Kebersamaan dalam komunitas


Kerbersamaan dalam selera atau “sesuatu hal” telah melahirkan berbagai macam komunitas, ada komunitas remaja masjid yang suka dengan kehidupan di lingkungan masjid, ada komunitas penggila Harley Davidson yang rela mengeluarkan banyak uang untuk mengisi acaranya sampai ke komunitas emak-emak blogger yang aktif bersosialisasi untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa dan negara. Kebersamaan dalam komunitas memang sangat diperlukan untuk menjamin kelanggengan komunitas itu, begitu kebersamaan sudah menipis, maka komunitas bisa berhenti berkegiatan dan mati suri kemudian bisa mati betulan.

Dalam salah satu kesan dan pesan Anis Baswedan di komunitas Alumni Gadjah Mada, dia pernah bercerita tentang kehidupan sebuah komunitas, dia mengibaratkan denag anlogi laju kendaraan di jalan tol. Tidak terjadi sesuatu masalah, tetapi ketika ada salah satu kendaraan yang memperlambat diri, maka akibatnya kendaraan di belakangnya bisa macet sampai berkilometer jaraknya. Begitu juga dalam komunitas, bila salah satu anggotanya ada yang kehilangan motivasi dan menjadi “galau” kemudian mulai sedikit demi sedikit meninggakan kebersamaan dalam komunitas, maka anggota yang lain bisa jadi ikut “galau” dan mulai kehilagan motivasi dalam berkomunitas.

Aku juga masih ingat dengan cerita JokoWi ketika masih baru jadi walikota Solo, dia memimpin upacara tapi lupa dengan apa yang harus dilakukan ketika sedang memimpin acara penghormatan pada irup, sehingga semua peserta upacara masih dalam posisi mengangkat tangan kanan dan tidak diturunkan sampai beberapa saat kemudian ketika JokoWi ingat harus menurunkan tangan barulah semua peserta upacara menurunkan tangan kanannya. Apa jadinya kalau irup lupa aturan dakam upacara, semua peserta upacara akan mengikuti aturan dan akan berada dalam kondisi yang “galau” berjamaah.

Komunitas bersepeda lipat

Komunitas bersepeda lipat

Dalam kegiatan komunitas bersepeda, aku merancang rute dan ketika ada peserta yang usul agar rute diubah, aku harus menghormati usulan yang ada, sehingga rutepun berubah, menjadi dibalik rutenya. Dalam kenyataan di lapangan, rute tiba-tiba diusulkan untuk diubah lagi, kitapun sepakat ikut kesepakatan baru dan rutepun diubah sesuai kesepakatan baru. Dalam sebuah komunitas memang diperlukan saling tenggang rasa, saling menghormati dan dijauhkan dari situasi yang disharmonis.

Kebersamaan dalam komunitas adalah hal mutlak dan sebaiknya jadi nafas anggota komunitas, melalui kebersamaan akan dapat tumbuh rasa saling menghargai, saling menghormati dan lain sebagainya. Semuanya akan bermuara pada sebuah komunitas yang solid dan bermanfaat, kecuali kalau komunitas “gosip”, semuanya akan menjadi sesuatu yanhg berakhir pada sakit di hati. Para tukang gosip mungkin yang bisa tahu tentang “apa hasil dari membicarakan aib orang”, mungkin aib itu malah menimpa mereka sendiri.

Gowes pilkada 2018

Gowes pilkada 2018

Sebulan berpuasa, sebuah komunitas menunjukan hasilnya dengan meningkatnya kebersamaan komunitas kalau anggotanya masih punya semangat yang sama dan memang mengisi ibadah puasa sesuai pedoman yang benar. Dalam kegiatan olah ragaku bersama teman-teman, aku bisa merasakan semangat teman-teman yang tetap dalam tingkat yang mengesankan. Yang istirahat olah raga selama bulan puasa, ketika sudah masuk bulan Syawwal terlihat kagok di awal tapi langsung melesat ketika sudah muklai menemukan ritme olah raganya. Jangan ditanya pada mereka yang tetap olah raga di bulan puasa, pasti mereka akan menjawab bahwa tidak ada beda antara bulan puasa dan bukan bukan puasa dalam berolah raga.

Kuliner itu salah satu tujuan komunitas olga

Kuliner itu salah satu tujuan komunitas olga

Yang terbiasa lari lebih dari 10 kilometer terlihat biasa saja menghadapi bulan puasa, begitu juga yang terbiasa bersepeda dengan rute tanjakan, mereka tetap bersepeda dengan rute menanjak seperti biasanya. Yang biasa sprint memakai RB (road bike), mereka tetap merasa biasa-biasa saja melahap rute 3 digit, nereka melahap jalur mulus datar ataupun menanjak di atas 100 km.

Kebersamaan dalam komunitas sesuatu yang harus dipegang bersama disepakati bersama, apapun komunitasnya, mau komunitas sepeda atau komunitas non sepeda, sama saja !. Semoga !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.