Aplikasi Gowes online

Strava vs Andomondo akur :-)

Minggu ini taxi konvensional versus taksi aplikasi online menjadi topik di Jakarta, bahkan perang terus berlanjut di dunia maya, utamanya kicauan di twitter dengan hashtag #asyikgrateees dan #PercumaGratis. Untungnya para netizen sudah makin dewasa, jadi twitwar tidak sampai ke perang beneran. Kalau dalam dunia Gowes, mungkin mirip dengan persaingan aplikasi Gowes online, tapi tidak sampai perang. Aplikasi Endomondo versus Strava bersaing secara sehat dan belum ada yang kalah atau menang sampai kini.

Hashtag #asyikgrateees

Hashtag #asyikgrateees

Dua aplikasi gowes online ini sama-sama terkenal, sama-sama informatif dan keduanya mempunyai penggemar fanatik masing-masing. Beberapa goweser malah memasang dua aplikasi ini dalam gadgetnya, tapi aku belum pernah menjumpai seorang goweser yang memasang dua aplikasi ini di gadgetnya dan memilih kelas premium alias berbabayar. Biasanya yang dipilih adalah fitur gratis saja atau hanya satu aplikasi yang berbayar. Aku juga suka memakai Bluebird atau GrabCar tergantung mana yang menguntungkanku.

Keluhan banyak pengguna aplikasi Gowes online biasanya pada penggunaan batere yang jadi boros, apalagi kalau memasang lebih dari satu aplikasi online. Optimalisasi aplikasi agar tidak boros yang lazim adalah cukup memasang satu aplikasi saja, Endomondo saja atau cukup Strava saja, sehingga batere jadi lebih hemat.

Optimalisasi ke dua adalah mengorbankan fasilitas berbicara dengan mode offline, jadi tidak bisa dihubungi selama memakai aplikasi Endomondo maupun Strava. Toh selama mengayuh sepeda atau berkegiatan olah raga hanya fokus berolah raga, sehingga tidak perlu berbicara memakai ponsel.

Bagi beberapa orang, mungkin optimalisasi di atas dianggap belum cukup, boleh jadi karena tetap ingin bertelepon ria atau karena gowes lebih dari setengah hari, jadi tetap akan kehabisan batere. Pilihan akhirnya adalah tidak memasang aplikasi online untuk menghemat batere atau memakai piranti lain untuk mencatat kegiatan berolah raga tanpa melibatkan ponsel.

Jam tangan pintar mulai dimanfaatkan, merk-merk seperti Suntoo atau Garmin jadi pilihan utama, meskipun masih ada merk-merk yang lain. Suntoo mempunyai kelebihan sebagai aplikasi resmi untuk dunia militer jaman dahulu, sehingga fitur yang ada sangat mumpuni untuk olah raga air, sedangkan Garmin dipakai karena banyaknya model dan harganya bervariasi.

Seperti juga taxi konvensional yang dikelola oleh banyak perusahaan dan taxi online yang hanya beberapa jenis, persaingan antara dua kubu ini cukup terasa. Dalam dunia taxi persaingan sudah sampai saling melukai, alhamdulillah tidak ada korban, kalau dalam dunia gadget persaingan tidak sampai saling menjatuhkan. Orang bebas saja memakai taxi konvensional dan kemudian memakai taksi online untuk tujuan yang lain.

“Paling mudah itu memakai taxi online di Mall, begitu kita keluar mall, pesan taxi online langsung ada di depan kita, tanpa antri dan lebih murah dibanding taxi konvensional :-)”, kata kawanku

“Tentu saja murah, karena tidak bayar kewajiban seperti taxi konvensional!”, kata para pendukung taxi konvensional

Demo taxi aplikasi online (change.org)

Demo taxi aplikasi online (change.org)

Aku memilih mengajak berdamai yang pro dan kontra taxi online dengan membuat kicauan di twitter, yang juga diikuti oleh banya netizen.

“Pengusaha, Pemilik atau Pengemudi Taksi Konvensional, Berdamailah dgn Konsumen (Digital)mu

https://www.change.org/p/pengusaha-pemilik-atau-pengemudi-taksi-konvensional-berdamailah-dgn-konsumen-digital-mu?recruiter=30408889&utm_source=share_petition&utm_medium=twitter&utm_campaign=share_twitter_responsive lewat @ChangeOrg_ID “

Kita semua adalah pengguna taxi yang cinta damai, kalau belum memakai aplikasi dan masih dianggap mahal oleh pengguna taxi, marilah kita hitung kembali kalkulasi biaya penyedia taxi agar bisa bersaing secara sehat. Kalau masih belum resmi terdaftar sebagai penyedia taxi, marilah kita lengkapi persyaratannya, sehingga bisa sama-sama resmi seperti pengelola taxi konensional.

Kalau Endomondo bisa bersatu dengan Strava sebagai pencatat kegiatan olah raga kita, semoga pengelola taxi juga bisa bersatu, meskipun beda model pengelolaanya. Satu hal yang penting bagi pengguna taxi adalah kenyamanan pengguna taxi !

Kenyamanan pengguna taxi bisa didapat bila :

  1. Mudah dicari, kapanpun dan dimanapun.
  2. Murah ongkosnya dan jelas argonya.
  3. Tidak pakai lama di jalan (ada aplikasi waze atau map di taxi, sehingga tidak cari jalan yang jauh)
  4. Itu saja (kayaknya!)

Bagi pengguna strava dan Endomondo akan nikmat kalau dua aplikasinya ada di catatannya, asal tidak boros batere (diakali dengan memakai Suntoo/Garmin) dan tidak putus koneksi GPS-nya.

Strava vs Andomondo akur :-)

Strava vs Andomondo akur 🙂

2 komentar

  • wew keren sangat ada aplikasinya.. kayak gojek kah??

    Disukai oleh 1 orang

    • Aplikasi Gowes yang umum biasanya hanya sebagai asisten pribadi yang mencatat segala kegiatan berolah raga, misalnya jarak tempuh, kecepatan, waktu tempuh dan perbandingannya dari waktu ke waktu.
      Umumnya memakai Endomondo atau Strava … 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s