Bapak kok suka sinetron?

Stasiun TUGU Jogja

“Bapak kok suka sinetron?”

Pertanyaan itu dilontarkan oleh anakku ketika aku bercerita tentang kejadian nonton sinetron sendiri dari tengah malam sampai menjelang subuh. Gara-garanya sih sebenarnya karena terjaga di tengah malam dan TV belum mati.

Sepintas lalu, mata mampir juga ke layar TV dan terlihat beberapa wajah yang sudah tidak asing lagi bagi orang Jogja. Bisa wajah para aktor teater Jogja, aktor ketoprak atau bisa juga wajah sudut kota Jogja yang sering kujumpai di masa lalu maupun masa kini.

Kalau sudah begitu, maka akupun akhirnya jadi duduk dan tersenyum-senyum sendiri melihat akting mereka dan melihat banyak keanehan di adegan demi adegan. Entah kenapa aku selalu mempermasalahkan keanehan adegan sinteron yang mungkin bagi orang lain tidak ada masalah.

Kalau sudah nonton sinetron bersama keluarga, maka aku paling cerewet mempermasalahkan beberapa adegan yang aneh dan tidak masuk akal. Satu adegan bisa bermacam-macam keanehannya. Misalnya keluarga miskin yang rumahnya terlalu mewah, atau anak muda yang terlalu kaya dan lebih sering ngeluyur dibanding bekerja dan masih banyak lagi.

Mungkin itu sebabnya aku sering tiduran saja bersama keluarga kalau sedang nonton sinetron. Ya daripada kebanyakan protes, lebih baik abstain saja. Akhirnya ketiduran beneran dan terbangun ketika acara sinetron TV sudah berakhir. Kadang dalam kenyenyakan tidur aku sempat dibangunkan ketika acara sinetron berakhir, tapi mungkin karena terlalu nyenyak, maka kadang-kadang mereka tidak sanggup membangunkan aku.

Aku memang lebih mudah untuk tidur cepat. Kawan SMA-ku dulu ada yang dipanggil dengan sebutan “Mega Mendung”, karena begitu ketemu tempat yang cocok pasti langsung tertidur.  Untung aku tidak separah dia, sehingga aku tidak mendapat julukan apa-apa.

Pernah aku kost dengan seorang teman, tapi meski tinggal sekamar, jarang sekali kita berkomunikasi. Kawanku itu namanya pak Pandam, mempunyai hobi yang sangat berbeda denganku. Saat aku tidur, dia biasanya masih terjaga dan saat aku terbangun, justru itu adalah saat dia tidur. Kamipun dibilang sekamar tapi tidak sekamar. Seolah-olah sewa satu kamar tapi memakainya bergantian.

Saat terbangun sendirian di tengah malam, kadang aku bisa tertidur lagi, tapi tidak jarang aku malah akhirnya begadang nonton TV. Beberapa sinetron di tengah malam, sebenarnya kualitasnya tidak jauh berbeda dengan sinetron di jadwal prime time. Bedanya, sinetron tengah malam biasanya mengambil lokasi syuting di Jogja dengan banyak pemain figuran dari Jogja.

FTV-Sepenggal-Cinta-di-Pelosok-Jogja

FTV-Sepenggal-Cinta-di-Pelosok-Jogja (gambar diambil dari blogger sragen)

Kota Jogja atau Bali memang nampaknya yang paling sering dipakai sebagai lokasi syuting film TV. Mungkin mereka melihat kota Jogja dan Bali mempunyai nilai yang lebih dibanding kota lainnya. Paling tidak, nilai Wisata dua kota itu, sangat menunjang daya tarik cerita. Untuk kota Jogja, mungkin ada lagi kelebihan khusus dibanding kota lainnya.

Kelebihan kota Jogja untuk dipakai sebagai lokasi syuting dibanding kota lain, mungkin bisa dirangkum dalam beberapa item, misalnya :

1. Biaya syuting yang relatif lebih murah.

2. Sebagai kota wisata, Jogja lebih menjual dibanding kota lainnya.

3. Aktor figuran banyak berserakan di Jogja, punya kualitas bagus, mudah dicari dan murah honornya.

4. Masyarakat Jogja yang ramah, berhati nyaman dan mudah diajak bekerja sama tanpa meminta imbalan yang aneh-aneh.

5. Meski saat ini kota Jogja sering macet karena serbuan wisatawan asing maupun mancanegara, tapi masih banyak lokasi syuting yang mudah didapat tanpa kenal kemacetan.

6. Akes ke kota Jogja dari berbagai kota lain sangat mudah dan begitu juga akses transportasi di Jogja yang beragam dan terjangkau harganya.

7. Makanan halal mudah dicari, berbagai macam selera dan berbagai macam harganya.

Kantor Pos Besar Jogja

Kantor Pos Besar Jogja

Masih banyak hal lain yang merupakan kelebihan kota Jogja dibanding kota lainnya. Yang jelas mataku selalu jadi “melek” setiap melihat gambar kota Jogja di acara sinteron TV. Tidur jadi terlupa dan tahu-tahu sudah subuh.

Jadi kalau anakku bertanya “Bapak kok suka sinetron?”, aku menjawabnya ya sepanjang ini, minus cerita kesendirian di kamar yang kosong. Kesendirian ini tidak perlu kuceritakan.

#Eh ternyata kalau anakku membaca tulisan ini, maka dia sudah mendapat untold sories tentang kesukaanku menonton sinetron di tengah malam.

Stasiun TUGU Jogja

Stasiun TUGU Jogja

 

 

4 komentar

  • kalau FTV yang malam-malam itu, kadang saya masih suka nonton, Pak. Ceritanya masih lebih menghibur daripada sinetron yang kejar tayang. Dan, gak terlalu aneh2, lah 🙂

    Suka

    • iya ya, masih lebih realistis dan lebih sederhana permasalahannya
      jauh banget nafasnya dibanding sinetron kejar tayang

      salam sehati

      Suka

  • JOGJAAA… memang tiada duanya Pak Eko… saya juga doyan dan selalu nyandu untuk ke Jogja. Salam utk putra Pak Eko yang pasti puinteer dan kreatif 🙂

    Suka

    • Makasih komentarnya

      salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s