Obrolan Goweser

Polygon Path 9 dengan fork rigid

Setiap komunitas Goweser, dimanapun berada, selalu ada yang paling menarik dalam kegiatan gowesnya, ada yang fokus membahas kuliner, ada yang fokus membahas upgrade sepeda, membahas seri sepeda terkini dan membahas segala tetek bengek soal sepeda maupun soal non sepeda. Semuanya itu terangkum dalam “Obrolan Goweser” yang selalu penuh canda ceria dan dalam suasana keakraban khas komunitas masing-masing.

Ada salah satu topik yang sangat menarik minatku, yaitu tentang upgrade sepeda. Apa yang harus diganti dan apa yang harus dilakukan agar sepeda kita menjadi lebih ngacir dibanding saat ini. Sparepart apa yang paling menarik untuk dibahas dan bagaimana cara mendapatkannya menjadi topik yang tak pernah selesai ketika dibahas. Kadang terasa mengada-ada, karena untuk masalah spare parts bisa sampai berjuta-juta rupiah biaya nambahnya, padahal perbedaannya hanya sedikit dan bahkan kadang tidak terasa dimana perbedaannya.

Sepeda Polygon Heist 5.0 yang tahun ini kubeli, rasanya sudah terasa nyaman untuk dikendarai, tapi ketika dibahas masalah upgrade spareparts, tetep saja jadi menarik untuk dibahas lama. Akhirnya terjadi juga upgarde “hub” dan “free hub” di sepeda Heistku. Inilah penggantian spare parts yang kuanggap cukup penting dan bisa mempernyaman naik sepeda.

“Mas Eko, kalau polygon Heist seri yang dipakai ini masih belum pake bearing, jadi kalau ingin lebih nyaman dipakai perlu ganti wheel set yang sudah pakai bearing. Tidak perlu beli yang mahal-mahal, tidak perlu gengsi dan beli yang bermerk, cukup asal yang lebih lancar putarannya”, nasehat temanku.

Heister siap membawa kuliner

Heister siap membawa kuliner

Setelah melalui obrolan Goweser di komunitas yang lain yang juga panjang, akhirnya “wheel set” diganti dan BB (bottom braket) juga ikut diganti. Ketika selesai diganti dan dicoba untuk turun ke jalan, memang terasa bedanya. Yang tadinya hanya bisa mengimbangi RB (road bike), sekarang malah bisa menyalipnya, meskipun pada jalan datar tetap masih belum bisa mendahului RB. Pada jalan yang sedikit menanjak, Heist yang sudah diupgrade wheel set serta BB-nya terasa lebih lancar. Ini semua dibandingkan dengan sesama goweser di komunitasku.

“Sekalian ganti ban luar dan ban dalamnya dengan ban balap mas Eko, pasti akan lebih jhoz lagi!”, kawanku kembali memberi usul.

Kurasa aku sudah pernah mengganti ban Heist dengan ban RB, sekalian mengganti garpu depan yang bersuspensi dengan model rigid (tanpa suspensi), jadi kupikir untuk Heist 5.0 yang ini, cukup wheel set dan BB saja. Dengan demikian aku tetap bisa ikut rute blusukan tanpa harus kepleset ketika ketemu jalan berlumpur.

Ketika aku bertemu dengan komunitas baru dan kembali terjadi sebuah Obrolan Goweser dalam petemuan itu. Muncul sebuah topik yang seperti lazimnya dalam obrolan Goweser, tapi dari sudut pandang yang berbeda.

“Saya perhatikan dalam berbagai pengalaman saya, goweser yang sering upgrade sepeda, biasanya malah jarang memakai sepedanya”, demikian salah satu ucapannya.

“Lho kok begitu mas ?”

“Iya betul, dari pengalamanku mereka lebih menikmati melihat sepedanya yang bagus dibanding menikmati dengan menaikinya.

Tim Heist 5.0 WSKT

Tim Heist 5.0 dan Helios WSKT

Wah, betul juga, pikirku. Setelah aku mengganti spare part sepedaku, maka kenikmatan bersepeda “rasa baru” itu hanya bisa dinikmati dalam 10 menit kayuhan pertama, setelah itu semuanya terasa sama saja. Masih serasa naik sepeda lama yang belum diupgrade. Memang lama waktu  gowes jadi semakin cepat, tapi perasaan naik sepeda “rasa baru” berbeda hanya bertahan selama 10 menit, setelah itu rasanya tetap sama saja.

Apapun topik Obrolan Goweser memang selalu menarik dan bisa berubah pandangannya ketika pengalman gowes semakin lama. Yang tadinya benar bisa berubah menjadi kurang benar atau yang tadinya dilecehkan ternyata pada akhirnya malah jadi yang paling sering dibahas. Jenis sepeda juga makin lama makin berubah dalam topik obrolan Gowes, dulu sepeda lipat hanya jadi topik sambil lalu, sekarang jadi topik dimana-mana. Harga sepeda lipat naik signifikan dan laris manis di pasaran. Dimana-mana stok sepeda lipat kosong dan kalau ada harganya jadi terasa mahal, tapi tetap saja hanya sebentar sudah kosong lagi.

Obrolan Goweser akan selalu ada dan akan makin meriah ketika dilakukan sambil wisata kuliner. Perut kenyang dan mulut juga kekenyangan bicara. Selamat mengobrol dan berkuliner ria, karena itulah yang membuat kegiatan gowes menjadi ada kenangannya.

Polygon Path 9 dengan fork rigid

Polygon Path 9 dengan fork rigid

===
catatan :
Hub adalah as roda yang ada di tengah – tengah roda yang mengikat ruji. Untuk bagian depan biasa disebut Hub dan yang belakang biasa disebut Free Hub. Dibedakan QR dan TA, QR atau Quick Release sebagai standar lama. TA (ThruAxle) merupakan hub model terbaru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s