Rute Gowes Jogja

Gowes di keramaian Jogja

Komunitas Goweser Jogja sejak dulu sudah punya rute Gowes Jogja yang berbeda-beda, sesuai komunitasnya masing-masing. Ada yang hobinya keluyuran nyari kuliner tiap Minggu pagi, ada yang ekstrem nyari tanjakan curam setiap ada liburan dan ada yang belum puas kalau belum memacu sepedanya sekencang-kencangnya, “break the limit” katanya. Jadi kalau ada yang bertanya tentang “Rute Gowes Jogja“, maka harus didetilkan dulu pertanyaannya, jangan sampai salah memberi jawaban.

Jawaban akan sangat tergantung pada jenis sepeda yang dipakai dan kecenderungan jenis gowes. Beda jenis sepeda akan sangat berpengaruh pada jumlah pilihan rute, demikian juga beda jenis gowes akan sangat berpengaruh terhadap pilihan rute. Sebut saja jenis sepeda MTB dan kecenderungan gowes santai, maka rute blusukan ke kampung-kampung mungkin lebih cocok dibanding rute jalan aspal di atas 100 km.

Bagi yang suka naik sepeda MTB downhill, sebenarnya ada berbagai type yang punya khas masing-masing dan masing-masing type mungkin akan berbeda rute yang dipilih. Sepeda MTB dari Polygon model Collosus DH9 merupakan “Downhill Winning Machine” yang telah teruji dan ketanya pernah menjuarai sirkuit UCI World Cup DH, jelas rutenya berbeda dengan Polygon seri Xtrada.

 

Polygon DH

Polygon DH

Penggemar Road Bike (RB) juga mempunyai rute gowes yang bedanya bisa langit dan bumi dengan penggemar sepeda MTB DH. Mereka baru akan terpuaskan bila bertemu jalur yang beraspal mulus dan sepi dari lalu lintas, sehingga bisa memacu sepedanya dengan kecepatan sampai di atas 40 km/jam. Rute Gowes Jogja yang sesuai untuk RB dengan model gowes ngebut ini memang tidak banyak di Jogja, sehingga pernah terdengar ide untuk membuat track tersendiri agar mereka terpuaskan memacu sepedanya dengan kecepatan maksimal.

Berbeda lagi dengan mereka yang gemar bersepeda lipat (SeLi), mereka cenderung untuk memilih rute yang moderat. Jarak yang tidak terlalu jauh dan medan yang tidak terlalu “blusukan” menjadi kriteria mereka dalam bersepeda. Aku pernah mengawal penggemar SeLi dengan rute jalan aspal sampai setengah hari dan mereka masih merasa kurang jauh, akupun pernah mengikuti rute blusukan dengan MTB di pedesaan, melintasi jalan desa yang tidak bisa dilewati sepeda (harus dituntun), masuk menyeberang sungai, naik turun tebing dan semuanya bikin ketagihan.

Gowes di keramaian Jogja

Gowes di keramaian Jogja

Dalam memilih “Rute Gowes Jogja” aku sebenarnya lebih cenderung pada rute yang masih nyaman dengan sepeda Polygon Heist “modified”-ku. Ban original kuganti dengan ban yang lebih tipis, sehingga sama dengan ban untuk RB, sedangkan garpu depan original kuganti dengan model rigid, sehingga aku bisa melaju dengan lebih ringan dan masih tidak bermasalah kalau diajak blusukan di desa-desa. Memang jenis sepedaku tidak cocok untuk yang gemar memilih rute untuk sepeda DH (downhill), sehingga aku memang belum pernah menikmati Rute Gowes Jogja di lereng Merapi yang penuh tantangan dan keindahan.

Dari semua rute yang pernah kuikuti, nampaknya apapun jenis sepedanya dan apapun model gowesannya, tetap punya kecenderungan untuk “meriung” di Warung Ijo Pakem, baik di lokasi aslinya (jaman belum diperbarui), maupun di lokasi yang sudah penuh dengan tempelan poster saat sekarang. Kamipun pernah ketika lebaran memakai Warung Ijo sebagai tempat berkumpul trah dan ternyata bisa dinikmati oleh keluargaku maupun keluarga adikku, baik yang terbiasa gowes ngebut maupun gowes kota-kota.

Narsis di Warijo Pakem

Narsis di Warijo Pakem

Saat ini sudah ada tempat berkumpul baru di daerah Pakem yang juga sangat digemari oleh Goweser Jogja, Warung Kopi Klothok. Dengan konsep yang senada dengan Warung Ijo, warung Kopi Klothok menawarkan tempat baru untuk berkumpul dan bercengkerama antar goweser.

Mau mencari “Rute Gowes Jogja” yang sesuai dengan diri anda dan sepeda anda, bisa dicari dan didiskusikan di tempat berkumpulnya para Goweser Jogja. Mereka akan dengan senang hati menunjukkan rute klasik atau rute baru di kawasan Jogja, bahkan tidak jarang mereka ikut menemani membuktikan nikmatnya rute yang mereka tunjukkan.

Tempat ngumpulnya goweser Jogja bisa di Pakem (Warijo dan Kopi Klothok), di Merapi (Kaliurang, Turgo dan sekitarnya), di Bubur Bibis Bantul atau di kota (Alkid atau seputaran Tugu), atau juga di sudut-sudut Jogja yang sedang ngetrend. Jogja memang sorganya Goweser, semua rute ada dan tinggal pilih sepeda yang dipakai, mau Seli, Onthel, MTB atau RB, rute pasti tersedia dan pasti sangat menarik.

Komunitas Jogja Gowes yang terdiri dari berbagai macam komunitas sepeda Jogja, bisa juga dipakai sebagai tempat bertanya.

8 komentar

  • Ping-balik: Gowes Waduk Sermo | Blogger Goweser Jogja

  • Ping-balik: Gowes Jogja | Blogger Goweser Jogja

  • Eaah aku juga pakai polygon tapi ga tau jenis yang mana… rute goesku adalah kampung dan persawahan menuju sekolah anak2 hihihi

    Disukai oleh 1 orang

    • benar mbak Retno, yang penting bukan merk sepedanya tapi sepedaannya 🙂
      konsitensi bersepeda yang sulit 🙂

      Suka

  • asal kata gowes itu dari mana sih? tau nga? gowes dah sering denger tapi asal usul katanya penasaran…

    Disukai oleh 1 orang

    • istilah Gowes memang sering kita dengar dan kita tahu apa maksudnya, tapi kalau mencari sumber resminya memang aku juga belum nemu yang meyakinkan 🙂
      Aku lebih setuju pada mereka yang bilang gowes itu artinya mengayuh sepeda.

      Suka

  • Terima kasih informasinya terutama bagi mereka yang di Jogja 🙂
    Kalau di sana mungkin masih enak untuk bergowes ria,
    namun kalau di kota-kota besar agak sulit juga walau masih bisa 🙂
    namun harus bersaing dengan debu jalanan dan asap kendaraan bermotor.

    Usaha sekecil apa pun terus dilakukan ….

    Disukai oleh 1 orang

    • Benar mas Wadiyo 🙂

      Di Jakarta aku sering bertemu dengan pesepeda yang gigih bersepeda ke kantor melewati jalan yang berdebu dan padat oleh asap kendaraan bermotor.

      Aku juga selalu rutin bersepeda di Jakarta, setiap Rabu dan Jumat, menempuh jarak sekitar 20-30 km.
      Syaratnya harus start sesaat setelah sholat subuh 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s