UlangTahun Perkawinan

Inul Vizta 1212

Membaca tulisan mas Amril tentang “UlangTahun Perkawinan” aku jadi tersenyum sendiri. Akupun jadi ingat tulisan ulang tahun perkawinanku yang ke 20. Itu adalah tulisan yang sangat sederhana beda dengan tulisan mas Amril yang membuat pembaca jadi terharu biru. Aku jadi bersyukur berteman dengan mas Amril yang selalu memberi inspirasi bagi tulsian-tulisanku.

Tanggal 12 Desember 2013 adalah hari ulang tahun perkawinanku dengan ibu anak-anakku yang ke 22. Hari itu bertepatan dengan hari kerja, sehingga aku tidak punya niat untuk merayakan dengan teman-temanku. Bahkan akupun tidak punya niat untuk merayakan dengan istriku. Aku akan merayakan dengan keluargaku saat hari Sabtu atau minggu saja di Jogja.

Rupanya istriku punya rencana lain. Diapun datang ke Jakarta di hari menjelang ulang tahun perkawinanku itu. Teman-teman kantor juga tiba-tiba punya acara untuk karaokean bersama-sama di Inul Vizta pada tanggal 12 Desember 2013 ini. Disepakati habis Asar dimulai dan kemudian malamnya dilanjut dengan nonton Futsal di Gudang Seng Kalimalang.

Siang-siang seusai acara Forum Group Diskusi di Hotel Ambhara, akupun mempersiapkan diri untuk acara karaokean bersama-sama teman-teman menjelang akhir tahun. Namun rupanya Allah berkehendak lain. Tiba-tiba semua punya kesibukan yang tidak bisa ditinggal dan akhirnya sore itu berlalu begitu saja tanpa karaoke.

Malamnya ketika aku menghadiri pertandingan persahabatan FUTSAL dengan mitra tanding dari Bekasi, maka aku disuguhi tontonan gol-gol manis dari mitra tandingku ke gawang timku. Benar-benar kekalahan yang telak, “No Mercy!!!”

Akhirnya aku ingat ucapan sekretarisku tadi sore,”Bapak, kayaknya hari ini akan seru kalau karaoke berduaan sama bu Eko”. Akupun meninggalkan lapangan Futsal dan meluncur ke Inul Vizta Kali Malang. Pesan satu room dan kitapun bernyanyi selama satu jam dalam suasana yang ternyata malah sangat nyaman bagi kita berdua.

Inul Vizta 1212

Inul Vizta 1212

Pulang dari karaoke, dilanjut dengan ngobrol berdua di Cawang. Rasanya tidak banyak yang kita obrolkan berdua. Malam sudah semakin larut dan sang penguasa malam sudah memanggil kewajiban kita menjaga kesehatan tubuh. Begitulah ulang tahun perkawinan ini kujalani dengan sangat sederhana dan ternyata tetap kena di hati.

Bagi anak-anak sendiri, mereka selalu punya ritual sendiri menyambut ulang tahun anggota keluarga. Sebuah ritual yang aku sendiri tidak menganggap istimewa, tapi karena anak-anak merasa inilah yang bisa mereka lakukan setiap ada momen ulang tahun, maka secara rutin kita selalu membeli kue dan kita makan bersama-sama di hari itu.

Ultah Manten 1212

Ultah Manten 1212

Kebersamaan saat kita makan sekeluarga itulah yang membuatku selalu meluluskan permintaan mereka. Bagi keluargaku, makan bersama se rumah adalah sebuah kejadian yang sering tidak mudah dilakukan. Selalu saja ada salah satu anggota keluarga yang tiba-tiba punya kegiatan yang berbeda. Momen makan kue bersama inilah yang selalu membuat kita bisa berkumpul bersama dan saling tertawa bersama.

Meski leluconku sering garing, tapi aku suka melihat anak-anak dan ibunya anak-anak tertawa memenuhi ruangan keluargaku. Tidak ada kebahagiaan yang lebih dari berkumpulnya keluarga dan kita saling menikmati kebersamaan ini dengan canda dan tawa. Semakin besar anak-anak kita, maka mereka makin jauh dari rutinitas kita. Mereka sudah punya kegiatan sendiri yang harus mereka lakukan untuk berlatih bersosialisasi dengan lingkungan.

Kalau sudah begini akupun jadi ingat puisi Kahlil Gibran yang sangat populer.

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Inul Vizta 1212

Inul Vizta 1212

2 komentar

  • Selamat Ulang Tahun Pernikahan ke 22 ya mas. Terus terang sosok Mas Eko dan keluarga yang sangat harmonis senantiasa menjadi inspirasi berharga buat saya dan istri juga

    Suka

    • Terima kasih mas Amril atas doanya.
      Semoga Allah swt senantiasa mengabulkan doa kita.
      Amin ya Robbal Alamin.

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s