Gowes tahun baru

My Year In Sport by Strava

Minggu ini hasil gowes selama tahun 2017 muncul semua di pengguna aplikasi Strava. Di komunitasku diawali oleh pak Vippy, teman sejati dalam bergowes memakai strava. Sebenarnya banyak teman yang lain, tapi jika tidak mempergunakan Strava dan tidak barengan lokasi gowesnya maka tidak muncul dalam catatan strava. Begitu juga ketika pertama kali bersepeda di tahun 2018 ini, Rabu rutin yang merupakan gowes tahun baru hanya diikuti oleh dua orang yang memakai aplikasi Strava.

Memang pemakai aplikasi Strava, Endomondo atau apapun, kadang tidak terekam oleh aplikasi masing-masing. Hal ini bisa jadi karena GPS-nya macet, aplikasi error, atau habis batere dan berbagai macam sebabnya. Itu sebabnyha, aku biasanya memakai dua piranti untuk mencatat kegiatan olah ragaku. Ini bukan suatu hal pernting, bahkan pemborosan sumber daya, hanya saja karena ada ponsel cadangan yang sering nganggur, maka aku memanfaatnya untuk tandem di aplikasi kesehatan.

Yang sering terjadi, catatan di aplikasi Android selalu lebih jauh dibanding di aplikasi iOS. Aku tidak tahu dengan pasti, yang mana lebih akurat, karena sebenarnya bukan keakuratan yang jadi fokusku, tetapi tren dari catatan olah ragaku yang menjadi perhatianku. Sebagai contoh, bila aku bersepeda 30 km, maka bukan hanya nilai 30 km yang kuperhatikan, tapi lebih ke dua buah nilai sebelum nilai 30 km. Kemudian aku bisa menarik kesimpulan tentang kinerja olah ragaku.

Lengkapnya begini, tanggal 1 aku menempuh 50 km, tanggal 3 aku menempuh 40 km dan tanggal 5 aku menempuh 30 km, maka aku bisa menyimpulkan bahwa ada penurunan terhadap kinerja gowesku. Bila urutan angka dibalik, dari 30 km ke 40 dan 50 km, maka ada peningkatan dalam kinerja gowesku. Kinerja gowesku ini tercatat dalam aplikasi Strava, Endomondo, Samsung Health dan sejenisnya melalui media masingh-masing. Bisa dilkakukan dengan ponsel atau jam olah raga Garmin atau apa saja yang bisa membantu mencatatnya secara lebih mudah.

Gowes tahun baru kali ini sebenarnya aku bercita-cita memakai Garmin Edge 1030, tapi rupanya usahaku masih belum berhasil untuk mendapatkannya. Aku harus puas dengan garmin Edge 820 yang dikoneksikan ke iPhone dengan tandem ponsel keluaran Samsung. Jam garmin Fenix 3 sendiri bila tidak terpaksa tidak kugunakan dan hanya berfungsi sebagai jam biasa. Kekurangan Garmin Edge 820 dibanding model jam adalah ketika parkir sepeda, untuk yang sering lupa bisa ketinggalan di sepeda dan hilang di parkiran ketika kita sedang menyantap kuliner dan kurang perhatian pada Edge yang masih nempel di sepeda. Berbeda dengan Fenix 3 yang selalu melingkar di tangan kita.

Gowes Rabu rutin Monas

Gowes Rabu rutin Monas

Gowes tahun baru juga kupakai sebagai ajang survey untuk gowes Ceria menyambut ulang tahun Waskita yang ke 57. Bukan model Gowes Granfondo Strava, tapi sengaja cari rute yang paling dekat agar banyak peserta, karena setelah acara gowes ceria akan ada acara utama kita berupa “Coaching clinic”. Mirip acara beberapa tahun lalu ketika dirut WTR terjatuh ketika mengikuti acara bersepeda ke Goa Kiskendo Kulonprogo Jogjakarta. Coaching clinic tahun ini sebagai kepedulian kita terhadap meninggalnya salah satu sahabat goweser WSKT ketika mengikuti acara Gowes Harbak PU 72 Bandung Jakarta.

Bila coaching clinic yang lalu kita mendatangkan pakar sepeda Tour De Frank dari Belanda, maka kali ini kita mendatangkan pakar dokter olah raga yang juga goweser dari Jogja, Sebagai bintang tamu, akan kita datangkan juga mantan atlit internasional yang pernah beberapa kali menjuarai beberapa event tingkat internasional yang kebetulan sahabat WSKT juga.

Untuk memantapkan acara ini, minggu depan acara rutin gowes pagi Jumat berkah akan menempuh rencana rute gowes Ceria sebelum acara Coaching clinic. Sebagai gambaran rute adalah sebagai berikut :

Start Cawang Km Nol, menuju otista ke arah kampung Melayuh. Setelah melewati rel KA, berbelok ke kiri ke arah Manggarai dan sarapan di Proyek Waskita yang ada di Pasar Rumput. Setelah selesai sarapan peserta langsung diarahkan ke kantor Waskita Cawang agar tidak terlalu capek dan bisa mengikuti acara Coaching clinic dengan nyaman, tanpa perlu mengelap keringat yang mengucur deras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s