Alun-alun kidul

BF-di-pojok-alkid

Salah satu lokasi Gowes kuliner di Jogja adalah alun-alun kidul dan ini memang bukan hanya lokasi kuliner para goweser, tapi banyak wisatawan yang suka nongkrong juga disini. Biasanya menunya adalah opor, bubur ayam, susu murni aneka rasa dan tidak lupa brongkos legendaris yang tak juga bikin bosan. Khusus untuk aku ada minuman yang tidak selalu ada di AlKid (alun-alun kidul), tebu murni tanpa es!

Di Jogja minuman tebu giling beda dengan di Medan, kalau di Jogja harga es tebu murni dan tanpa es sama, kalau di Medan es tebu lebih murah dari pada air tebu murni tanpa es. Alasannya sederhana, jika tidak memakai es butuh tebu yang lebih banyak, sehingga otomatis harganya lebih mahal.

Istriku sendiri lebih suka makanan kecil dan mie yang porsinya seukuran nasi kucing ala angkringan Jogja. Sudah cukup kenyang masih ditambah murahnya dan yang lebih penting suasananya yang tak pernah terbeli di warung lain. Kuliner Jogja memang kelebihannya selain rasanya yang maknyus masih ditambah dengan suasananya yang “njawani”. Mengapa kopi klothok langsung laris manis padahal belum lama berdirinya, juga karena suasana nDesonya plus rasa sayur lodehnya yang luar biasa.

Makanan menu lain boleh biasa-biasa saja, tapi karena ada satu menu yang luar biasa, maka warung di Jogja selalu kelarisan oleh kaum pendatang yang kangen kuliner ala Jogja. Enak dan murah !

susu-jahe-alkid

susu-jahe-alkid

Bagi wisatawan luar Jogja, Alkid terkenal dengan ritual laku masangin, memang kalau menurut mitos yang banyak dipercaya turun temurun, bagi siapa saja yang berhasil melakukan laku masangin, maka orang tersebut hatinya menjadi bersih dan segala permohonannya akan langsung terkabul. Ritual masangin ini sebenarnya tidak dipercaya oleh generasi jaman kini, tapi ritual ini menurut mereka cukup menarik untuk dilakukan. Akibat rasa penasaran ini, maka laris pulalah sewa penutup mata untuk laku masangin, termasuk sewa sepeda tandem, mobil lampu dengan digowes, odong-odong dan semacamnya.

Suasana malam di Alkid adalah suasana kemeriahan dengan taburan cahaya dari berbagai kendaraan yang khusus diberi lampu hias. Hidangan minumnya juga mulai beralih ke bajigur atau wedang jahe dan makanannya bertambah dengan jagung bakar dan sejenisnya. Bagiku sendiri suasana alkid waktu malam jadi mirip dengan Altar (alun-alun utara) saat sekaten, menarik memang tapi macetnya juga luar biasa.

Becak mini yang laris di Monjali dan Alkid

Becak mini yang laris di Monjali dan Alkid

Kegiatan pagi yang biasanya untuk olah raga, pada malam hari berubah jadi sarana nongkrong di seluruh sudutnya. Bagi penduduk asli Jogja memang tidak menarik, karena sudah biasa melihat, tapi bagi wisatawan luar kota Jogja alkid adalah tempat nongkrong baik pagi atau malam, semuanya sama menariknya.

Ritual masangin sendiri belum pernah kulakukan, rasanya aneh menutup mata dengan penutup mata dan berjalan lurus di antara dua beringin alkid. Namun memang begitulah ritual mubeng beteng yang dilanjut dengan masangin, begitu yang kudengar. Soal kebenarannya aku menyerahkan pada yang percaya saja, saat ini banyak berita hoax yang beredar tentang masalah politik jadi kalau ada hoax tentang berita ini telinga ini sudah sangat terlatih mendengarnya.

BF-di-pojok-alkid

BF-di-pojok-alkid

Yang bukan hoax adalah letak alkid yang berada di sebelah selatan kraton bukan sebelah utara kraton. Jadi kalau anda sedang di tugu atau di stasiun tugu tinggal lurus ke arah selatan pasti sampai altar, terus keraton dan lebih ke selatan lagi ke alkid. Lurus lagi ke selatan jauh, sampailah anda ke pantai laut selatan Parang Tritis. Garis imajiner lurus ke selatan memang begitu, mulai dari Gunung Merapi, Tugu, Malioboro, kraton dan laut selatan.Parang Tritis. Bisa anda baca kisahnya di pal putih yang ada di Tugu.

Yuk ke Alkid !

Pantai Parang Tritis Jogja

Pantai Parang Tritis Jogja yang tak bisa dilupakan

 

2 komentar

  • Mantap 😀

    Disukai oleh 1 orang

    • Makasih 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s