Jakarta Hujan

Jalan kaki via Endomondo

Selama tiga hari, sebelum subuh, kunikmati suasana sejuk sampai terbit fajar alias tidak ada kegiatan Gowes pada hari itu. Inilah hari Jakarta Hujan dimana-mana. Di televisi pihak BMKG menjelaskan cuaca sela sepekan ini memang hujan ringan sampai sedang, artinya tidak akan terjadi genangan, tapi reporter TV menunjukan lokasi-lokasi air menggenang menyebabkan lalu-lintas terkendala.

“Apakah bukan karena ada imlek pak?”, kata sang reporter.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa kalau imlek diadakan pada sekitar bulan Januari Pebruari pasti kemungkinan hujan itu ada, tapi kalau diadakan bukan pada musim penghujan maka biasanya tidak terjadi hujan. Sama dengan hari lebaran, kalau bukan musim penghujan maka penjual terompet tidak akan kehujanan.

“Sebaiknya pada musim penghujan berita tentang hujan mengacu pada sumber berita yang resmi, terutama berita twitter”, jelas pihak BMKG.

Pagi ini aku sendiri belum melihat situs BMKG, tapi aku sudah berkicau tentang #JakartaHujan “Kalau terpaksa ikut libur”, maklum sudah kangen gowes terpaksa libur 3 hari.

Bagi goweser sebenarnya cuaca hujan tidak menjadi masalah, asal bukan hujan badai yang membuat jalan jadi terganggu. Beberapa kali aku mengikuti acara gowes bersama dalam cuaca hujan. Berhenti kala hujan deras dan gowes lagi ketika hujan sudah agak reda.

Berhenti ketika hujan, setelah reda gowes kembali

Berhenti ketika hujan, setelah reda gowes kembali

Memang rasanya ada yang hilang ketika hujan turun sebelum acara gowes, beda dengan ketika turun saat acara gowes, rasanya males sudah lebih dahulu muncul. Saat menuju bukit Mangunan via Bukit Bintang Pathuk hujan baru turun ketika masuk Piyungan dan sedikit reda ketika jalan mulai menanjak. Kamipun menikmati hujan dengan suka cita, terus melaju dengan berbekal jaket anti air, beberapa goweser malah tetap dengan jerseynya, tidak terpengaruh hujan.

Gowes hujan tanpa jas hujan juga enjoy

Gowes hujan tanpa jas hujan juga enjoy

Beberapa goweser memang wanti-wanti kalau sedang mengayuh sepeda dalam suasana hujan. Mereka khawatir dengan kondisi jalan yang licin dan menurun, seperti yang kualami ketika di Nanggulan sepedaku meluncur tanpa terkendali dan mencium aspal dengan mesra dan sukses. Jerseyku tidak robek, tapi meninggalkan luka yang perih dibalik jerseyku.

Inilah beberapa tips gowes dikala hujan yang umum :

  1. Bawa kantong plastik untuk pembungkus ponsel dan barang lain yang bisa rusak bila terkena air hujan.
  2. Gunakan rem secara baik, tidak mendadak, apalagi di jalan menurun dan licin.
  3. Gunakan jas hujan untuk menjaga badan tetap kering, meskipun harga jas hujan yang nyaman dipakai saat hujan kadang-kadang membuat dahi berkerut 🙂
  4. Fokus pada jalan karena pengguna jalan yang lain kurang fokus dengan sepeda pancal dan hidupkan lampu saat mengayuh sepeda

Dalam kondisi Jakarta hujan, maka gowes di pagi hari mulai dipikirkan kembali, karena macet makin menggila dan pasti akan membuat suasana hati jadi tidak nyaman. Akupun menuruti anjuran temanku bahwa olah raga bisa dimana-mana dan tidak mengenal cuaca. Akupun melakukan olah raga jalan kaki dikala hujan di depan kamar dan ketika hujan reda keluar kompleks untuk menikmati udara segarnya alam pagi. Yang penting adalah waktu olah raga minimal 30 menit secara menerus dan dilakukan secara rutin.

Jalan kaki via Endomondo

Jalan kaki via Endomondo

Hasilnya ternyata lebuih dari 3 km dan membakar kalori lebih dari 1.000 kalori. Wouw ! Lumayan juga kalau melihat hasilnya, tapi kalau melihat perjalanannya cukup membosankan juga berlarian di depan kamar dan diketawain pembantu rumah tangga.

“Tiada hari tanpa olah raga pak?”, kata sang pembantu sambil mengepel lantai,

Aku cuma tersenyum saja, memang Jakarta hujan membuat kegiatan rutin menjadi berubah. Enaknya di Jogja saat ini. Dari time line mapun dari strava kulihat teman-temanku asyik bergowes ria. Jogja belum hujan di subuh hari jadi kegiatan gowes masih bisa dinikmati, seperti gowesku di Kulon Progo beberapa hari lalu. Jogja memang sorganya gowes.

Menuju belik kayangan Kulon Progo

Menuju belik kayangan Kulon Progo

8 komentar

  • Biar hujan tapi tetap semangat gowes

    Disukai oleh 1 orang

    • Yesssss !!!!

      Suka

  • Jakarta belakangan hari ini memang di guyur hujan, jalanan jadi tambah macet dan kegiatan tidak bebas seperti hari biasa. Setelah Februari kemungkinan Gowes nya kembali normal mungkin ya pak 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • biasanya begitu ya mas Abid 🙂

      Suka

  • istriwahyudi.blogspot.com

    Disukai oleh 1 orang

    • sudah mampir mbak ke TKP 🙂

      Suka

  • Assalamualaikum, mas eko mbak yeni bagaimana kabarnya?? sedang blogwalking tiba-tiba nemu blog ini, semoga masih ingat saya istri mas didik bancaan yang skg menetap di purwodadi grobogan. semoga sehat selalu ya…salam dari purwodadi

    Disukai oleh 1 orang

    • Wa’alaikum salam

      Salam sehat mbak, ini alamat blognya ya mbak http://istriwahyudi.blogspot.com
      Saya juga mau nengok blognya

      Salam sehat

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s