Safety Bike


Dalam acara AD 212 (Aksi Damai 2 Desember), aku ikut memantau dari subuh sampai jelang masuk kantor. Seperti biasa aku naik “Safety bike”, berangkat dari Cawang dan langsung Semanggi lanjut bunderan HI dan berhenti di beberapa spot Monas. Rencananya muter Monas, tapi tertahan di beberapa titik dan akhirnya malah mengikuti arus sampai lapangan Banteng dan finish kembali di Cawang.

AD 212 memang fenomenal, umat mulim tumplek bleg di Monas dan melebar sampai bunderan HI dalam suasana super damai dan tidak ada tetumbuhan yang terusik dalam rangkaian aksi itu. KapolRI sudah menyediakan waktu sampai jam 16:00 buat warga yang ikut aksi 212, tapi ajaib hanya beberapa saat setelah usai sholat Jumat suasana lokasi AD 212 sudah normal seperti sedia kala. Sulit dibayangkan begitu banyak orang bisa rapi teratur meninggalkan lokasi yang tadinya begitu padat dengan lautan manusia.

Memasuki lokasi patung Kuda Monas, jalanan sudah penuh sejak jam 6:00, saat “safety bike” sampai, dan akhirnya harus dituntun menuju stasiun Gambir. Sisi utara Monas sudah tidak bisa dilewati oleh sepeda lagi, lautan manusia sudah begitu padat memenuhi seluruh jalanan, bahkan nuntun sepeda saja sudah kerepotan.

Sebelah selatan Monas yang ada segment “Monas south” di aplikasi Strava, biasanya kupakai untuk memacu sepeda dengan full speed, pagi ini harus slow speed atau mending malah TTB (tuntun bareng) agar tidak mengganggu yang sedang jalan kaki di lokasi itu.

inspeksi ad 212

inspeksi ad 212

Jakarta sudah terasa berubah total pagi itu, terutama di Monas dan sekitarnya. Bis dari luar kota sudah memenuhi jalan di sekitar Monas dan parkir sejajar 2 baris, sehingga sisa jalan yang ada sudah tidak mampu lagi untuk menampung pengguna jalan yang lain. Trotoar yang sempit memang masih tersedia, tapi tetap tidak nyaman untuk menuntun sepeda.

Hari gowes Jumat berkah kali ini terpaksa berbeda auranya. Sepeda ijoku (hijau) jadi makin “terkenal”, ketika ada seorang menyapaku, ternyata dia kenal aku karena sepedaku dan bukan karena wajahku.

“Dari Jogja ya mas:-)”, sapanya.

“Dari kagama ?”, sahutku, karena menurutku yang familiar dengan safety bike adalah mereka yang dari alumni UGM. Ternyata beliau menunjuk sepedaku dan sambil menyalamiku berkata kalau dia dari Bandung.

“Wow !:-)”, kataku ketika mengetahui yang menyalamiku dari Bandung.

safety-bike RB dengan stanng lurus dan 3 gigi depan

safety-bike RB dengan stanng lurus dan 3 gigi depan

Pengalamanku Gowes Jakarta Bandung dan arah sebaliknya memberi banyak kesan yang mendalam. Tanjakannya cukup panjang dan membuat jenuh, karena tidak sampai-sampai, seperti rute Siantar Toba yang juga jenuh karena 35 km terus menanjak landai tapi tanpa pakai turunan. Beda rute Jakarta Bandung dan Siantar Toba adalah masalah tingkat kecuraman tanjakan, yang cukup menguras energi untuk Jakarta Bandung dan lebih mendatangkan kejenuhan untuk Siantar Toba.

persiapan-aksi-1212

persiapan-aksi-1212

bila mendapat rute yang membuat jenuh. Harus berimprovisasi bila ingin tetap segar ceria, yang penting badan terasa segar dan hati tetap ceria. Beberapa improvisasi yang kulihat bila menemui tanjakan yang bisa bikin jenuh, antara lain :

  1. Berhenti dan memutar rute ke arah sebaliknya dan kembali ke rute yang seharusnya (dengan catatan energi memang cukup untuk naik turun).
  2. Berhenti dan mampir ke warung untuk variasi olah raga (biasanya jalan kaki sebentar bisa menghilangkan kejenuhan).
  3. Spint untuk mengatur irama tanjakan dilanjut dengan memutar arah ke arah sebaliknya (seperti item 1).
  4. Memasang speaker bluetooth di sepeda, dipilih lagu yang membaut suasana sepedaan jadi ceria.
  5. Masih banyak cara improvisasi yang kulihat, semuanya untuk mengatasi kejenuhan bersepeda di tanjakan yang panjang.

Minggu depan Safety bike akan melahap rute Siantar Toba, ada 3 rute pilihan.

  1. Melalui Seribu dolok lanjut Simarjarunjung dan menurun menuju Toba (100 km)
  2. Melalui kebun teh Sidamanik menuju Toba (64 km)
  3. Melalui jalan linta utama Siantar Toba (46 km)

Bila melihat peserta yang beraneka ragam, kayaknya rute via kebun teh Sidamanik yang paling mungkin ditempuh. Bersepeda sehat memang yang penting adalah nilai “safety”-nya baru yang lainnya. Sebenarnya yang penting acara minggu depan adalah acara setelah gowes, kusebut dengan acara aksi 1212. Itu adalah tanggal ulang tahun pernikahanku.

persiapan-aksi-1212

persiapan-aksi-1212

Danau Toba aku datang !

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s