Merapi masih perlu dijaga

Pecinta alam cukup narsis di lereng Merapi

Beberapa hari lalu kabarnya masih ada penambang pasir liar di lereng Merapi. Jadi ingat beberapa tahun lalu dengan Merapi yang kembali dihijaukan oleh kelompok alumni Gadjah Mada, mereka mengerahkan ratusan orang untuk menanam bibit pohon di lerengnya. Mereka merasa bahwa Merapi masih perlu dijaga dan dijauhkan dari tangan-tangan jahil atau tangan-tangan kotor yang membuat Merapi kehilangan fungsinya.

Teman-teman goweser Jogja, setiap tahun mengadakan event mengelilingi Merapi pada bulan Agustus, untuk menunjukan bahwa meskipun Indonesia sudah merdeka, tapi Merapi juga perlu merdeka dari gangguan tangan-tangan yang membuat Merapi jadi tidak merdeka lagi.

Merapi adalah tempat menyimpan air, sebagai sumber kehidupan warga sekitar Merapi untuk mendapatkan air bersih. Material hasil erupsi juga merupakan manfaat lain dari Merapi, abu vulkanik yang keluar dari Merapi membuat tanah menjadi subur dan merupakan sumber kehidupan yang lain. Sayangnya masih banyak excavator yang melabrak hasil erupsi Merapi, bahkan sampai ke dalam lapisan diluar hasil erupsi. Itu mungkin yang membuat aksi heroik wanita stop penggalian pasir di lereng Merapi.

menuju Lava Tour Merapi

menuju Lava Tour Merapi

Untuk para pendaki gunung, pasti sudah tahu bahwa saat mendaki merapi tak akan ditemui sumber air untuk diminum, sehingga logistik untuk masalah minum harus menjadi prioritas. Sudah sejak lama para pendaki gunung Merapi hanya diperbolehkan sampai ke lokasi “pasar bubrah”, sehingga lokasi ini sering jadi tempat para pecinta alam untuk mendirikan tenda. Jaman tahun 70-an sampai awal 80-an, banyak pendaki Merapi yang begitu santai naik turun gunung Merapi tanpa banyak aturan, tetapi selepas tahun-tahun itu, maka banyak aturan yang mengharuskan para pemndaki memikirkan keselamatan dirinya sendiri.

Tahun 2010 ketika Merapi mengalami erupsi luar biasa besarnya, aturan naik gunung makin diperketat, meskipun masih juga ada pecinta alam yang tetap melanggarnya. Kecelakaan di Merapi tak pernah menyurutkan minat para pendaki gunung untuk mendaki, padahal kalau dipikir-pikir tidak ada pemandangan alam yang menarik di Merapi, bahkan bunga edelweis juga tidak terlihat di Merapi. Beda dengan Merbabu yang penuh edelweiss dan banyak tumbuhan hijau di pendakiannya. Merapi memang selalu mengundang pecinta alam untuk datang dan menghijaukannya.

Lava Tour Subuh di Kaliadem

Subuh di Kaliadem

Namun Merapi tetap Merapi, dalam kesersangan bebatuan vulkanik yang ada selalu saja tersimpan misteri di dalamnya. Banyak orang menyebut medaki Merbabu itu bukan “mountaineering”, tapi hanya kegiatan “hiking”. Tak ada aura naik gunung seindah aura naik gununhg Merapi, tahun 70-80, yang namanya kegiatan “kebut gunung” ke berbagai gunung di Jawa, maka salah satunya harus mencantumkan Merapi. Tidak afdol kalau tidak ada nama Merapi disana.

“Naik Merapi itu biasanya berangkat dari selatan dan turun di utara, kalau pingin sensasi Merapi yang benar, naik dan turunlah lewat jalur selatan”

Sebagai salah satu gunung berapi yang aktif, bahkan sangat aktif, Merapi banyak menarik perhatian dunia internasional, Jepang salah satunya. Jika Jepang tertarik dengan kegiatan vulkanik Merapi, maka bagi masyarakat Jogja ketertarikan pada Merapi adalah pada nilai sakralnya. Merapi dipercaya merupakan salah satu poros budaya Jogja, selain kraton laut selatan dan kraton Jogja.

Tugas kita saat ini adalah bagaimana melestarikan gunung berapi itu, agar tetap dapat langgeng di atas sana, jangan sampai tercabik oleh raungan excavator atau tangan jahil yang selalu merusak alam tanpa berniat menghijaukannya, “Merapi masih perlu dijaga!”

Kepedulian kita pada alam harus tetap kita pertahankan dan kita wariskan pada anak cucu kita. Kalimat yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dilaksanakan.

Pecinta alam cukup narsis di lereng Merapi

Pecinta alam cukup narsis di lereng Merapi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s