Sepeda Gunung Polygon kembali beraksi

Liburan itu nyanyi berdua

Setelah selesai acara BluXpit2014 di Jogja, maka sepeda Willier RB (Road Bike) kembali beristirahat dan sepeda Gunung Polygon Heist 5 kembali beraksi setelah lama tersimpan di parkiran. Polygon Heist 5 ini sudah lama tidak kunaiki, setelah aku asyik bermain di sepeda jenis RB, padahal dulunya setiap hari Rabu aku selalu rutin menaiki sepeda ini.

Setiap ada temanku yang bertanya padaku tentang jenis sepeda yang optimal penggunaannya, maka aku selalu mengarahkan untuk memilih sepeda jenis Hybrid ini. Bagaimana tidak, temanku biasanya memintaku mencarikan sepeda yang bisa dipakai di jalan offroad maupun yang juga bisa dipakai di jalan onroad.

Meski demikian aku juga selalu menjelaskan tentang kekurangan sepeda jenis ini, disamping beberapa kelebihannya. Kekurangan yang pertama adalah kecepatan maksimalnya yang tidak bisa secepat RB, padahal sudah memakai gigi depan paling besar dan gigi belakang paling kecil. Apalagi kalau kita lupa tidak mematikan peredam kejut garpu depan, maka kecepatan sepeda ini pasti akan makin jauh dari sepeda RB.

Lucunya, bagi temanku pengguna sepeda gunung MTB (Mountain Bike), malah justru sering memakai sepeda MTB untuk acara sepedaan bersama komunitas RB di Jakarta. Alasan yang disampaikan sangat sederhana dan membuat kita selalu tersenyum mendengarnya.

“Dengan sepeda ini, maka untuk jarak yang sama, aku bisa membakar kalori lebih banyak dan tetap tidak tertinggal terlalu jauh dari rombongan”

Apalagi kalau bertemu dengan situasi jalan yang macet, maka beda kecepatan antara sepeda RB dan MTB jadi tidak signifikan lagi, bahkan Polygon Heist 5 justru lebih lincah di jalanan yang macet. Rem cakramnya juga sangat memadai untuk menghentikan laju sepeda, berbeda dengan rem “V” (V brake) untuk sepeda jenis balap (RB).

Jatuh itu biasa pagi pesepeda

Jatuh itu biasa pagi pesepeda

Pengalamanku jatuh di jalan aspal dengan sepeda balap (RB) membuatku sempat trauma untuk naik sepeda lagi. Untungnya dukungan dari teman-teman sangat membantuku untuk kembali mengayuh sepeda. Dokter begitu teliti merawatku dan hanya dalam hitungan 7 hari, aku kembali turun ke jalan untuk mengikuti acara BluXpit2014 Bandung Jogja 400 km.

Minggu, 21 Desember 2014 adalah acara liburan kantor dan aku yakin liburan kali ini akan menjadi liburan seru dengan sepeda impian. Istriku akan datang ke Jakarta dan dia akan naik sepeda Heist 5, sedangkan aku sendiri akan naik sepeda baruku Wilier. Selama ini, aku memang hanya bercerita sepintas lalu kalau aku mempunyai sepeda Heist 5 di Jakarta, tapi pasti istriku mengira kalau dia akan naik sepeda polygon lainnya, bukan Heist 5. Pasti pikirnya aku sendiri yang akan naik sepeda Heist 5.

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Sepedaku yang lain (Giant biru) memang baru saja kujual, sehingga aku harus mengirim sepeda satu lagi untuk kunaiki di acara liburan itu. Aku langsung telpon adikku untuk mengirim sepeda Wilier merah, sehingga aku bisa mempersilahkan istriku naik Polygon Heist 5. Aku yakin beberapa kelebihan sepeda itu pasti akan disukai istriku.

Selama ini setiap berpindah gigi sepeda, istriku biasanya merasa kurang nyaman dan kali ini dia pasti akan merasa nyaman ketika memakai Polygon Heist 5. Inilah seri tertinggi dari Heist. Aku pernah mencoba berbagai macam seri Heist, tapi merasakan kenyamanannya, maka lebih baik memakai Heist 5 dibanding heist 4 atau apalagi Heist 3. Selisih harganya tidak terlalu jauh, tapi kenikmatannya sangat jauh.

Polygon Heist 5 di Monas Jakarta

Polygon Heist 5 di Monas Jakarta

Rabu pagi tadi, aku mencoba rute Cawang-Kampung Melayu-Casablanca-Monas-Senen-Jatinegara-Otista-Cawang. Rasanya berbeda sekali dengan saat aku sering naik sepeda RB di rute mingguan ini. Jalan model apapun tidak terasa menyakitkan di tangan atau di pantat, semuanya dilahap dengan nyaman oleh Heist 5.

Hari ini lebih terasa nyaman, karena semua sepeda motor tidak diperbolehkan melewati jalan protokol. Kitapun melaju dengan tenang di jalan yang tidak seramai biasanya. Tidak salah rasanya kalau temanku ingin beli sepeda dan kusarankan memakai jenis sepeda Heist 5. Untuk jalan beraspal, maka peredam kejutnya bisa dimatikan dulu dan dihidupkan lagi bila melewati jalan offtoad.

Rasanya sudah tidak sabar menunggu hari libur Minggu ini, sudah ingin segera naik sepeda berdua dengan istri tercinta, mengarungi sepanjang jalan Jakarta yang baisanya riuh oleh deru kendaraan bermotor. Ini akan jadi liburan seru dengan sepeda impian bagiku dan bagi istriku.

Liburan itu nyanyi berdua

Liburan itu nyanyi berdua

9 komentar

  • Ping-balik: Bike Friday | Es Ha Pe Blogger Jogja

  • Ping-balik: Sepeda Sendirian | Es Ha Pe Blogger Jogja

  • Ping-balik: Jogja Kota Sepeda | Es Ha Pe Blogger Jogja

  • Terima kasih atas infonya, artikel ini sangat bermanfaat.

    Suka

    • Salam @Alhira

      Senang membaca bahwa artikelku ini bermanfaat.
      Alhamdulillah.

      Salam

      Suka

  • Salam Heist…saya Heist 4 pak Eko…
    ada trik atau saran buat bermain speed dengan sepeda Heist?

    Suka

    • Salam Heister

      Saya pernah nyoba Heist 4 dan dilihat dari beberapa sisi tidak banyak bedanya, memang sebenarnya tetap unsur Man behind the PIT yang menentukan.
      Kalau mau lebih kenceng dari biasanya ya ganti ban yang lebih tipis, tapi pasti ada sisi yang lain yang dikorbankan.
      Itu juga menjadi pemikiranku mas Fajar.

      Salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Polygon Heist 5 | Es Ha Pe Blogger Jogja

  • Ping-balik: Selamat Tinggal BluXpit2014 selamat datang BluXpit2015 | Es Ha Pe Blogger Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s