Shut up legs !

Rute Gowes Suramadu

Teriakan “Shut up legs !” mengawali gowes Suramadu, menempuh rute pulau Madura dari Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Jarak tertulis 151 km bukan menjadi masalah bagi para peserta, demikian juga tanjakan yang ada sangat manusiawi dan tidak perlu menggunakan power untuk melewatinya, tapi kalau soal suhu panas yang sampai mencapai 40an derajad tentu menjadi masalah tersendiri yang bagi sebagian peserta menjadi hambatan paling besar. Patut diacungi jempol buat Royke Lumowa, Kepala Kolantas Polri, yang sanggup menyelesaikan seluruh rute sebagai contoh peserta VVIP yang tetap bergabung dengan para goweser.

Terdafar peserta sampai sekitar 1.300 orang, andai semua peserta tidak datang, tetap merupakan gran fondo Indonesia yang terbanyak pesertanya untuk tahun 2017 ini. Start dimulai jam 6:45, maju dari yang diumumkan jam 7:00, karena sudah banyak peserta yang datang sedari pagi dan mulai bosan berdiri di samping sepedanya terlalu lama.

Bak kuda liar yang lepas dari kandang, goweser berjubelan meninggalkan tempat start, Kenjeran Park Surabaya, menuju jembatan Suramadu. Seperti pelaksanaan turing yang biasa dilakukan, sepanjang jalan steril dari pengguna moda lalu lintas yang lain. Seluruh lebar jalan dipakai hanya untuk para peserta Gran fondo Suramadu 151 km. Temanku yang gemar naik Moge, salut dengan panitia yang sanggup mendapatkan ijin melintasi jembatan Suramadu di lajur tengah, lajur mobil roda empat.

Sampai detik ini rombongan mogenya masih belum berhasil melewati jembatan Suramadu melewati jalur tengah, sementara saat ini, jembatan dipenuhi rombongan pesepeda dan para goweser berpesta ria dengan ponsel masing-masing.”Entah kapan bisa diulangi lagi, harus kita manfaatkan moment selfie di tengah laut!”, kata kawanku.

Gowes Gran Fondo Suramadu 2017

Gowes Gran Fondo Suramadu 2017

Menuju ke pit stop pertama, memang sangat memuaskan semua peserta, jalan aspal mulus, lengang, relatif datar dan cuaca masih sangat bersahabat. “Tanjakan libur hari ini !”, kata Dewo MC kocak hari ini, tapi selepas pitstop pertama menuju pitstop kedua, bukit Jaddih, cuaca mulai kurang bersahabat. Jalan rusak mulai banyak ditemui, debu yang mengepulpun mulai dinikmati. Cuaca benar-benar seperti neraka, bagi sebagian peserta. Mobil evakuasi mulai bertugas, dan menjelang bukit Jaddih beberapa mobil evakuasi sudah terlihat dipenuhi peserta yang menyerah.

Meski sebagian peserta sudah menyerah, masih banyak yang tetap berjuang sampai finish, meskipun rute mulai berputar-putar demi memenuhi jarak di atas 150 km. Kawanku yang sudah beberapa kali tergeletak di jalan karena kram dan kehausan, tetap sampai finish menjelang panggung dibongkar. Berduaan menjelang finish, mereka tetap kompak saling mendukung. Semangat mereka hanya satu, menyelesaikan rute dan menerima kalungan medali di lokasi finish ! Memang semangat Gran fondo Jawa Pos Suramadu sangat menginspirasi mereka.

Teman yang lain, terpaksa naik mobil evakuasi, karena ditinggal temannya bersepeda sendirian dalam panas yang tak kunjung reda. Padahal sepanjang jalan, dia selalu menemani temannya bila sedang kram dan membantu menyemprotkan obat kram bagi beberapa goweser yang ditemui di sepanjang rute. Yang menyesakkan dada, dia naik mobil evakuasi hanya beberapa meter menjelang jembatan Suramadu.

Peserta terakhir meninggalkan Surabaya

Peserta terakhir meninggalkan Surabaya

Event kali ini, yang paling menarik adalah bisa berwisata di pulau Madura utamanya di bukit Jaddih. Ada kolam mainan yang cukup luas dan airnya sangat jernih, kontras dengan pemandangannya yang gersang. Di lokasi ini pula aku bertemu dengan lokasi toilet yang sangat melegakan. Maklum aku memang memakai BIP, jadi perlu lokasi kamar madi yang lega. Memang kelemahan celana sepeda dengan BIP ada pada saat ingin buang air kecil/besar, keunggulannya memang pada nyaman dipakainya.

Di lokasi ini pula panitia menyediakan sop tulang yang mengingatkan aku pada sop sumsum Langsa Aceh. Cara memasaknya yang sempurna membuat daging sangat mudah lepas dari tulang. Sedotan juga sangat memudahkan untuk menyedot sumsum yang terdapat dalam tulang.

Sop Tulang raksasa

Sop Tulang raksasa

Kalau melihat kondisi para peserta secara umum, maka bolah jadi teriakan “SHUT UP LEGS!” dari Jens Voigt kurang tepat, bisa diganti dengan “SHUT UP SUN!”, tapi masak kita malah menyuruh Matahari mematuhi kata-kata kita 🙂

 

3 komentar

  • Akhirnya aku terdampar di sini, sebuah blog yang aku cari selama ini. yang banyak bercerita tentang gowes. Salam gowes mas dari Dumai Riau.

    Disukai oleh 1 orang

    • Salam mas Samsu Bahri 🙂

      Selamat datang di rumah sepeda sehat ini, maaf kalau isinya banyak yang narsis 🙂

      Suka

  • Ping-balik: GRAN FONDO JAWA POS SURAMADU 2017 | Blogger Goweser Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s