Jogja Berhenti Nyaman


Jogja Berhenti Nyaman dipamerkan di Bentara Budaya Jogja. Sebuah sindiran yang menyakitkan buat para warga Jogja, tapi begitulah yang terjadi di penghujung tahun 2013 ini. Kemacetan menggila di Jogja sejak liburan natal dan Tahun baru dimulai.

Bonbin Gembira Loka langsung menaikkan tarif masuk ke wahana mereka dari 15.000 menjadi 20.000 dan berlaku sejak tanggal 15 Desember 2013 sampai dengan 15 Januari 2014. Pengunjungpun tidak peduli dengan naiknya tarif tersebut. Tercatat sampai kemarin sudah ada 1.7 juta pengunjung membanjiri bonbin Gembira loka, padahal tahun kemarin sampai akhir tahun hanya tercapai pengunjung sebanyak 1,4 juta orang. Di Bonbin ini kita bisa foto gratis dengan beberapa satwa, antara lain dengan Naga Kecil alias Iguana.

Foto gratis dengan hewan jinak

Foto gratis dengan hewan jinak

Lokasi bonbin Gembira Loka yang strategis membuatnya mudah dijangkau dari mana saja dan harga tiketnya yang juga terjangkau membuat lokasi ini menjadi pilihan ke dua dari para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Pilihan pertama tetap Malioboro yang terasa semakin sempit saja. Tidak ke Jogja rasanya kalau tidak mampir Malioboro. Lokasi awal jalan Malioboro di dekat simpang empat Malioboro dan Stasiun tugu selalu ramai dengan pengunjung yang berpose di sana.

Di ujung Malioboro ada sebuah pasar yang paling terkenal di Jogja. Itulah pasar Beringharjo. Para penjual di pasar Beringharjo merasa tahun ini adalah tahun panen mereka. Bahkan mereka berani berkata inilah tahun dengan pengunjung terbanyak dalam kurun 20 tahun ini. Kalau biasanya pengunjung pasar hanya sekitar 50-60 ribu orang per hari, maka di penghujung tahun 2013 ini pengunjung bisa meningkat sampai 120 ribu orang per hari.

Berani mudik pakai Kuda?

Kuda di Pantai Parangtritis

Inilah yang membuat Jogja menjadi semakin menggila macetnya. Setiap hari jalan Mangkubumi selalu tersendat karena akses masuk ke Malioboro yang paling sering dilalui adalah melewati jalan ini. Bila situasi jalan di depan kantor koran KR sudah tersendat, maka ada indikasi kemacetan di Malioboro. Demikian juga jika jalan di sebelah kanan SAMSAT Jogja sudah mulai ditutup untuk roda empat, maka artinya Malioboro sudah harus dihindari.

Jalan di seputaran kraton juga menjadi sajian kemacetan yang lain. Kalau rambu dilarang masuk BUS sudah dipasang di seputaran Kraton, maka artinya kemacetan sudah mulai merambah di seputaran Kraton.

Beberapa teman, biasanya dengan bijak sudah membatasi jam keluarnya. Kalaupun keluar, mereka sudah mulai meninggalkan mobil untuk sarana transportasinya. Naik sepeda motor terasa lebih nyaman di situasi akhir tahun ini. Aku sendiri lebih suka naik sepeda kemana-mana kalau sudah melihat situasi macet ini.

Jalan Malioboro

Jalan Malioboro

Jogja tetap berhati nyaman bagiku, karena aku naik sepeda. Kalaupun aku naik sepeda motor, aku sudah hapal dengan jalan tikus yang ada di jogja. Kalau aku akhirnya terpaksa naik mobil, maka aku biasanya memilih tidak menyetir. Dunia jadi tetap meriah meskipun macet, karena aku tetap bisa berkomunikasi dengan teman-teman di dunia maya. Aku bisa live tweet mengabarkan situasi dan kondisi jogja.

Banyak wisata di Jogja, baik di pegunungan, di pantai atau air terjun. Wisata alam air terjun yang menarik di Jogja saat ini adalah Sri Gethuk. Dengan tarif hanya 15.000 sudah termasuk sewa rakit dan pelampung membuat daerah ini juga selalu kebanjiran pengunjung. Sayangnya kalau musim hujan seperti ini, maka air sungai menjadi keruh, meskipun air terjunnya tetap indah. Saat musim panas, maka naik rakit menyusuri sungai menuju lokasi air terjun akan disuguhi dengan jernihnya air sungai di bawah kita.

Masih banyak tempat menarik lain di Jogja. Semoga kita bisa membuatnya nyaman dinikmati para wisatawan. Jangan sampai kalimat “Jogja Berhenti Nyaman” terbukti benar. Mari kita jaga kalimat “Jogja Berhati Nyaman” sampai kapanpun.

Salam sehati.

Malioboro

Malioboro

+++

Sumber data : Koran Tempo Jumat 27 Desember 2013 halaman Yogyakarta

Twitter Penjaga Jogja

Twitter Penjaga Jogja

6 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s