Gowes dengan senyum

kebiasaan keliling Cawang sebelum start

Pagi hari ini aku membuat status tentang bagaimana melatih senyum yang ikhlas, bagi goweser yang sering bergaul bersama komunitas gowes WSKT mungkin sudah terbiasa menjalankan “Gowes dengan senyum”. Rumus latihan senyum ikhlas memang bermacam-macam, ada yang bilang 2-2-7 ada yang 1-1-7 dan mungkin ada yang punya rumus lain, tapi intinya sebenarnya sama. Sebenarnya yang penting dari latihan senyum ikhlas adalah pelaksanaannya, bukan pada teorinya, bukan cuma ajaran Kiai Jarkoni (iso ujar ora biso nglakoni-jawa), bisa berujar tidak bisa melaksanakannya, tapi bagaimana bisa meresapi ajaran rumus 2-2-7 :-).

Rumus 2-2-7 mungkin kelebihan dari olah raga sepeda dibanding olah raga renang, karena dengan mudah bisa dilakukan saat bersepeda dibanding saat berenang. Cukup menarik bibir kanan ke kanan, bibir kiri ke kiri sepanjang 2 cm selama 7 detik dan rasakan akibatnya jika dapat dilakukan sebanyak 20 kali dalam sehari. Memang tidak instan, tapi akan sangat berpengaruh dalam keseharian hidup kita.

Otot muka akan mengalami relaksasi dari ketegangan hidup yang makin menegangkan setidaknya 20 kali dalam sehari, sehingga otot di wajah tidak akan makin mengerut dalam sehari, akibatnya saat tidur akan berkualitas waktunya untuk beristirahat. Gowes dengan senyum akan menyebabkan hal-hal yang luar biasa, minimal membuat tidur menjadi lebih berkualitas dan lebih mudah untuk tidur, karena saat akan tidur otot wajah sudah melemas dan tidak perlu lagi dilemaskan lagi. Itu memang kelebihan olah raga ini dibanding renang, jalan atau Gowes ! 🙂

Analisa ini tentu saja analisa “gampangan” saja dan bukan analisa yang rumit-rumit, jadi belum tentu benar, begitu juga rumus senyum 227, bukan rumus keluaran dari lembaga riset yang terpercaya, semua ini hanya pengalaman atau hasil dari ceramah motivasi dari berbagai kegiatan. Tidak bisa dipercayai tapi mudah dipraktekkan secara teori, tapi sulit dilaksanakan pada prakteknya. Meski sulit dilaksanakan, tapi banyak goweser yang langsung praktek tanpa teori 227, mereka melaksanakan ajaran senyum dengan ikhlas secara otomatis dalam kegiatan gowes mereka.

Seperti juga acara sepedaan di CFD (car free day) Jakarta kemarin, acaranya dimulai jam 6:00, tapi kebiasaanku bangun sebelum subuh dan bersepeda seusai subuh membuatku yang paling pagi datang di lokasi start. Belum ada yang datang, jadi akupun bersepeda sendirian dulu mengitari komplek sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain. Setelah teman-teman datang, barulah aku berhenti di lokasi start dan ikut ngobrol dengan mereka. Secara otomatis senyum akan menghiasi wajah yang ikut dalam obrolan pagi dan memang sudah kulakukan Gowes dengan senyum sejak sebelum ngobrol dengan mereka.

 

Ngobrol sebelum start Cawang

Ngobrol sebelum start Cawang

Rute yang ditempuh hari ini setelah start dari Cawang, kita lanjut ke Semanggi dan masuk dalam lokasi CFD. Bila di jalur menuju Semanggi sepeda bisa kita gowes dengan kecepatan di atas 20 kmj sampai 30 kmj, maka begitu masuk CFD, kecepatan hanya berkisar antara 7 sampai 15 kmj, bahkan di beberapa titik harus menuntun sepeda untuk menghindari pemakai jalkan yang padat. Semua itu harus dinikmati dalam ceria, sehingga tanpa sadar wajah kita sudah dihiasi dengan senyum.

Latihan Harbak PU 72

Latihan Harbak PU 72

Sarapan yang agak berat, kita mencoba mencari warung baru di daerah Jakarta Selatan. Ditemukanlah warung yang unik di jalan Patiunus, ramai warungnya sejak pagi dan makin ramai ketika makin terang tanah. Kebanyakan anak muda bergerombol bersama komunitasnya. Aku agak menjauh dari gerombolan anak muda ini yang tetap asyik dengan rokoknya sambil bercanda ria.

Walking drums Patiunus

Walking drums Patiunus

Resto ini rupanya ada nuansa “green” alias ramah lingkungan, yaitu dengan dipakainya barang bekas untuk salah satu ruangannya. Hidangannya juga lezat-lezat, hanya saja aku tidak bisa mencoba semuanya, sesuai dengan panutanku “makan, minumlah dan jangan berlebihan“, ketika aku sudah merasa kenyang maka berhentilah aku makan dan memikirkan lainkali untuk datang lagi.

kebiasaan keliling Cawang sebelum start

kebiasaan keliling Cawang sebelum start

Gowes dengan senyum mengapa tidak 🙂
Gowes kuliner harus !
Gowes minimal 30 menit sehari sunat muakad ! 🙂
Yuk kita Jalan atau Gowes !
WSKT Go Go !!!

 

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s