Lilo dan Sepeda

Lilo Gowes Lebaran

Ini kisah Lilo dan Sepeda yang terjadi setahun yang lalu, tepatnya tanggal 5 Nopember 2013. Pada hari itu Lilo terlihat di foto tidak seperti sekarang, jadi aku baru ngeh bahwa Lilo sekarang sudah besar. Foto yang kulihat di tahun itu adalah foto Lilo waktu di Taman Margasatwa Gembira Loka bersama seekor ular.

GL Zoo 07 5 Nopember 2013

GL Zoo 07 5 Nopember 2013

Ceritaku tentang Lilo diawali dengan sebuah diskusi di ruang tamu antara Lilo, Luluk dan aku sendiri. Inilah petikan diskusinya.

Waktu itu aku ngobrol dengan Lilo soal sepeda. Kebetulan mbak Luluk ada di ruang tamu, tempat diskusi itu, dan ikut mendengarkan sambil terheran-heran mendengar cerita Lilo tentang sepeda termahal yang kita punyai.

“Jadi dimana sekarang sepeda itu mas?”, kataku heran, setelah menyadari bahwa ada sepeda yang tidak ada lagi di rumahku.

“Di rumah temanku”, jawab Lilo kalem

“Hmmm… kenapa?”

“Biar kalau aku pas ingin sepedaan dan aku ngajak dia, maka dia tidak perlu repot nyari sepeda”

“Maksudnya saat mas Lilo ingin sepedaan, tinggal ngajak dia dan dia tidak perlu nyari sepeda lagi?”

“Iya, kan dia tidak punya sepeda”

“Tahukah Lilo kalau sepeda itu adalah sepeda termahal yang kita punyai”

“Tapi sepeda itu setiap hari di parkiran dan gak ada yang pakai lagi pak …”

“Ya gimana mau pakai, kan sepedanya di rumah temanmu?”

“Sepeda itu juga sudah rusak kok, sudah ada bunyi-bunyiannya…”

“Ya kalau rusak mari kita perbaiki. Kalau ditaruh di rumah temanmu, apa gak sepeda itu malah makin rusak?”

Diskusi itupun berakhir dengan tanpa keputusan. Rumah kita yang tempat parkirnya sudah penuh dengan sepeda dan sepeda motor memang kurang memadai kalau mau ditambah satu sepeda lagi.

Di rumah yang satunya, ada juga sebuah sepeda lipat yang kulihat juga sudah makin tidak terurus. Sepeda punya mbak Lita dan mbak Luluk juga sudah lama tidak kulihat lagi. Setahuku sepeda itu dulu diperbaiki oleh Omnya tapi terlalu banyak yang harus diperbaiki, akhirnya malah jadi tidak jelas kabarnya.

Mungkin Lilo memotret kondisi parkir sepeda di rumah yang sudah dianggap tidak memadai lagi dan timbul inisiatif untuk meminjamkan sepedanya ke temannya. Aku sendiri setiap bersepeda hanya fokus pada sepeda Specialized yang jadi tungganganku, sehingga sepeda lainnya tidak kuperhatikan lagi.

Semua itu membuat Lilo berinisiatif untuk membersihkan lokasi parkir sepeda di rumah agar tidak menyesakkan pandangan mata yang melihatnya. Lilo yang baik hati memang anak yang cerdas dan suka berbagi dengan siapa saja. Dia tidak berpikir bahwa sepeda itu punya harga tapi melihat dari sisi sepeda itu tidak ada yang memakai.

lilo 2003 05

Setahun telah berlalu dan saat ini Lilo lebih sering memakai sepeda Specializedku. Pasti dia juga melihat aku lebih sering memakai Mosso daripada Specialized, sehingga dia langsung mengklaim sepeda itu sebagai sepeda sehari-harinya. Akupun jadi tidak punya lagi sepeda MTB.

Lilopun saat ini sudah tidak mau lagi ikut sepedaan seperti biasanya. Dia sudah jauh dari sepeda meskipun tiap hari ke sekolah dengan sepeda. Dia lebih suka basket, olah raga yang memerlukan kecepatan lari terkencang dari kondisi diam. Olah raga yang lebih menguras stamina.

Biarlah Lilo rajin main basket atau renang, itu masih lebih baik daripada keluyuran tanpa arah atau diam di depan komputer berjam-jam membaca komik atau nonton film. Konsekuensinya kaca mata Lilo makin meningkat minusnya. Semoga saja Lilo makin memperhatikan kesehatan mata dan tubuhnya. Aamiin.

Lilo Gowes Lebaran

Lilo Gowes Lebaran

4 komentar

  • !

    Suka

    • ?

      Suka

  • hii

    Suka

    • Hii juga

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s