Menjadi penulis bayaran

Buku Panduan Pelaksanaan Pekerjaan ke III

“Menjadi penulis bayaran itu gimana suka dukanya mas?”, kata kawanku ketika kita sedang bersantai sejenak di tengah hujan yang datang pergi tanpa permisi.

“Ya yang pasti banyak sukanya dan sedikiiit dukanya”, jawabku.

“Hmmm…. pasti karena dapat duit banyak dari pemesan tulisan ya mas?”

“Tidak juga. Menurut mas, berapa duit yang kudapat dari sebuah tulisan?”

“Hmm… wah gak tahu donk. Katanya sih berkisar antara 800 ribu sampai 3 jutaan”, jawab temanku sambil searching honor penulis bayaran.

“Pasti kamu lihat situs idblognetwork ya?”

“Iya nih mas, terlihat transfer paling rendah angkanya di 800.000 dan kata temanku penghasilan bulanan di idblognetwork sampai 3 jutaan per orang”

JUMLAH

NAMA BANK

2,150,000

BCA

2,150,000

BCA

2,150,000

Mandiri

2,150,000

BCA

2,000,000

Mandiri

2,000,000

BCA

2,000,000

BCA

2,000,000

Mandiri

2,000,000

Mandiri

1,950,000

BCA

1,800,000

Mandiri

1,750,000

Mandiri

1,500,000

BCA

1,500,000

Mandiri

1,350,000

BRI

1,200,000

BCA

1,100,000

BNI

1,100,000

BCA

1,000,000

Mandiri

1,000,000

BNI

1,000,000

BNI

1,000,000

BCA

1,000,000

BCA

1,000,000

Mandiri

1,000,000

BCA

1,000,000

Mandiri

1,000,000

Niaga

1,000,000

BNI

1,000,000

Niaga

1,000,000

Mandiri

1,000,000

Mandiri

1,000,000

BCA

1,000,000

BCA

1,000,000

BCA

1,000,000

Mandiri

950,000

BCA

800,000

Syariah Mandiri

Sampai saat ini situs yang menyediakan jembatan antara publisher dan Advertiser yang pernah kuikuti memang hanya IdBlognetwork, jadi aku cukup familiar dengan situsnya. Di luar idblognetwork masih banyak pemberi tugas yang bisa menyuruh kita menulis tentang bisnis mereka dan inilah yang menarik.

Mereka bisa datang dari organisasi kemasyarakatan, kawan blogger, atau situs yang terkenal. Bayaran mereka juga beragam demikian juga model kerja samanya. Ada yang memberi imbalan jasa dengan nilai rupiah yang memadai ada juga yang hanya memberi imbalan jasa berupa uang dalam bentuk voucher belanja produk mereka. Ada juga yang gratis tis! Mereka minta kerelaan kita untuk menulis tentang sesuatu dan merekapun mengucapkan terima kasih dengan doa agar kita dan blog kita mendapat berkah.

“Mas Eko belum menjawab tentang suka dukanya menjadi penulis bayaran lho”

“Paling senang itu ketika kita selesai menulis dan pemberi kerja kita puas dengan hasil tulisan kita”

“Paling sedih?”

“Paling sedih itu saat tulisan kita selesai dan terus diobrak abrik oleh pemberi tugas”

“Maksudnya pemberi tugas minta artikel direvisi?”

“Tidak hanya direvisi, kadang disuruh tulis ulang”

“Bukannya sudah ada guidance? Kok masih harus dirombak total?”

“Hahahaha…. aku sih agak ideal mas. Kadang aku tabrak guidance mereka, apalagi yang dibayar pas-pasan. Jadi jangan sampai ciri tulisanku hilang gara-gara aku terlalu nurut pada guidance dari mereka?”

“Kalau yang membayar mahal mas Eko mau nurut aturan mereka dan kehilangan ciri tulisan mas Eko?”

“Gak juga sih. Aku tetap mempertahankan gaya bahasaku, tapi lebih mau untuk berpikir lagi saat tulsianku diberi masukan oleh mereka”

“Pernah gak dibayar mahal tapi akhirnya tulisan batal ditayangkan?”

