Perlukah memarahi anak yang salah ?

Lilo menikmati udara pagi di belakang rumah

“Perlukah memarahi anak yang salah ?”

Ada beberapa pendapat tentang hal ini. Ada yang bilang, sebaiknya anak perlu dimarahi agar dia ingat tentang perbuatan salahnya, tapi ada juga yang berpendapat anak tidak perlu lagi dimarahi saat berbuat salah, karena mentalnya sudah jatuh saat berbuat salah, jadi jangan buat dia lebih jatuh lagi.

Dua kubu pendapat ini bila didetilkan bisa jadi dua-duanya akan memberikan alasan yang logis dan masuk akal, sehingga kita jadi bingung memilih mana yang benar.

Bagiku sendiri yang paling penting bila anak berbuat salah adalah memastikan dulu bahwa anak paham bahwa perbuatannya adalah perbuatan yang salah. Kadang anak sendiri tidak merasa berbuat salah, meskipun menurut kita anak sudah melakukan perbuatan yang salah.

Perbedaan kedewasaan, membuat kita berbeda sudut pandang dalam melihat sebuah kesalahan. Yang kita anggap salah, bisa jadi dianggap benar oleh anak dan begitu juga sebaliknya.

Kasus Lilo menjatuhkan iPad sehingga layarnya retak, mungkin dapat disimpulkan dengan gampang kalau Lilo bersalah membawa iPad tanpa perlindungan yang benar, tapi di kasus lain misalnya Lilo memalak kawan kelasnya belum tentu bisa dihakimi sebagai sebuah kesalahan dari Lilo.

Mungkin Lilo melihat perbuatan yang dia lakukan sudah lazim terjadi di sekolahnya, sehingga dia merasa itu adalah hal yang biasa dan bukan sebuah kesalahan. Disini yang perlu dilakukan adalah menyadarkan Lilo tentang benar salah dari perbuatannya dulu, baru kemudian menentukan apakah Lilo perlu dimarahi atau tidak.

Memarahi anak adalah sebuah perbuatan yang selalu kita sesali setelah terjadi, apalagi kalau kita salah menilai perbuatan anak, misalnya anak kita anggap salah ternyata si anak tidak salah sama sekali, tapi orang lain yang salah. Penyesalan itu susah untuk mengembalikan waktu yang sudah terjadi. Anak akan dendam dengan tindakan kita yang membabi buta, menyalahkan tanpa pernah memberikan kesempatan pada anak untuk membela diri.

Akhirnya, akupun sepakat melakukan beberapa hal dahulu sebelum menyatakan harus memarahi anak atau tidak.

1. Pastikan kita sepakat dengan anak, bahwa yang dikerjakannya adalah perbuatan yang salah.

2. Cari solusi bersama bagaimana memastikan bahwa apa yang telah dilakukan tidak dilakukan lagi.

3. Kalau harus memarahi anak, maka aku ingin melakukannya dengan sebaik mungkin, meskipun ini hal yang sulit bagi mereka yang pernah dimarahi oleh orang tuanya dengan cara berbeda di waktu mereka kecil.

4. Yakinkan pada diri kita bahwa setiap selesai memarahi anak-anak, maka penyesalan pasti muncul. Jadi apakah kita masih tega memarahi anak kita dengan membabi buta?

Anak salah perlu diluruskan, tetapi kalau dia sudah menyadari kesalahannya, maka yang kita lakukan cukup mendekap erat dia dalam pelukan kita. Yakinkan dia bahwa kita menyayanginya dan ingin dia tidak melakukan kesalahan lagi di masa yang akan datang.

Yuk nikmati puisi Kahlil Gibran yang sangat terkenal ini.

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Anak itu adalah masa depan kita

Anak itu adalah masa depan kita

8 komentar

  • Terimakasih atas penjelasanya yang sangat lengkap…

    Suka

    • tks komentarnya

      Suka

  • ya saya pernah mengalami hal tersebut diatas, trims Mas

    Suka

    • Sama-sama mas @Rafeldi

      Suka

  • Tinggal bagaimana kesalahannya itu, di marahin hanya sebagai pembelajaran saja

    Suka

    • yes !:-)

      Suka

  • memarahi anak yg salah adalah suatu kesalahn buat orang tua, buat saya menasehati dengan baik adalah solusi yg terbaik

    Suka

    • Salam mas @Ahmad Baihaqi

      Makasih komentarnya.
      Sebaiknya memang begitu ya mas, agar anak bisa berkembang sesuai fitrahnya.

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s