Goweser tak kenal pensiun

Teman dan sahabat paling setia

Aku sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba, itulah hari pensiunku. 14 September bukanlah hari keramat, tapi menjadi bermakna dalam, karena itulah hari aku dilahirkan di dunia ini. Itulah hari aku mendapat pertanda akan pensiun dalam bekerja, tetapi benar kata teman-temanku “Goweser tak kenal pensiun!” dan akupun masih sama dengan aku yang dulu-dulu.

Inikah pensiun ? Hari dimana kita istirahat dan tidak aktif lagi bergerak ?

Gowes S3Gama

Gowes S3Gama

Beberapa kasus di depan mataku adalah hari pensiun dari seseorang yang sangat indah, sementara itu di kasus lain kutemui hari pensiun adalah hari yang menyesakkan. Gaji sudah nol dan pengeluaran tidak mudah untuk dikurangi. “Besar pasak dari pada tiang”

Beraktifitas sesudah masa pensiun bukan pekerjaan yang mudah bagi beberapa orang. Diperlukan tekad yang amat kuat untuk menikmati masa pensiun dengan senyum di bibir.

Tahun 1971, aku duduk merengut ketika orang tuaku tidak mengijinkanku untuk melakukan pesta ulang tahun di rumah. Akhirnya orang tuaku harus melakukan sesuatu yang mungkin tidak mereka inginkan untuk mengadakan pesta ulang tahun di rumahku.

Itu kenangan masa SMP yang terus kuingat dan akan selalu terbayang wajah ke dua orang tuaku yang saat itu ada di depanku. Bapak sedang menjahit dan ibu membantu bapak mengerjakan jahitan yang lain. Bapak yang tukang poto kemudian memotretku bersama tumpeng nasi kuning di hari ulang tahunku. Itu acara ulang tahun yang kupaksakan di rumahku.

Masa SMA, ketika aku dan grup nakalku sering mendatangi acara ulang tahun teman-teman SMA yang tidak kita kenal, aku kembali mengadakan acara ulang tahun. Ini acara ulang tahun yang sangat berkesan, semua anggota keluargaku, termasuk keluarga pak Dhe Kemetiran, ikut andil menyiapkan acara ini.

Setelah itu aku baru berpikir, darimana biaya acara itu ya ?

Keluargaku yang kucinta

Keluargaku yang kucinta

Akhirnya tahun-tahun sesudahnya aku tidak pernah lagi mengadakan acara seperti masa SMA itu. Yang ada adalah perayaan ulang tahun yang sangat terbatas. Aku hanya bersama teman-temanku yang dekat dengan keluargaku saja. Hanya beberapa orang saja dan tidak ada acara seremonial. Acara hanya ngobrol bersama, bersenda gurau di semua sudut rumah.

Mulai kenal friendster dan akhirnya facebook, selalu kebanjiran ucapan ultah di dunia maya. Bertahun-tahun selalu tidak sanggup membalas semua ucapan ultah yang masuk. Sampai dua tahun lalu, aku mulai merasakan berkurangnya jumlah teman maya. Sebenarnya jumlah teman masih ada dengan jumlah yang pas kuota pertemanan dan permintaan pertemanan masih antri, tetapi komunikasi sudah tidak seaktif dulu lagi.

Keluarga BeBlog

Keluarga BeBlog

Teman dunia maya memang semakin sedikit, tetapi justru teman dunia nyata makin terlihat keberadaannya. Dengan jumlah teman dunia maya yang semakin sedikit itu memang membuat waktu jadi lebih terasa longgar untuk teman dunia nyata dan rupanya itulah yang makin dibutuhkan di dunia ini.

Jadi ingat rumus pertemanan dalam dunia TDA (Tangan Di Atas), teman dunia maya itu sangat penting, tetapi teman dunia nyata adalah dasar dari semua pertemanan. Dunia online dan dunia offline sebaiknya memang bersinergi. Pertemanan dunia offline jadi makin sakti ketika bisa memanfaatkan pertemanan dunia online.

Keluarga WSKT

Keluarga WSKT

Pertemanan di dunia Jogja Gowes jadi meledak, ketika sarana dan prasarana pertemanan di dunia online ikut berbicara. Dalam waktu beberapa bulan saja pertemanan sudah ribuan jumlahnya dan sebagian besar dari teman-teman baru itu nyata adanya.

Yang tadinya hanya kenal nama, ternyata pada akhirnya bertemu muka dan berjabat erat dalam pertemanan yang penuh senyum. Dunia terasa makin indah dan kesehatan badan terasa makin meningkat di usia yang makin berumur. Benar kata orang,”goweser tak kenal pensiun”, seusai satu kegiatan, kegiatan yang lain sudah menunggu. Rute baru selalu ada dalam kehidupan ini.

Teman dan sahabat paling setia

Teman dan sahabat paling setia

Dalam hidup ini,  semua orang memang mempunyai kelemahan maupun kekuatan dan aku sangat yakin bahwa kekuatanku adalah pada teman-teman yang ada di sekelilingku. Bersama mereka aku menikmati hidup dan saling memudahkan menikmati hidup dan kehidupan ini.

Lagu “That’s what friends are for” menemaniku menikmati hidup di sore hari ini.

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came in loving me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Oh and then for the times when we’re apart
Well then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember

4 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s