21 Agustus adalah Hari Maritim Nasional

Bercengkerama di tepi laut

Sejak Jokowi bicara tentang dunia maritim Indonesia, maka teman-temanku mulai bicara tentang dunia kelautan ini. Aku juga baru tahu kalau tanggal 21 Agustus adalah Hari Maritim Nasional. Sebagai negara yang daerahnya dipenuhi dengan berbagai jenis makhluk laut, maka sudah layak kalau kita cinta pada laut. Itu salah satu sebab aku suka datang ke pantai tiap malam bulan Purnama dan ritual itu sering kujalani saat aku masih muda. Aku cinta laut dan cinta bulan Purnama.

Kini ketika aku mulai bertambah umur, maka aku tetap cinta laut dan bulan ini aku bahkan sudah beberapa kali ke laut untuk melepas Tukik menuju laut lepas. Aku lihat acara pelepasan tukik ini mempunyai banyak hal untuk dikritik, tapi aku melihat dari sisi yang lain. Inilah saatnya kita lebih mencintai alam laut dan isinya. Perbaikan sistem akan bisa ditingkatkan setahap demi setahap.

Menikmati laut lepas di Jogja

Menikmati laut lepas di Jogja

Kawanku yang pejabat sebuah institusi di dunia perlautan bercerita bahwa kita memang harus lebih fokus dalam memahami dunia laut Indonesia. Kita dulu dan sekarang adalah sebuah negara yang lautnya begitu banyak, tapi belum kita optimalkan untuk kemanfaatan bagi rakyat Indonesia. Beberapa kasus malah menunjukkan bahwa orang lain yang telah memanfaatkan dunia laut kita. Dengan kapal-kapal modern, mereka bisa melakukan apa saja di lokasi laut kita.

Gagasan Tol Laut dari Djokowi mungkin dirasa terlalu ambisius dan mungkin susah dilaksanakan. Untuk hal yang satu ini ada beberapa komentar dari kawanku yang kucamkan dalam hatiku. Dia memang pecinta laut dan pemerhati laut yang harus kuakui kebenarannya.

“Pengalamanku mas, banyak kapal laut yang belum tentu bisa mendarat di berbagai pelabuhan Indonesia. Berbagai jenis pelabuhan membuat tidak semua bisa didekati secara optimal oleh segala jenis kapal”

“Jembatan antar pulau itu bagus, tapi ingat transportasi via kapal laut juga perlu terus digalakkan, karena banyak nilai lain yang bisa didapat dari adanya transportasi laut yang memadai”

“Kalau mas Eko membuat jalan agar ekonomi suatu daerah bisa ditingkatkan, maka sama halnya dengan menciptakan trasnportasi laut yang memadai. Itu juga akan meningkatkan ekonomi suatu daerah. Jangan terjebak dengan cerita ayam dan telor, mana duluan meningkatkan ekonomi suatu daerah agar transportasi laut di daerah itu meningkat atau meningkatkan transportasi daerah itu agar ekonominya meningkat?”

Aku hanya mengangguk-angguk saja mendengar cerita dari temanku itu, begitu juga kawan lain yang ikut mendengarkannya. Menjelang hari maritim nasional ke 69 pada tanggal 21 Agustus 2014 nanti aku juga baru sadar kalau wilayah laut kita ternyata mencapai 75% dari seluruh luas NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Betapa luasnya laut kita ini, sementara itu aku belum banyak tahu apa saja yang telah kita manfaatkan dari dunia laut yang begitu luas di negara kita.

Bercengkerama di tepi laut

Bercengkerama di tepi laut

Manfaat laut yang kukenal selama ini paling hanya rumput laut. Itupun sebagian besar hanya kubaca di internet, misalnya :

1. Penghasil agar-agar; manfaat yang paling dikenal ini berasal dari rumput laut jenis Gracilaria spp, Gelidium spp., dan Gelidiopsis spp.
2. Penghasil Peragian; proses kimia peragian dapat memanfaatkan rumput laut dari jenis Eucheuma spp.
3. Penghasil algin atau alginat; alginat dapat dihasilkan dari rumput laut berjenis seperti Sargassum spp.
4. Manfaat lainnya, antara lain sebagai obat tradisional, bahan makanan dan sayuran, bahan kosmetik dan kecantikan, penyerap karbondioksida.

Yang baru kutahu juga adalah manfaat laut untuk konservasi binatang-binatang tertentu yang makin lama makin punah dari laut dan perlu kita bantu pelestariannya untuk menjaga berlangsungnya siklus alam di laut.

Peta pencadangan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Penyu Kabupaten Bantul

Peta pencadangan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Penyu Kabupaten Bantul

Peta di atas kudapat dari kawanku dan sedikit ceritanya kutulis dalam status FB-ku.

Zona merah seluas 19 ha dengan garis pantai 500 meter. yang kuning memanjang itu sekitar 900 meter, karena pantai goa cemara hanya 1,4 km. Di tahun 2011 diusulkan 700 meter zona inti, tetapi setelah diskusi panjang dengan kelompok nelayan, pokdarwis, dan kelompok konservasi maka disepakati 500 meter. setelah 3 tahun diajukan baru diteken oleh bupati. Proses ini membutuhkan pengawalan, baik dari DKP maupun dari sisi hukum oleh temen dosen hukum UAD.

Selain manfaat di atas, ternyata banyak sekali manfaat laut bagi kehidupan kita. mari kita tulis satu demi satu saja di bawah ini.

1. Wahana konservasi alam.

2. Pengatur iklim

3. Sarana transportasi

4. Sarana olah raga dan wisata

5. Perikanan dan pertanian

6. Sumber mineral

7. dan masih ada lagi yang lain, silahkan tuliskan sendiri kalau anda mau menambahkan.

Selamat Hari Maritim Nasional, 21 Agustus 2014.

 

2 komentar

  • Yuk, ikutan Proton Writing Competition dengan hadiah utama sebesar Rp 3.000.000. Info lebih lanjut lihat disini yuk http://www.protonwritingcompetition.com/

    Suka

    • salam

      pada form anda terdapat isian username dan password, hal itu bisa jadi adalah sesuatu hal yang sensitif
      saya sendiri kalau ada isian seperti itu, lebih baik tidak mengisi

      salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s