Gowes Waduk Sermo

Peserta terakhir di lokasi Finsih Mang Engking Castle

Bagi goweser Jogja, gowes waduk sermo adalah gowes yang biasa saja, memang ada nanjaknya, tapi tidak securam “Cino mati” atau “Goa Kiskendo” di sebelah waduk Sermo. Kawanku yang pernah jatuh ketika ikut Gowes merdeka ke Goa Kiskendo beberapa tahun lalu tidak tertarik dengan acara gowes ke waduk Sermo ini,”masih trauma !”, katanya. Sementara kawan yang lain tetap ingin menikmati tanjakan Sermo yang cukup “syahdu”, napak tilas teman WSKT yang lain yang pernah ikut acara LTDJ 110 km.

Memang ada modifikasi rute yang dibuat, agar acara ini bisa diikuti oleh segala jenis sepeda dan bisa finish di Mang Engking Castle saat makan siang. Mas Yuda KotaJogja bersama dokter Kun sudah sanggup untuk memandu jalan, mas Rofi juga sudah siap mengawal pesepeda yang mungkin membutuhkan bantuan teknisi sepeda, ada juga Kang Tri Lakone yang ikut juga sebagai teknisi sekaligus bagian “loading”.

Jadilah acara Gowes Waduk Sermo dengan peserta terbatas dan pengawalan lengkap, apalagi ada salah satu direktur Waskita yang ikut bersepeda. Dokter perusahaan juga ikut bergabung bersama timnya yang sukses mengawal acara mudik plus arus balik lebaran 2017 di JTF Pantura. Sebelum jam 6:00 sebagian besar peserta sudah berkumpul di Tugu, tempat dimana semua peserta akan start sesuai rundown Gowes Waduk Sermo.

Dari Tugu, peserta akan menuju arah Godean, tinggal lurus ke arah barat melalui jalan Diponegoro. Sesampai di Gedongan, berbelok ke kanan menuju desa wisata dan melewati jembatan Kreo menuju arah Nanggulan. Melewati simpang-4 Nanggulan, peserta tinggal lurus terus dan selanjutnya tinggal mengikuti rambu lalin menuju Waduk Sermo.

Problem pertama muncul ketika peserta berhenti untuk regrouping setelah melewati jembatan Kreo dan sebelum simpang-4 Nanggulan. Seorang peserta hanya berkomentar sedikit, tapi akibatnya jadi besar bagiku.

“Kayaknya aku tadi kok lihat durian ya ?”

Penyandang dana langsung menghampiriku dan membisikkan kalimat untuk mencari durian terdekat, padahal hanya ada uang beberapa ratus ribu di kantongku dan aku belum pernah ketemu durian yang bisa dibayar dengan kartu plastik. Untung ada mas Taro, tuan rumah goweser KP (Kulon Progo), yang bersedia membantu mencarikan dan penyendang dana menambahkan beberapa ratus ribu lagi ujntuk mencari durian.

Jadilah ada acara makan durian ketika sampai lokasi waduk sermo. Acara ini tidak ada dalam rundown acara, tapi karena tuntutan sebagian besar peserta, maka rundown acara akhirnya ditabrak. Yang tadinya hanya foto di Waduk Sermo saja diganti dengan foto dan kuliner 🙂

Jelas waktu yang direncanakan hanya sebentar jadi molor jauh. Padahal sudah diantisipasi dengan memesan makan siang diakhirkan lagi, tapi kalau melihat suasana yang guyub dan penuh canda ini rasanya tidak tega kalau harus tegas dengan rundown acara. Semua peserta sangat menikmatinya dan memang tidak terpikir bahwa perjalanan pulang akan tetap berat meskipun tidak banyak tanjakannya. Panas akan menjadi musuh goweser yang kelelahan dan kekenyangan.

