Tips gowes sehat

Gowes Harbak PU 72 Bandung Jakarta 182 Km

Banyak cara untuk gowes, orang menyebutnya “style sepedaan”, ada yag disebut style santai ada pula yang pakai style “sprint”. Dalam suatu kelompok/komunitas Gowesku, aku menyebut style MERAH, HIJAU dan BIRU dan di komunitas yang lain kukenal type “slow rock” dan “hard rock”. Banyak komunitas banyak pula style yang menjadi ciri komunitas gowesnya. Tujuannya sebenarnya adalah agar gowes menjadikan kita sehat dan bukan sebaliknya, akupun jadi kepikiran untuk menulis tentang tips gowes sehat.

Ternyata sebenarnya menulis tips gowes sehat untuk umum itu gampang-gampang sulit, karena isinya sangat klise dan sangat mudah diketahui tapi perlaksanaannya sangat sulit dilakukan untuk beberapa orang. Pokoknya serba sangat !

PERTAMA, sebelum gowes biasakan untuk melakukan senam yang paling sederhana saja dan bukan senam yang menyebabkan orang berdecak kagum.

KEDUA, mulai gowes dengan hati riang, senyum mengembang dan badan sehat.

KETIGA, selama gowes, buang perasaan gengsi dan emosi ketika disalip, gowes sejatuhnya kaki saja.

KEEMPAT, setelah finish jangan lupa dilanjut dengan istirahat yang cukup.

KELIMA, jadikan gowes sebagai kebutuhan hidup untuk hidup yang baik dan bermanfaat bagi sesama.

Senam sebelum gowes bisa dicari di mbah Gugel, tapi pada intinya adalah supaya badan sudah siap untuk melakukan kegiatan olah raga, sehingga cedera karena badan belum siap berolah raga tidak terjadi. Untuk teman yang muslim bisa memakai cara duduk pesilat tapak suci untuk berdoa sehabis sholat subuh, sehingga menjadi seperti senam peregangan. Bisa juga dengan melakukan modifikasi senam stroke, sesuai yang kita senangi saja, yang penting otot tidak terkejut saat dipakai bersepeda. Senam stroke ini bisa dilakukan di kamar saja, uyang penting dilakukan sebelum bersepeda.

Saat kaki mulai berada di atas pedal, adalah sat kita mulai menata hati kita, menjauhkan hati dari segala perasaan negatip dan mulai berpindah ke energi positip (EPOS). Jangan memaksakan diri bila badan merasa tidak sehat, karena bukan kesehatan yang kita dapatkan tapi justru makin tidak sehat yang kita dapatkan.

Senyum mulai dikembangkan, bibir ditarik seimbang ke kanan dan ke kiri selama beberapa detik, agar otot muka mulai kendor dan mulai terlatih untuk tersenyum dengan ikhlas. Sebenarnya senyum ikhlas itu muncul dari hati yang ikhlas, namun mungkin kita perlu latihan senyum dulu agar hati ikut tersenyum.

Ngobrol sebelum start Gowes

Ngobrol sebelum start Gowes

Emosi saat bersepeda sering terjadi ketika seseorang dibully sehabis bersepeda, sehingga meskipun kondisi fisik sudah mulai menurun, badan sudah capek, kaki tetap diusahakan mengayuh pedal. Akibatnya bisa fatal, apalagi kalau emosi pada saat menanjak. Jantung akan bekerja lebih keras dan bisa-bisa menjadi berhenti berdetak, artinya bersepeda akibatnya jadi berbeda dengan yanhg diharapkan untuk kesehatan dan kegembiraan.

Bagi yang sudah mulai terbiasa melakukan dua hal tersebut, bisa meningkatkan diri dengan mengganti sepeda dengan sepeda fixie. Jenis sepeda ini adalah sepeda yang pedalnya selalu berputar sehingga ritme bersepeda kita akan lebih teratur. Tentu rute disesuaikan dengan jenis seopeda, jangan sampai memilih rute yang membuat kondisi badan tidak sesuai dengan jenis rute yang dipilih.

Seusai bersepeda juga perlu diingat bahwa badan juga perlu istirahat. Bagi yang memakai alat bantu (garmin), akan muncul notifikasi untuk beristirahat selama waktu tertentu sesuai waktu bersepeda yang kita lakukan. Kita cukup mengikuti nasehat dari alat bantu itu, kecuali kalau alat bantunya rusak dan memberikan nasehat yang aneh-aneh.

Banyak nasehat di komunitas Jogja Gowes yang intinya berkata bahwa bersepeda itu untuk menjaga kebugaran tubuh, selain renang dan jalkan kaki/lari. Jadi kalau memang bersepeda bukan untuk jadi atlit, kita cukup bersepeda agar berkeringat, cukup makanan dan tidak kelaparan/lkehausan selama di kegiatan bersepeda.

Gowes Harbak PU 72 Bandung Jakarta 182 Km

Gowes Harbak PU 72 Bandung Jakarta 182 Km

Salam sehat buat semuanya.

Catatan :

MERAH : untuk kelompok yang di depan, sebagai penunjuk jalan
HIJAU : kelompok yang di tengah, biasanya tim medis (mobile) ada di posisi ini
BIRU : kelompok yang di barisan paling belakang, di iringi olah tim medis yang memakai ambulance dan mobil angkutan sepeda

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s