Jakarta International City Tour 2015

Medali Herbalife International City Tour 2015

Menu Herbalife tahun ini adalah acara “Jakarta International City Tour 2015”, sama seperti tahun lalu, tetapi dikemas sedikit berbeda. Aturan lebih tertib dan kecepatan dinaikkan stratanya, dari 26 km/jam menjadi 28 km/jam, sedangkan untuk yang tingkat profesional, tetap pada kecepatan 36 km/jam, sehingga sebelum berkeringat rombongan ini sudah masuk finish.

Para goweser dengan kecepatan rata-rata 28 km/jam juga terlihat masih segar ketika memasuki pitstop di km 63, tepat di depan hotel Aston. Setelah istirahat beberapa menit, barulah mereka mulai merasakan panasnya kota Jakarta, sehingga beberapa goweser, terutama dari luar negeri, ada yang menaikkan sepeda ke mobil yang kita bawa, B 6035 C (B GOES C).

Bule kehausan Herbalife 2015

Bule kehausan Herbalife 2015

Pada sepuluh KM terakhir, rupanya panitia sudah ingin segera kembali ke lokasi start, sehingga mereka mempercepat mobil pemandu jalan dan meninggalkan kelompok pesepeda berkecapatan di bawah 28 km. Beberapa pesepeda terlihat tersesat karena petunjuk yang kurang jelas menujelang finish.

Tertulis di petunjuk panitia, bahwa jika tidak ada petugas dari panitia, maka ambil jalan yang lurus, tetapi menjelang sampai lokasi finish ada jalan simpang yang tidak ditunggui panitia, sehingga peserta bingung harus memilih jalan ke kanan atau ke kiri.

Herbalife Cawang 2015

Herbalife Cawang 2015

Ada juga salah satu peserta yang nekad tetap memakai sepeda lipat, padahal di aturan jelas tertulis tidak diperbolehkan memakai sepeda lipat. Demikian juga ada salah satu peserta yang tidak memakai jersey peserta tetap dapat mengikuti rombongan sampai finish.

Jersey Resmi Herbalife 2015

Jersey Resmi Herbalife 2015

Namun secara keseluruhan acara ini boleh dikatakan sukses, terlihat dari wajah-wajah segar sumringah dari beberapa peserta yang menimang-nimamg medali dari panitia. Mereka asyik bergerombol, becerita sepanjang perjalanan yang telah dilalui dan sebagian lagi terlihat asyik antri untuk poto gratis dari panitia berlatar belakang panggung panitia.

Rute Herbalife 2015

Rute Herbalife 2015

Pada grup pesepeda dengan kecepatan 36 km/jam, terlihat semua goweser mempunyai irama yang sama dalam mengayuh sepeda masing-masing. Berbeda dengan pesepeda dengan kecepatan 28 km/jam, mereka mengayuh sepeda menurut selera masing-masing dan kecepatan masing-masing yang beragam. Merekapun saling salip dan saling didahului oleh pesepeda yang ingin di rombongan paling depan.

Puluhan sepeda harus bertabrakan sepanjang perjalanan. Satu sepeda jatuh, maka paling tidak 3 sampai 5 sepeda di belakangnya ikut terjatuh. Jarak masing-masing pesepeda memang hanya sekitar 1 meter atau setengah meter, sehingga begitu ada pesepeda di depan yang jatuh, maka pesepeda di belakangnya sudah susah menghentikan sepedanya.

Kalau kuperhatikan beberapa pesepeda yang jatuh adalah karena tidak fokus melihat jalan, mereka mengobrol atau menyalami temannya dan kehilangan perhatian pada apa yang ada di depannya. Mirip dengan kasus jatuhnya sepedaku di Nanggulan Jogja tahun lalu. Karena asyik ngobrol, aku tidak fokus lagi dengan kondisi jalan yang berpasir, basah karena hujan dan menikung tajam.

WSKT Herbalife Aston Jakarta

WSKT Herbalife Aston Jakarta

Selesai menempuh jarak 103 km, aku teringat untuk menyelesaikan rute ini sampai ke km 115, sehingga akan mendapat badge Granfondo 115 km. Sayangnya semua peserta dari WSKT sudah ingin mandi, membersihkan badan dan kemudian lanjut ke warung Medan yang ada di dekat lokasi finish. Jadilah keinginan untuk mendapat GF 115 terpaksa ditunda.

Tim WSKT Herbalife Jakarta

Tim WSKT Herbalife Jakarta

Menjelang puasa tahun ini memang direncanakan untuk bersepeda Jogja Semarang pp, sehingga dipastikan akan mendapat GF 115 bila dapat menyelesaikan rute ini. WSKT sudah mengumumkan pendaftaran gowes Jogja Semarang pada tanggal 13 Juni 2015 nanti dan pengalaman dari event ke event yang diadakan, WSKT selalu penuh ceria saat melaksanakan acara gowes jarak jauh.

Meski demikian yang patut kita renungkan adalah nasihat tentang perlunya gowes rutin dibanding gowes jauh tapi tidak rutin. Gows rutin yang bermanfaat adalah gowes selama setengah jam sehari dan seminggu cukup dilakukan 3 hari.

Setelah sekian bulan bersepeda, maka Herbalife sudah menunjukkan kondisi kesehatanku saat ini. Umur 55 tahun dan usia sel masih 46 tahun. Lemak tubuh masih lumayan normal, begitu juga kadar air dalam tubuhku masih dalam range aman. Tahun lalu beratku hampir mencapai 80 kg dengan tinggi 160 cm dan ukuran celana 38, saat ini dengan berat badan yang relatif di atas 70 kg ternyata ukuran celanaku sudah berubah menjadi 34.

Semua celanaku jadi longgar semua !:-)

Medali Herbalife International City Tour 2015

Medali Herbalife International City Tour 2015

Action terkenang dengan Herballife ada di Youtube

5 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s