Peraturan Pelepasan TUKIK

Perjuangan Tukik menuju pantai

Siang hari Minggu, tanggal 3 Agustus 2014, sekitar jam 14:00 aku meluncur ke Bantul. Ada acara pelepasan TUKIK di Pantai baru Pandansimo yang dimulai pada sekitar jam 16:30 dan TUKIK dilepas ke laut pada jam 17:00 tepat. Sebelum berangkat, aku bersama anak istri lengkap mempelajari “Peraturan Pelepasan TUKIK” di berbagai tempat di Indonesia. Berdasar ilmu itu dan pengalaman pelepasan TUKIK beberapa hari lalu di lokasi yang sama, maka kitapun yakin acara ini hanya sekedar hura-hura saja.

Acara jadi agak kacau karena ban sepeda motor istriku harus mampir dulu ke bengkel untuk ganti ban baru. Setelah itu acara makan siang juga melebar sampai Asar. Alhasil istri dan anakku terlambat menuju lokasi berkumpul. Beberapa teman  sudah meluncur duluan ke pantai sesuai jadwal, sedangkan istri dan anakku masih sholat di warung Mbok Giyem, belakang Samsat Bantul.

Penjelasan Pelepasan Tukik

Penjelasan Pelepasan Tukik

Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai lokasi dan ternyata acara sudah dimulai dengan penjelasan tentang TUKIK, baik pole hidupnya, bahayanya dan lain-lain. Suara sang instruktur yang sayup-sayup sampai membuat acara itu antara ada dan tiada. Tidak terlihat suasana sakral di acara pelepasan TUKIK sore itu dan akupun ikut berbaur dalam suasana santai itu.

Penjelasan Pelepasan Tukik

Penjelasan Pelepasan Tukik

Mereka berkumpul di arena yang dibatasi tali plastik dan diberi gelaran tikar di berbagai sudut. Di pojok sang instruktur memberikan penjelasan di depan tempat penampungan sementara TUKIK sebelum dilepas ke laut. Sang Instruktur ini sudah tidak bisa bergerak bebas, karena penuhnya lokasi oleh anak-anak, maupun orang tua mereka yang terus merangsek ingin mendekati lokasi, baik sekedar melihat maupun mengambil foto TUKIK ketika dimainin anak-anak.

Tukik bebas dimainkan

Tukik jadi bebas dimainkan siapa saja

Sebagian besar peserta tidak ada yang mendengar suara sang Instruktur sehingga merekapun asyik memotret atau memainkan TUKIK di acara penjelasan ini. Orang tua yang jauh dari kerumunan hanya bisa menggerutu karena suara pengeras suara milik pengelola Pantai jauh lebih jernih dan lebih keras dibanding suara sang Instruktur. Andai ada sinergi dua pengeras suara ini tentu acara penjelasan akan lebih bermanfaat, baik bagi peserta pelepasan TUKIK maupun pengunjung pantai yang sekedar mendengarkan berita dari speaker pantai.

Perjuangan membawa Tukik ke pantai

Perjuangan membawa Tukik ke pantai

Setelah penjelasan selesai, maka sang intruktur bersama beberapa orang panitia terlihat sibuk membawa tempat sementara TUKIK untuk lebih mendekat ke pantai dan membagikannya ke peserta pelepasan TUKIK yang juga ikut berlarian ke pantai. Juru foto makin membuat suasana menjadi makin meriah, karena mereka asyik mengambil foto sambil berlarian menuju pantai dengan cara berjalan mundur.

Para orang tua tidak ketinggalan meramaikan acara ini dengan menggendong anak mereka masing-masing yang belum leluasa bergerak secepat orang lain. Ternyata di pantai sudah disediakan lokasi pelepasan TUKIK yang diberi garis. Para peserta hanya boleh berdiri di belakang garis, sementara tukang foto diberi juga lokasi di sebelah kiri rombongan. Tentu maksudnya agar pada waktu mengambil gambar TUKIK bisa sekalian memotret Senja yang indah di pantai.

Berbaris rapi menyaksikan Tukik di awal acara

Berbaris rapi menyaksikan Tukik di awal acara

Yang terjadi adalah para tukang foto ini mengambil gambar TUKIK dengan sesuka hati mereka. Mereka ikut mendekati sang TUKIK dan memotret dengan modus macro. Saat adegan ini lensa tele yang dipakai anakku sudah dimasukkan tas, sehingga anakku bisa konsentrasi memegang dan melepas TUKIK saja. Aku yang bagian motret saja dengan lensa 70-200 mm. Rupanya lensa ini masih kurang panjang, harusnya aku memakai yang 250 mm atau yang 300 mm, dengham demikian hasilnya akan lebih dekat. Aku tidak perlu mendekati TUKIK untuk memotretnya, cukup dari kejauhan saja.

Perjuangan Tukik menuju pantai (hampir terinjak)

Perjuangan Tukik menuju pantai (hampir terinjak)

Kuperhatikan ada TUKIK yang hampir terinjak kaki, ketika sebuah ombak menyambut para TUKIK dan mengembalikan sebagian TUKIK ke bibir pantai di rombongan kaki orang. Seharusnya lokasi TUKIK itu steril dari orang sehingga tidak ada kemungkinan kaki orang menginjak TUKIK yang kembali ke pantai.

Dalam diskusi seusai acara ini, ada usulan dari mas Agung tentang pelepasan TUKIK (anak Penyu) sebagai berikut :

1. Peserta pengadopsi melakukan heregristasi ke KP4

2. Peserta yang sudah heregristasi mendapatkan Batok Kelapa khusus dari KP4

3. Jika semua peserta sudah melakukan heregristasi atau waktu sudah pukul 16.30 WIB, maka KP4 melakukan penjelasan tentang Biologi Penyu ke peserta

4. Tukik diletakkan di bak khusus terlindungi sehingga peserta tidak boleh menyentuh tukik

5. Setelah penjelasan tentang Biologi Penyu, maka tukik dibawa di pantai. Tukik akan dibagi ke peserta pengadopsi yang telah melakukan heregristasi (yang membawa batok kelapa khusus)

6. KP4 menyiapkan tempat pelepasan dengan diberi line (garis pembatas) yang aman dari gelombang besar. Peserta tidak boleh melewati line yang dibuat (tidak boleh di selatan line) agar tidak tercipta lobang bekas injakan yang bisa mengganggu perjalanan tukik ke laut

7. Peserta berjajar di utara line dari barat ke timur dengan tukik masih dibawa dalam batok

8. KP4 memberi aba-aba pelepasan tukik. Tukik dilepas dari batok langsung dengan cara pelan-pelan diletakkan di pasir dengan posisi miring, posisi kepala tukik menghadap ke daratan (utara)

9. Setelah tukik berjalan ke laut maka peserta tidak boleh ada yang mengikuti (melewati line). Jika ingin mengambil gambar disarankan memakai kamera ber-zoom

10. Jika ada gelombang besar yang menyapu tukik sampai ke peserta pelepasan, peserta pelepasan harus berdiri di tempat. Jika pindah tempat dikawatirkan akan menginjak tukik yang tersapu ombak

11. Tukik ditunggu sampai berhasil berenang ke laut semua.

Usul dari Mas Agung ini menurutku sangat bagus. Semoga Peraturan Pelepasan TUKIK dapat segera diterbitkan dan disempurnakan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Kita tunggu saja dan bila perlu kita sumbangkan sebagian dana kita untuk acara ini. Mereka bekerja pasti butuh dana.

Salam sehati.

Perjuangan Tukik menuju pantai

Perjuangan Tukik menuju pantai

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s