pasangan kita.

Jadi sebenarnya mencari istri setia itu memang mudah kalau kita mau. Betul tidak ?

Salam sehati

Berikan senyum terbaik untuk pasanganmu

Berikan senyum terbaik untuk pasanganmu

+++

Artikel terkait : “Berantemlah wahai Pasutri”

Jadi ingat juga tulisan ini : Ayat-ayat Cinta yang gagal

6 komentar

  • muaantaaabbbbb…
    langsung cari cewek akh 😀

    Suka

    • ups…
      selamat mencari deh

      salam sehati

      Suka

  • waaaa…..

    Suka

    • kok waaaa….?
      lha maksudnya waa itu apa ya?

      hehehe…
      salam sehati

      Suka

      • hehe… saya suka sama artikelnya… jadi ga bs ngomong yg lain.. cm waaa aja hehe

        Suka

        • berarti harus koprol dong !:-)

          salam sehati

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s