Terpapar AC

Gowes Gran Fondo Suramadu 2017

Suatu hari aku ketemu teman lama (old friend) dan pembicaraan akhirnya sampai pada domisiliku yang masih setia di Jakarta, tempat yang rentan terpapar AC dibanding kota lain yang lebih sejuk dan bukan kota besar. Teman lamaku masih heran dengan aku yang masih betah tinggal di kota metropolitan dengan segudang konflik dan ketidak ramahannya.

“Mas Eko masih tinggal di kota Jakarta dengan seribu kemacetannya ?”, ucap temanku dengan nada heran.

“Hahahahaha ……. mari kita saling menikmati hidup dengan perbedaan komunitas kita, itu lebih nyaman kalau bisa kita nikmati lho :-)”, jawabku sambil menghirup teh hangat di angkringan sebuah kota budaya.

“Aku kok masih tidak bisa kalau merasa nyaman di Jakarta, paling hanya bertahan dua hari maksimal seminggu kalau hidup di Jakarta. Aku tidak bisa membayangkan hobi mas Eko yang suka Gowes di tengah kemacetan kota Jakarta”

“Aku masih rajin kok, tiap hari Rabu dan Jumat sepedaan membelah kota tanpa takut kemacetan”

“Bisa begitu ya ?”

“Setiap hari Gowes, Rabu dan Jumat, aku dan kawan-kawanku sholat Jamaah di Masjid kompleks dan langsung lanjut gowes pagi sampai sekitar jam setengah delapan. Jadi tetap bisa masuk kantor seperti karyawan yang lain di kantorku”, kataku kalem.

“Berarti mas Eko, sepedaannya pagi ya ? Aku pernah merasakan udara panas dan lalu lintas macet di siang hari, baterai ponsel habis dan tidak membawa kabel charger, power bank juga sudah habis daya, rasanya seperti udang kepanasan. Duduk di mobil sendirian dan kegerahan karena AC yang tidak sanggup lagi melawan udara panas di luar”

WSKT AGS di kota Tua

WSKT AGS di kota Tua

Kubayangkan memang sengsara berada dalam kondisi seperti yang dialami temanku ini. Tapi aku juga pernah menemui kondisi yang hampir mirip (mungkin), ketika itu kulihat orang yang masih bisa merokok di mobil tapa AC dalam panas yang menyengat. Mungkin dia sudah berada dalam tahap menikmati hidup, apapun yang diberikan Tuhan.

“Selama aku di Jakarta, aku memang pernah terjebak macet, tapi dalam keseharianku aku memang jarang kena macet”, aku menimpali keluhan temanku.

“Macet di berangkat kantor ya”

“Wow, aku hampir selalu lancar ke kantor, belum pernah terlambat gara-gara macet!”

“Siang ? Sore ? Juga nggak kena macet ?”

“Aku gak pernah kena macet untuk ke kantor, baik pagi, siang maupun sore. Aku hanya sedih melihat nasibku yang hampir sehari penuh terpapar AC”

“Kok bisa ?”

“Aku masuk kantor pagi dan malam ketika pulang, langsung masuk kamar. Semuanya dalam kondisi AC ruangan hidup, sehingga kulitku makin cepat tua, orang bilang penuaan dini”

“Itu sebabnya mas Eko rajin sepedaan pagi hari di Jakarta, biar tidak terpapar AC terus selama 24 jam ya ?”

“Begitulah, AC memang sangat menolong untuk mendinginkan suhu, sehingga kita bisa nikmat bekerja di kantor, tapi di sisi lain AC adalah momok tersendiri bagi kehidupan manusia. Terlalu sering terpapar AC, akan membuat kulir kering, mata kering, kekebalan tubuh berkurang dll, aku sedih kalau melihat kenyataan ini. Belum lagi kalau bahan pendingin yang dipakai tidak ramah lingkungan, makin runyam jadinya”

Car Free Day Jakarta

Car Free Day Jakarta

Obrolan tentang keseringan terpapar AC ini terus menggelayutiku. Dari alam bawah sadar selalu membuatku pingin selalu dekat dengan alam. Pingin selalu berwisata di luar pulau Jawa yang pemandangan langitnya biru bersih, tidak seperti Jakarta yang penuh polutan.

Kondisi ini berbeda dengan kondisi ketika aku ikut acara Gran Fondo Jawa Pos Suramadu 2017, sejak pagi kita sudah merasakan nikmatnya panas yang makin menyengat ketika jam makin berjalan cepat.Pagi hari sudah terasa siang, begitu siang panasnya bak sedang di padang pasir. Cuaca panas dan tidak ada angin yang berhembus kencang. Aku merasa betapa nyamannya di Jakarta ketika melahap rute Gran Fondo Suramadu, tetapi ketika sudah sampai di Jakarta lagi, bayang-bayang keseringan terpapar AC kembali muncul.

Aku kembali terbayang Madura yang panas terik, ternyata ada indahnya juga panas terik dibanding terpapar AC seperti saat ini.

Gowes Gran Fondo Suramadu 2017

Gowes Gran Fondo Suramadu 2017

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s