Gowes Ceria PPTR

ibu Direktur meramaikan gowes Ceria PPTR

Tidak seperti biasanya, Gowes Ceria kali ini menempuh rute pendek tetapi dilaksanakan jauh dari Jakarta. Perjalan menuju start menempuh jarak ratusan kilometer, tetapi mengayuh sepeda cuma beberapa kilometer saja. Inilah “Gowes Ceria PPTR” yang memecahkan rekor, dihadiri oleh banyak Direktur, baik Direktur Waskita maupun direktur anak perusahaan Waskita.

Komunitas WSKT yang sudah terbiasa menempuh rute jarak jauh malah berpikiran untuk melanjutkan kayuhannya sampai Semarang, mumpung sudah di pantura dan tinggal mengayuh beberapa ratus kilometer lagi. Aku sendiri pasti enggan mengikuti saran sesepuh komunitas WSKT, banyak kendala kalau kita melanjutkan kayuhan sampai Semarang. Jadi kita puaskan diri untuk mengawal peserta “Gowes Ceria PPTR” dengan santai saja.

Pada survei rute dowes di jalan tol beberapa waktu yang lalu, sudah ketahuan kalau banyak kendala waktu melahap jalur pantura, kondisi jalan yang amat sangat ramai dan pengguna lalin yang masih terasa belum menghargai pengguna sepeda belum lagi pada heri “H” banyak goweser pemula yang harus kita jaga, padahal kemampuan gowes dan pengetahuan gowes di jalan raya masih kurang.

Dari awal rencana “Gowes Ceria PPTR” akan menempuh jarak 70 km, dengan perincian Cirebon-Pejagan via pantura sejauh 50 km dan melalui rute tol Pejagan Pemalang sejauh 20 km. Semua rute itu kita tempuh dengan sepeda road bike (RB), sehingga lancar saja menembus padatnya pantura, tapi begitu masuk di jalan tol, ada daerah yang baru saja dibebaskan sehingga masih berupa jalan tanah.

Panitia akhirnya memutuskan untuk mengambil rute 20 km saja. Sepeda yang dipilih juga akhirnya beragam, sehingga semua peserta boleh ikut tanpa pandang bulu, sama dengan aturan Gowes Ceria di Waskita Jakarta. Direktur Waskita yang akan ikut disediakan sepeda Onthel Unta, single gear. Dipilih jenis sepeda yang tidak perlu pengetahuan memindah “gear” untuk sepeda jenis ini, peserta tinggal pancal saja dan cocok untuk medan dengan tanjakan landai.

Peserta juga cukup memakai celana seadanya, tidak memakai celana sepeda yang khusus, padahal sebenarnya para pesepeda sebaiknya tetap memakai perlengkapan sepeda yang standar, mulai helm, celana sepeda maupun sarung tangan. Kulihat anggota WSKT yang ikut jadi peserta tetap melengkapi dirinya dengan perlengkapan standar dan tetap menempuh start dari Cirebon.

Gowes Pantura di batas Jateng Jabar Brebes

Gowes Pantura di batas Jateng Jabar Brebes

Suasana start di “Gowes Ceria PPTR” dimulai di ujung Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) dan sudah disiapkan sarapan untuk menghindari perut yang kosong saat bersepeda. Namanya sarapan bukan makan berat, tapi beberapa pesepeda yang terbiasa makan pagi kayaknya ingin makan yang berat tidak hanya pisang atau bubur.

Start dimulai sudah cukup siang, namun tidak jadi kendala karena cuaca mendung, sehingga terasa masih pagi. Bahkan sampai finish cuaca masih bersahabat, sehingga banyak peserta yang merasa rute 20 km terasa kurang jauh, sehingga kepingin bersepeda lagi dengan rute yang lebih meriah.

I'm Heister Start Gowes Ceria PPTR

I’m Heister Start Gowes Ceria PPTR

Aku memilih tunggangan sepeda Polygon Heist 5 sebagai kendaraan multi guna, kata orang ini sepeda “LGBT”, bukan sepeda untuk road juga bukan sepeda blusukan, tapi sudah terbukti melahap rute Jogja Semarang maupun gowes blusukan di Kulon Progo. “I’m Heister”, begitu salam para penunggang sepeda jenis ini. Murah meriah dan bisa segala medan.

Dalam acara “Gowes Ceria PPTR” kali ini bintangnya adalah ibu direktur operasional, yang tidak pernah kulihat bersepeda, tapi bisa mengajak suaminya untuk ikut bersepeda memeriahkan acara ini. Mungkin itu penyebabnya banyak pegawai Waskita yang rela menempuh jarak Jakarta Bogor untuk ikut acara ini. Mungkin beberapa peserta sungkan dengan direktur kalau tidak ikut.

ibu Direktur meramaikan gowes Ceria PPTR

ibu Direktur meramaikan gowes Ceria PPTR

Acara ini berakhir sukses, semua peserta tetap mengikuti acara dadakan “Gowes Ceria PPTR” dan mulai mempersiapjan diri untuk event yang segera datang Gowes Gerhana Matahari, 9 Maret 2016. Sampai ketemu lagi #WSKT.

Gowes Gerhana Matahari

Gowes Gerhana Matahari

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s