Penipuan via FB

Facebook eshape

Teman-temanku dengan enteng mengomentari masukan dariku tentang pentingnya menjaga diri saat orang lain membajak akunnya. Penipuan via Facebook (FB) memang makin marak menjelang lebaran ini, sehingga sang penipu berusaha sangat keras untuk meyakinkan yang ditipu agar mempercayai tipuannya.

“Mas Eko, dari tata bahasanya saja sudah terlihat kalau mereka menipu, jadi pasti tidak akan ada yang tertipu dengan kalimat seperti itu”

Dari sisi pandang temanku, kalimatnya sudah betul, tapi dari sisi pandangku tetap ada hal yang patut dicermati. Ada kawanku yang kenalannya harus hutang uang untuk memenuhi tipuan dari sang penipu, begitu juga ada orang luar negeri yang tertipu karena sebuah surat elektronik yang menyatakan bahwa temanku sedang perlu uang saat ini.

Penipuan via FB

Penipuan via FB

Membaca redaksi kalimat yang disampaikan sang penipu, pasti kita maklum dan paham bahwa mereka adalah penipu, tetapi bagi yang tidak seteliti kita dan begitu dekat hubungan emosinya, maka mereka akan mudah tertipu. Begitu juga surat elektronik dalam bahasa Inggris yang disampaikan penipu, pasti tidak akan kita tanggapi, karena tidak mungkin kawan kita menulis kepada kita dalam bahasa Inggris.

Ternyata surat dalam bahasa Inggris itu sampai ke teman kita yang berasal dari luar negeri dan diapun masuk tipuan dari sang penipu, karena menganggap kita benar-benar sedang kesusahan. Surat dalam bahasa Indonesia juga beredar dan makin ketahuan saat dibaca, karena redaksionalnya sangat lucu, tetapi kalau surat itu dalam bahasa Inggris, kita sulit menemukan kelucuannya.

Penipuan via email

Penipuan via email

Temanku mencoba mengambil alih akun FB yang dibajak dengan memakai email yang dia pakai untuk mendaftar di FB. Ternyata emailnya juga dibuat tidak berfungsi, sehingga upaya mengganti password FB gagal. Akibatnya sang pembajak alias sang penipu tetap leluasa menipu dengan memakai akun FB yang dibajak.

Pagi ini aku mencoba ambil kembali pengelolaan email dari kawanku dengan melakukan klik pada forgot password. Google akan membimbing kita untuk memperbarui password email kita melalui verifikasi dua langkah. Disinilah perlunya kita mengaktifkan verifikasi dua langkah dalam akun google. Yang paling perlu adalah nomor ponsel kita dan nomor ponsel cadangan saat ponsel yang didaftarkan ternyata tidak bisa menerima bantuan saat mengganti password.

Setelah email aman diambil alih, maka langkah selanjutnya adalah melakukan klik pada forgot password saat masuk ke akun FB. Selanjutnya, FB akan membimbing kita untuk mengamankan situs FB kita. Perlu 24 jam untuk menunggu hidupnya FB kita yang dibekukan sementara oleh admin FB.

Cara yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan, tetapi tidak banyak yang melakukan hal ini. Semoga para penipu itu tahu bahwa perbuatan tidak baik ini tidak akan mendatangkan berkah buat mereka. Uang yang mereka dapat akan hilang begitu saja.

Semoga.

Facebook eshape

Facebook eshape

11 komentar

  • Emang bener tuh penipuan via fb makin marak malahan banyak anak smp-sma yang berani menipu orang 😦

    Suka

  • sekarang dimana-mana selalu ada penipuan gan terutama dunia maya..
    penipuan marak terjadi dan penipu nya tidak takut bahkan terus menipu..

    Suka

    • betul 🙂
      perlu kepedulian kita agar tidak hanya suka internet, tapi juga mempelajari penipuan yang mungkin terjadi di internet

      Suka

      • aha

        Suka

  • jadi transfer uangnya pak eko?

    Suka

    • saya dari awal sudah tahu kalau yang minta duit itu penipu, jadi saya puter-puter sampai akhirnya dia blokir saya
      setelah itu saya komunkasi dengan yang punya akun dan berdua kita rebut kembali akun email maupun akun fb yang tadinya dikuasai sang pembajak
      itulah gunanya kita selalu mengaktifkan pengamanan dua langkah dengan memasukkan nomor handphone kita

      salam gowes mas Bagus

      Suka

      • syukurlah.. 🙂

        Suka

        • Pembajaknya rupanya tidak mau menyerah, dia kloning akun teman saya itu dan akhirnya dipakai lagi untuk menghubungi korban baru penipuannya.
          Langkah terakhir saya pakai langkah lapor pada admin FB, setelah itu nama akun kloningan tidak muncul di FB lagi.
          Semoga masalah dah klir 🙂

          Makasih atensinya mas Bagus 🙂

          Suka

          • Oke! 😀

            Suka

  • “Penipuan via Facebook (FB) memang makin marak menjelang lebaran ini” –> Penipu butuh THR buat beli baju pak 🙂

    Suka

    • iya kayaknya masbro 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s