“Pernah juga sih. Aku tetap bersikukuh dengan gaya tulisanku dan pemberi kerja juga bersikukuh dengan petunjuk mereka. Jadi aku harus nurut mereka, titik! Bubar deh jadinya. No deal !”

“Kecewa donk mas?”

“Iya sih kecewa, soalnya duitnya gedhe tuh. Hahahaha… tapi rejeki pasti tidak kemana-mana kok kalau kita berbuat yang benar”

“Kalau terhadap tulisan gratis, gimana sikap mas Eko?”

“Wah itu asyik banget mas. Aku bisa explore tulisan sekehendak hatiku. Jadi seperti seorang penggowes yang ketemu rute menantang dan langsung pancal pedal tanpa mikir dibayar atau enggak”

“Hahahaha…..”

Dalam ketertawaan bersama ini, aku tiba-tiba jadi ingat ketika aku menjadi seksi kesenian di kampus. Waktu itu mencari band pengisi acara susah banget. Ada yang maunya dibayar mahal ada yang jadwalnya bentrok dan berbagai kendala lainnya. Akhirnya buntu otakku dan aku hanya bisa pasrah dengan pengisi acara yang ada. Meski begitu aku tetap mewujudkan niatku untuk menampilkan pertunjukan musik yang wah dari sisi alatnya. Pikirku kalau aku gagal menampilkan musikus handal ya minimal aku bisa menghibur penonton dengan alat musik yang handal.

Enaknya punya kawan banyak adalah aku diperkenalkan dengan kawannya kawanku yang punya kenalan musikus kaya dan baru saja beli piano elektrik sangat mahal. Akupun membuat kesepakatan untuk memboyong alat musik itu tanpa biaya ke acaraku dan itulah yang disebut mestakung. Begitu mendengar alat baru itu akan dipakai dalam pertunjukkan musikku, maka tiba-tiba bermunculan nama-nama musikus yang siap mengisi slot acaraku. Yang lebih keren lagi, semuanya tanpa perlu bayaran !:-)

Rupanya menjadi penulis bayaran itu bayarannya memang bisa hanya dengan senyuman dan bisa juga dengan beberapa lembar foto Proklamator Indonesia yang berwarna merah. Semuanya punya nilai tersendiri. Asyik dan mengasyikkan.

“Mas Eko, dukanya menjadi penulis bayaran belum”

Aku termenung sebentar sebelum menjawab pertanyaan ini. Rasanya menjadi penulis bayaran tidak banyak dukanya tetapi kayaknya dulu aku pernah sakit di dada gara-gara dianggap menulis karena uang. Aku sampai membaca berulang-ulang tulisanku. Kucari pada alinea ke berapa ada tulisan yang tidak sesuai kenyataan, tetapi tetap saja tidak kutemukan.

Akhirnya aku sampai pada kesimpulan ini :

1. Aku mungkin salah tulis tapi aku tidak tahu

2. Kawanku itu tidak membaca tulisanku tetapi dia sudah kecewa karena aku menulis dengan bayaran.

Bagi kawanku, menulis itu ya harus dari hati nurani tanpa ada imbalan jasa. Akupun dengan mantap menjawab pertanyaan temanku dengan jawaban singkat.

“Ternyata tidak ada dukanya menjadi penulis bayaran”

Buku Panduan Pelaksanaan Pekerjaan ke III

Buku Panduan Pelaksanaan Pekerjaan ke III

+++

Idblognetwork adalah startup yang didirikan pada bulan agustus 2010 dan meluncurkan marketing campaign perdana pada awal bulan september, sampai saat ini Feb 2011 telah dan sedang melayani marketing campaign brand seperti Telkom Flexi, Simpati Telkomsel, XL Blackberry Free Roaming, Kartu AS Telkomsel , iPhone 4 Telkomsel , Google Maps Telkomsel , Nokia OviLife Tools, Nokia N8, Hongkong Disneyland , Department Kesehatan, Nokia E5 dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (KemenBudPar) RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s