Hidup Sehat

Sepedaan di Alun alun Solo

Hidup Sehat itu indah, sesuai dengan kalimat “Kekayaan yang nyata itu adalah kesehatan”. Kemarin seharian aku menikmati keindahan hidup ini dalam kesehatan teman-temanku dan kegembiraan teman-teman yang kutemui atau yang ngobrol denganku.

Diawali dengan jalan pagi menuju tempat parkir sepeda, aku sudah bertemu dengan tetangga di simpang jalan yang langsung menyapaku dengan penuh semangat, “PAGI!”, sapanya. Kusambut ucapannya dengan ucapan yang sama dan kuberi seulas senyum termanisku. Diapun ikut tersenyum manis dan berlalu dengan langkah ringannya.

Di depan langkahku kulihat serombongan kakek-kakek yang bercengkerama ria sambil memenuhi jalan karena memang jalan di komplek sangat sepi di waktu subuh usai. Mereka bercerita apa saja dengan riang gembira tanpa perlu membahas susahnya hidup ini. Di mata mereka hidup ini memang hanya senang dan sangat senang.

Sepanjang acara gowes pagi ini, aku juga menemukan keanehan yang membuat dunia menjadi terasa semakin indah. Biasanya jam 5:15 jalan MT Haryono sampai Semanggi selalu padat ramai, sehingga harus sering melakukan pengereman untuk menghindari sepeda motor yang tahu-tahu nyalip dan memotong jalanku.

Rabu, 15 Oktober 2014, jalanan begitu bersahabat bagi para pengendara sepeda di Jakarta bagian Cawang Semanggi. Jalanan hanya ramai di separo jalan, di bagian sisi kiri, tidak ada satupun yang lewat, sehingga pengendara sepeda bisa tancap pedal sekuatnya. Rute 26 km Cawang-Semanggi-HI-Monas-Senen dan Cawang hanya ditempuh dalam waktu satu jam. Wow keren banget pagi ini. Dunia ini rupanya sudah diawali dengan keindahan yang nyata di pagi ini.

Menjelang siang aku diajak rapat mendadak karena ada acara mendadak menjelang habisnya kontrak pak Djokir sebagai Menteri PU. Andai saja undangan rapat ini disampaikan tadi malam, pasti aku langsung menolaknya, karena agenda hari ini sudah penuh dengan agenda rapat yang sudah kita jadwalkan minggu lalu. Bertepatan ketika aku mengundurkan jadwal rapat, pas telpon di mejaku berdering mengajakku rapat mendadak.

“Siap!”, jawabku menerima undangan itu.

Usai rapat aku kembali ke ruanganku karena sudah ditunggu oleh rapat seri selanjutnya. Seorang lelaki sepuh, berumur 71 tahun, menyalamiku dan beramah tamah sebelum rapat dimulai. Pak Sabar dengan wajah sabarnya bercerita padaku tentang berbagai hal yang membuatnya menjadi semakin muda di usia senjanya itu.

“Saya itu sudah bau tanah mas Eko. Pak Djokir itu kakak angkatan, selisih satu tahun dan sekarang usianya pasti sudah 72 tahun karena aku baru 71 tahun. Jadi mari kita nikmati hidup ini dengan berbagi manfaat pada teman-teman seangkatan adikku, karena yang seangkatan dengan aku sudah banyak yang mendahului dipanggil”

“Dulu saya itu sering marah-marah, sehingga wajah saya jadi jelek, sekarang saatnya untuk jauh dari marah karena itu mengundang banyak penyakit”

“Saatnya kita mulai lebih rajin tersenyum”

Gowes Pagi bersama senyum manis

Gowes Pagi bersama senyum manis

Siang ini begitu indah dengan banyak nasehat nyata dari pak Sabar, meskipun disampaikan dengan cara yang sangat sederhana tanpa emosi yang meledak-ledak. Semuanya mengalir tenang dan lancar, semua petuahnyapun selesai dengan lembut diiringi sebuah senyum sederhana.

Malam menjelang tidur, kulihat notifikasi di FB dan kuketik kalimat pendek tentang dunia tulis menulis di internet. Ternyata sambutan teman-teman bersahutan bagai pasar “manuk” (burung), akupun terpancing untuk ikut berinteraksi dengan teman-teman di dunia maya.

Pembahasan tentang dunia tulis menulis di dunia maya memang selalu menarik minatku, sehingga tanpa terasa badan ini seharusnya sudah diberi haknya untuk istirahat. Bila ingin Hidup Sehat, maka kita harus punya jadwal tidur sebelum jam 23.00 dan bangun sebelum subuh, begitu yang pernah kutulis dalam artikel “Pikiran, Tubuh dan Jiwa” di blog ini juga.

Aku juga pernah diberi pelajaran tentang perlunya mengatur waktu menulis dari seorang wanita hebat. Mbak Salsabela bilang,”kalau mau menulis jauhkan dulu sosial media dari pikiran kita dan dari tangan kita, maka tulsian akan lancar!”

Ups !

Akupun langsung membuat status di FB “Sadar Donk, jangan terlalu jadi babu gadget. Taruh dan tidur sekarang”.

Salam sehati, semoga hidup sehat menjadi salah satu tujuan kita agar lebih bisa beribadah padaNYA. Amin.

Hidup itu indah, yuk Rafting di Sungai Elo

Hidup itu indah, yuk Rafting di Sungai Elo

 

 

4 komentar

  • klo mainan gadget yg olahraga cuman ibu jari tangan doang. kadang gadget selain membuat malas olahraga juga membuat orang malas silaturahmi langsung. malahan yg deket aja kadang dicuekin hehe

    Suka

    • yes !:-)

      salam sehati

      Suka

  • Saya juga merasakan terlalu banyak sosial media membuat kita kurang sehat, kurang produktif. Cuma kalau ada gadget ditangan saat menulis, bila membutuhkan refrensi, mudah sekali menemukannya 🙂

    Suka

    • Salam.
      Banyak yang seperti itu di antara teman-teman kita.
      Semoga kita bisa membagi prioritas saat berbagi ilmu di sosial media dan saat kita menulis.
      Amin.

      Salam sehati.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s