Aku juga kembali harus berpikir lagi karena uang sudah dipakai untuk beli durian dan belum ada uang lagi untuk tiket ke Sermo dan apalagi ada acara kuliner untuk “leyeh-leyeh” di Sermo. Untunglah ada bendahara Jogja Gowes yang bersedia bilang ke pemilik warung di Sermo untuk masalah pembayarannya, sehingga aku bisa bilang'”semua sudah dibayar, silahkan balik ke Jogja untuk menikmati suguhan di Mang Engking Castle Soragan”.

Perjalanan menuju Jogja disepakati untuk mencari rute yang lain,”… pokoknya carikan rute yang teduh, jauh tidak masalah yang penting ketemu mang Engking!”. Mas Yuda langsung memimpin rombongan untuk melewati jalan pintas dan …….. ternyata ketemu jalan pintas yang jembatannya sedang dibongkar. Tanggung mau balik, akhirnya tetap menyeberang sungai. Akibatnya mobil medis, mobil angkutan dll tidak bisa mengikuti dan mencari jalan lain.

Problem muncul ketika mulai memasuki jalan desa yang sempit dan ban gembos di persawahan yang panas terik cuacanya. Tidak ada mobil maupun tim pendukung lainnya dan sepeda yang gembos kelihatannya model ban tanpa ban dalam. Cukup lama menunggu datangnya tim pendukung dan rombongan di depan pesepeda ban gembos sudah jauh meninggalkanku, terpaksa harus mencari rute sendiri dan membuat kesepakatan baru lagi.

“Carikan jalan yang cepat sampai aja pak Eko, lewat jalan Wates juga tidak apa-apa, pokoknya cepat !”

Akhirnya kelompokku melewati jalan Wates dan tentu saja mampir Warung Sehati di Sedayu. Beberapa peserta toidak mau mampir dan beberapa peserta sudah loading begitu ketemu jalan Wates, seperti biasa tanpa pemberitahuan, persis ketika aku menunggu peserta yang loading dalam acara Gowes Bandung Jakarta. Yang kutunggu sudah sam[pai di finish dan aku masih tercecer di belakang dalam panas terik yang sejuk 🙂

mampir Warung Sehati Sedayu

mampir Warung Sehati Sedayu

Sampai di Mang Engking, ternyata rombongan di depanku tetap melaksanakan kesepakatan awal,”…. yang penting teduh, jauh tidak apa-apa …”. Mereka diarahkan melewati Jembatan kembar dan masuk terus di jalan desa. Selesai acara ini, justru mereka sangat terhibur dengan panasnya cuaca, teduhnya jalan pulang dan tentu saja tanjakan yang “syahdu” ala Waduk Sermo.

Jembatan ganda di KP (Kulon Progo)

Jembatan ganda di KP (Kulon Progo)

“Rutenya jempol pak Eko, kalori yang terbakar sangat banyak dan nikmat di finishnya!”

Alhamdulillah, Gowes Waduk Sermo lancar tanpa halangan yang berarti. Banyak kenangan dengan Jogja dan tim pemandu Jogja. Jempol untuk Jogja Gowes !

Peserta terakhir di lokasi Finsih Mang Engking Castle

Peserta terakhir di lokasi Finsih Mang Engking Castle

5 komentar

  • waoo keren, pengen tracking alam yang indah. thanks ya infonya

    Disukai oleh 1 orang

    • tahun ikni semua jalan ke Sermo sudah mulus nih 🙂

      Suka

  • Ping-balik: Gowes Merdeka 17 Agustus | Blogger Goweser Jogja

  • Wah blusukannya mantep juga nih, kalau saya coba di komplek aja deh. ehehehe. thanks

    Disukai oleh 1 orang

    • gowes di seputaran rumah juga memang cocok untuk mendekatkan diri pada lingkungan sosial kita, manfaatnya tidak kalah dibanding ghowes blusukan

      yang penting 30 menit dalam sehari, cukup 3 x dalam seminggu ! 🙂

      salam sehat

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s