Cuaca ekstrem Sentul

Ketua WSKT turun dengan MTB

Komunitas WSKT kembali menggelar gowes Sentul km Nol pada Selasa 28 Maret 2017. Kegiatan ini mengulang ketika menemani tamu dari Belanda Maarten Nijland untuk melihat salah satu rute favorit di Sentul City. Cuaca ekstrem Sentul mewarnai sepanjang jalan, berbeda dengan saat Gowes bersama Marteen yang cuacanya sangat bersahabat. Waktu itu hanya butuh waktu sekitar 1,5 jam sudah sampai di Sentul City, peserta digeber dengan kecepatan sekitar 30 kmj, sehingga suasana masih terasa sejuk ketika mulai menuju ke Km Nol.

Hari ini dengan kecepatan sekitar 24-26 kmj, saat sampai di Sentul City sudah terasa panasnya. Beberapa peserta malah sudah merasa “hampir kram” karena kurang minum dan panasnya cuaca. Saat mau berangkat menempuh jalur tanjakan menuju km Nol sudah merasa galau, diteruskan atau tidak. Bagi teman-teman yang sudah menunggu lama di Sentul City tentu saja masih tetap ingin meneruskan ke jalur tanjakan, karena mereka memang berkumpul di Sentul City tujuannya hanya jalur tanjakannya.

Akhirnya meski cuaca panas menyengat, tapi tetap juga gowes ke jalur menanjak. Sampai di awal tanjakan Rainbow hill, peserta gowes langsung berhenti untuk menguatkan mental dan menata nafas. Beberapa goweser tetap gowes langsung ke puncak dan satu goweser akhirnya “loading” di tanjakan rainbow hill yang panjang, padahal sudah setengah jalan menempuh tanjakan rainbow hill. Akhirnya harus disemangati lagi untuk menurunkan sepeda lagi dan ternyata akhirnya memang kuat sampai puncak dengan digenjot.

“Loading hanya 100 m dan bisa digowes sampai puncak, patut diberi predikat cum laude nih !”, kata beberapa teman yang terkesan dengan salah satu peserta goweser yang baru pertama kali menempuh tanjakan km Nol Sentul.

WSKT di warung Km Nol Sentul

WSKT di warung Km Nol Sentul

Saat WSKT mulai melahap tanjakan km Nol Sentul, saat itu Cuaca ekstrem Sentul makin terasa menyengat panasnya. Beberapa rombongan juga sudah mulai menuruni rute, sehingga sampai di atas, suasana sudah sepi dan panas makin menyengat. Hawanya setara dengan gowes Surabaya Porong via tol beberapa tahun lalu, yang berbeda adalah elevasi rute jalannya. Akhirnya diputuskan untuk menaikkan semua sepeda ke atas kendaraan angkut.

WSKT di Km Nol Sentul

WSKT di Km Nol Sentul

“Kalau cuaca panas begini dan rute jalan menurun, sudah tidak ada nilai olah raganya lagi. Kita harus lebih fokus ke jalan dan harus yakin rem kita pakem, untuk itu lebih baik langsung saja ke PSK terdekat untuk isi kampung tengah”

Tidak ada yang menolak ajakan itu karena memang cuaca sangat panas. Ketika sampai di Jakarta, berita di TV memang menyebutkan Cuaca ekstrem Sentul sebagai salah satu beritanya. Hujan es bahkan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore harinya, pertanda normal adanya pergantian musim, tapi hujan es sering tidak terjadi di pergantian musim Indonesia.

BF di rute Km Nol Sentul

BF di rute Km Nol Sentul

Kenangan yang berkesan bagi WSKT tentang Maarten Nijland adalah 10 tips bersepeda ala Maarteen.

  1. Pilih ban ukuran 700x25c dengan tekanan angin sekitar 100-120 psi sesuai dengan rute yang diambil.
  2. Disarankan untuk keamanan memakai rem cakram, terutama dalam kondisi jalan yang banyak menurun.
  3. Pemanasan sebelum bersepeda sifatnya mutlak, lakukan sebaik mungkin untuk mendapat hasil olah raga yang baik.
  4. Minuman sebelum berolah raga adalah minuman elektrolit dan diminum satu jam sebelum berolah raga
  5. Gowes tanjakan yang pake “cleat” jangan ditekan di ujung kaki, harus didorong seluruh telapakan (seperti menginjak)
  6. Untuk tanjakan,  digowes sambil berdiri, badan tidak boleh condong ke depan, karena beban jadi terpusat di depan semua, harus tetap di tengah, sehingga beban merata.
  7. Pas jalan menurun, pegangan lebih stabil di drop bar (bagian bawah).
  8. Pandangan saat jalan menurun, juga jangan fokus pada ban saja, tetapi sedikit lebih jauh ke depan, agar apa yang akan dilalui sudah diketahui sebelum sampai lokasi.
  9. Saat mengayuh sepeda, dimulai dengan kayuhan pemanasan, setelah itu mulai dengan kayuhan yang bertenaga dan setiap beberapa menit diberi istirahat dengan kayuhan ringan, kemudian kayuh bertenaga lagi.
  10. Bagi yang powernya kuat, posisi sadel lebih ditarik ke belakang, tetapi untuk yang powernya kurang, posisi sadel lebih dimajukan.

Hari yang indah sambil mengenang tips ini. Selamat gowes semoga kesehatan yang datang bagi kita.

Ketua WSKT turun dengan MTB

Ketua baru WSKT turun dengan MTB

7 komentar

  • thanks buat ilmunya ya

    Disukai oleh 1 orang

  • Panas banget ya pak

    Disukai oleh 1 orang

    • setelah panas di setengah hari dilanjut cuaca sejuk di sore hari 🙂
      ada dua daerah di Jakarta (jaksel dan jaktim) sampai diberi hujan es ….

      berita TV dari BMKG mengatakan bahwa hujan es di saat ini sebagai fenomena biasa di pergantian musim

      Suka

  • menarik… untuk tips no. 5 apakah juga berlaku bila genjot tanpa cleat?

    Disukai oleh 1 orang

    • kalau menurut saya masih berlaku, tapi penekannya memang pada pesepeda yang memakai cleat 🙂
      mungkin ada pembaca yang punya pendapat lain, mari kita berbagi pengetahuan dan pengalaman ….

      Suka

  • Terimakasih sharing2 ilmunya Pak Eko, Tips nya sangat bermanfaat.

    Disukai oleh 1 orang

    • ilmunya dari mas @Maarten Nijland itu 🙂

      salam gowes

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s