Mental juara di tengah situasi krisis

Perlu mental Juara dalam situasi krisis (pixabay)

Pagi ini aku terlecut dengan postingan seorang teman,”Mental juara di tengah situasi krisis”, katanya. Aku jadi ingat beberapa tahun silam ketika kita terpuruk, kita merasa seolah-olah “tergadai” dan tidak punya apa-apa. Mental kita, diakui atau tidak melorot jauh, sama dengan kondisi kita saat ini. Beberapa cobaan, beberapa kejadian yang serasa tidak mungkin terjadi telah terjadi begitu saja. Seorang kepala proyek yang sangat kukagumi, ternyata ikut juga mengalami hal yang semetinya tidak terjadi.

Sebelumnya juga terjadi beberapa rentetan kejadian yang juga seolah-olah tidak mungkin dilakukan oleh teman-teman kita. Beberapa kegiatan telah kulakukan demi membangun mental dari sebagian teman yang terpuruk. Tahun lalu aku sempat menghadap pada salah satu pimpinan yang mempunyai wewenang untuk bisa mencegah kejadian yang memalukan ini bisa terjadi.

“Pak Eko, saat ini kalau ada apa-apa, sayalah yang bertanggung jawab, tidak ada anak buah yang salah, sayalah yang salah. Semua kejadian kemarin adalah tanggung jawab saya, jadi saya yang akan bertanggung jawab !
Bahwa setelah ini sayha juga meminta pertanggung jawaban dari beberapa anak buah saya, itu masalah lain, tapi saat ini saya hanya ingin memberi pencerahan dan semangat pada anak buah saya. Tugas pak Eko adalah ikut membantu saya mempercepat proses recovery semangat dan meningkatkan pemahaman mereka tentang K3!”

Akupun kembali blusukan ke berbagai proyek untuk mengulang kembali tugasku beberapa tahun silam. Bersama alumni tempat kerjaku yang dulu jadi pembangun sistem, aku kembali menggeluti K3 termasuk pernak-perniknya. Aku mengadakan beberapa kali test kemampuan dasar K3 orang-orang yang berada di lapangan (proyek) melalui CHSET (Construction Health Safety Environment Test) dengan mengajak seniorku sebagai penilainya. Seorang teman sempat berkata padaku di sosmed yang kuikuti,”pak Eko fokus lagi ke K3 ya ?”

Bimbingan pelaksana Proyek

Bimbingan pelaksana Proyek

Aku memang saat ini membuka “layanan K3” dalam organisasi yang kuikuti, semata-mata untuk membantu perusahaan lamaku bangkit lagi dalam masalah K3. Bersama-sama dengan para alumni, kita bahu membahu untuk menyumbangkan pikiran untuk membuat “almamater” kita kembali pada “track” K3 yang benar. Untuk masalah non-K3, kita percaya bahwa “almamater” kami jauh lebih canggih dari kami, para alumni, tapi semoga sedikit yang kita miliki masih bisa menjadi katalisator bangkitnya semangat dan nilai K3 di almamater kami.

Beberapa waktu lagi akan ada pergantian pimpinan di “almamater” kami, saatnya kita lebih mawas diri, lebih memeriksa diri kita, apakah yang terjadi sekarang ini adalah suatu hukuman atau peringatan dari Tuhan terhadap apa saja yang kita lakukan selama ini. Bila ini merupakan “peringatan” atau “ujian”, kita harus lebih menyiapkan mental untuk tetap semangat. Kita harus masih punya “Mental juara di tengah situasi krisis”, jangan menyerah terhadap situasi krisis atau situasi apapun.

Mental Juara dalam situasi krisis (pixabay)

Mental Juara dalam situasi krisis (pixabay)

“Never give up!”

“Jangan menyalahkan diri, tetap semangat untuk memperbaiki diri, menjadi yang lebih baik dari yang kemarin!”

Nasihat-nasihat klise terus bertebaran, mungkin ada yang sudah muak mendengarnya, tapi saat ini, mungkin kita perlu menahan langkah dan menyikapi semua nasihat dan menentukan nasihat yang mana lagi yang masih kita perlukan. Akupun kembali ingat pidato salah seorang tokoh, pemimpin dunia maju, ketika bicara tentang keterpurukan, kegagalan dan semua yang tidak disukai orang.

“Penulis Harry Potter tidak langsung diterima bukunya dan langsung sukses sebagai penulis, Michael Jordan pernah dikeluarkan dari tim basket dan beberapa kali pernah ghagal memasukkan bola dalam keranjang !!”

Tulisan ini diawali dengan mati lampu dan hidup kembali beberapa saat kemudian, tapi akhirnya selesai juga kutulis dan back-up tulisanku ketika mati lampu masih dapat kuteruskan lagi menjadi sebuah tulisan. Hal ini sama dengan ketika aku melihat tanjakan gowes di depanku yang tinggi menjulang, tinggal bagaimana aku memilih cara untuk melewatinya. Tinggal memilih cara yang benar dan tujuan yang benar, semuanya jadi “halal dan baik!”.

Jadi ingat aku yang pernah stroke dan harus menjalani penyakit dengan senyum,”I’m stroke and I’m happy!“. Salam semangat dan tetap mempunyai Mental juara di tengah situasi krisis ini !

Perlu mental Juara dalam situasi krisis (pixabay)

Perlu mental Juara dalam situasi krisis (pixabay)

 

4 komentar

  • Ping-balik: Gebrakan K3 Waskita | Blogger Goweser Jogja

  • Ping-balik: Waskita AGS | Blogger Goweser Jogja

  • Post yang baik dan mengedukasi pak. Semoga “almamater” dapat bangkit kembali, dan berlari lebih kencang dari sebelumnya dengan melewati jalan yang benar pastinya. Sukses selalu buat pak Eko yang masih mempedulikan “Almamater” walaupun sudah menjadi alumni.

    Sincerely,
    Roda dari anak “Almamater”.

    Disukai oleh 1 orang

    • Salam semangat pagi 🙂

      Terima kasih atas komentar dan doanya.
      Semoga terkabul doa kita semua.
      Aamiin YRA.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.