Olah raga di bulan Puasa

Buka dengan kurma dan Yoghurt

Jaman aku mahasiswa, aku pernah wisata ke Baron bersama kelompok teaterku dan berenang di teluknya.aat itu bulan puasa dan aku merasa tidak ada masalah untuk berolah raga di bulan puasa, ternyata saat aku berenang di laut sempat juga terminum air laut. Sejak saat itulah aku kalau olah raga di bulan Puasa, selalu menghindari olah raga renang, cukup bersepeda dan berjalan kaki saja.

Pada puasa di minggu-minggu awal, aku memulai dengan olah raga sepeda dengan porsi yang “dikorting” habis, jadi jaraknya dekat dan waktunya dibatasi sekitar 30 menit. Akupun memilih sepeda lipat sebagai tungganganku, sehingga bisa santai keliling kampung sambil menikmati yang biasanya tidak sempat kunikmati. Ketika aku mencoba pagi hari, ternyata panasnya sudah sangat terasa di badanku, keringat mukai merembes keluar dari balik kaosku, sehingga kuputuskan untuk langsung menuju rumjah dan mengganti jadwal menjadi sore.

Seli keliling kota Jogja

Seli keliling kota Jogja

Saat bersepeda di waktu sore, badan terasa nyaman dan bersepeda benar-benar dapat dinikmati. Cuaca juga sangat mendukung, bahkan seolah tahu, sehingga begitu sampai rumah langsung turun hujan. Saat berbuka jadi lebih indah kurasakan hidangan berbukanya, apalagi ditemani dengan Good Yoghurt “made in” Jogja. Saat sahur juga saat yang tetap indah dan maknyhoz, karena tetap ditemani Yoghurt. Hanya seorang teman yang memberi masukan padaku, bahwa aku masih kurang memasukkan unsur sayuran dalam menuku.

Jalan kaki nyari pokemon

Jalan kaki nyari pokemon

Jalan pagi juga kulakukan pada bulan puasa, seperti saat bersepeda, aku juga mengurangi porsi jalan kaki. Biasanga jalan kaki itu 1.000 langkah perhari, kini aku cuma 30 menit per hari dan dengan kecepatan yang tidak menyebabkan badan berkeringat. Aku memilih rute yang paling dekat dengan rumah dan kupilih naik turun jembatan penyeberangan orang (JPO) dan kusebut “JPO walk”. Untuk membuat suasana santai aku jalankan game Pokemon sebagai teman jalan kaki.

Usai jalan kaki, kuikuti anjuran untuk tiduran dan meletakkan kaki pada dinding, membentuk sudut 90 derajat. Cukup 5 menit saja dan terasa darah memenuhi kepalaku, sehingga badan terasa nikmat dan mandi pagi terasa bersih betul. Olah raga di bulan Puasa memang beda dengan olah raga di bulan lainnya, tidak lagi mengejar prestasi atau prestise, tapi mengejar kenyamanan dalam kesehatan.

Buka dengan kurma dan Yoghurt

Buka dengan kurma dan Yoghurt

Aku pernah mengalami stroke beberapa tahun lalu dan dokter memberi banyak nasehat padaku. Yang terutama dokter merasa aku lebih cepat kembali dapat beraktifitas seperti dulu karena dua hal, yang pertama aku sudah rajin berolah raga selama aku sehat dan yang kedua tetap berpikiran positip, selalu bersemangat apapun yang terjadi pada badanku. Dokter memberi contoh pada temanku yang kondisinya sama denganku, tetapi selalu merasa kondisi badannya sedang sakit, sehingga kegiatannya merasa terganggu. Alhamdulillah, temanku itu sekarang sudah terlihat menikmati sakitnya dan bisa berolah raga sepeda lagi.

Pada bagian otakku memang sudah terlihat ada noktah, bekas penyumbatan yang lalu, dan itu tidak bisa lagi disembuhkan. Bagian itu tetap akan jadi noktahku dan aku hanya bisa menjaga supaya noktah itu tidak berkembang di bagian lain. Satu-satunya cara adalah hidup dengan pola hidup sehat. Diusahakan semua jalan darah lancar, sehingga semua nutrisi yang perlu dibawa darah bisa terbawa kemanapun darah mengalir.

Olah raga di bulan Puasa untukku adalah olah raga ringan bersepeda dan jakan kaki. Sehabis subuh, sepulang dari masjid, seperti biasanya aku jalan kaki. Start jam 5:15 di lapangan dekat rumah dan kembali ke rumah jam 5:45, diusahakan pas 30 menit ! Untuk sepedaan aku memilih sore hari dan sampai rumah sebelum maghrib, sehingga tetap bisa berbuka bersama anak dan istri tercinta.

Sahur Yoghurt dan sayur labu

Sahur Yoghurt dan sayur labu

 

2 komentar

  • Membaca ini ketika saya baru aja selesai membujuk anak-anak untuk tetap latihan Taekwondo padahal lagi puasa. Semoga mereka kuat 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • Kata sebagian pelatih sepak bola Inggris, mereka sering menahan diri melihat para pesepakbola tetap puasa di bulan puasa, padahal untuk sepak bola butuh energi besar 🙂
      Bagiku itu hanya sebuah cerita saja, tapi tetap sebagai penyemangatku untuk tetap berolah raga secara bijak dan tidak memforsir tenaga. Cukup yang sedang-sedang saja 🙂

      Salam sehati …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s