Induksi K3

Gunakan bahasa yang lugas dan membumi :-)

Begitu selesai semua rangkaian ibadah puasa, aku langsung masuk dalam kegiatan K3 di beberapa proyek. Mengamati beberapa proses induksi K3, aku jadi teringat ebook tentang induksi K3 dari penyedia layanan audio visual. Pada dasarnya memang banyak proses induksi K3 yang justru tidak diperhatikan oleh audiens yang diinduksi, sehingga tujuan diadakannya menjadi mubadzir, sia-sia, hanya menghabiskan waktu dan yang diinduksi malah mengobrol sendiri, tidak memperhatikan materi induksi.

Kekeliruan pertama dalam pelaksanaan induksi K3, yang paling banyak kujumpai adalah tidak standarnya materi yang disampaikan dan disampaikan oleh petugas yang asal tampil membacakan materi induksi. Akibatnya tidak ada interaksi yang hangat antara pemberi induksi dan yang diinduksi. Untuk kejadian ini, solusi yang kuberikan biasanya adalah sebagai berikut :

  1. Dibuat materi induksi yang “baik” sebagai acuan segala macam bentuk dan jenis induksi, berbeda peserta yang diinduksi akan berbeda pula materinya, tetapi pasti ada hal-hal mendasar yang harus disampaikan.
  2. Perlu petugas pemberi induksi yang cakap dan terlatih, sehingga yang disampaikan petugas dapat menarik minat yang menerima induksi.
  3. Selalu disampaikan pada kesempatan pertama, sehingga masih menjadi perhatian utama dalam acara induksi dan menghindari pendengar salah pemahaman.
Suasana santai dan cair, tapi yang disampaikan tetap serius

Suasana santai dan cair, tapi yang disampaikan tetap serius

Materi induksi yang “baik” adalah materi induksi yang tidak semuanya berupa tulisan detil dan rumit, tapi cukup point-point penting dan disertai gambar yang mendukung materi. Tidak ada salahnya bila dberi sentuhan yang segar, tanpa keluar dari topik induksi. Gambar gadget canggih, gambar gadis “gemes” atau gambar yang sedang menjadi trend saat ini, dapat dipikirkan sebagai salah satu sentuhan segar yang “milenial”.

Peserta induksi pasti akan bosan bila materi induksi tidak berhubungan dengan dunia sehari-hari mereka, sehingga harus selalu diketahui latar belakang peserta dan materi dibuat sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta. Materi utama sebagai dasar yang harus disampaikan tidak berubah, tapi di beberapa slide tambahan diberi sisipan yang ada hubungannya dengan keseharian peserta.

Petugas penyampai materi induksi juga harus menguasai apa yang akan disampaikan, sehingga dapat tampil dengan penuh percaya diri dan tidak terlihat gagap dalam menyampaikan materi induksi. Penyampaian yang tegas, ramah dan dengan penuh kepercayaan diri akan membuat peserta terhanyut dalam acara. Memang waktu penyampaian materi akan ikut menentukan keberhasilan penyampaian induksi, bola penyampaian memakan waktu yang lama, maka akan menimbulkan kebosanan peserta.

Sampaikan dengan hangat dan tetap tegas

Sampaikan dengan hangat dan tetap tegas

Induksi dalam setiap kesempatan memang sering disampaikan pada acara pertama, tapi harus dipastikan bahwa semua peseeta dalam “sikon” sudah siap menerima induksi. Jangan sampai disampaikan ketika peserta belum siap menerima induksi, akibatnya apa yang disampaikan belum sempat dicerna dengan baik dan induksi sudah selesai dilakukan. Untuk hal ini, siapkan semua peserta dalam kondisi siap menerima induksi dan langsung ke materi induksi disampaikan dengan memperhatrikan setiap interaksi antara pemberi induksi dan penerimanyha.

Penerima induksi akan mengikuti apapun yang disampaikan pemberi induksi apabilka disampaikan dengan tegas dan ramah di saat yang tepat dan materi yang cocok. Kontak mata bila harus dilakukan, cukup dengan memandang dahi penerima induksi dan harus selalu dilakukan dengan wajah cerah, senyum di bibir dan keramahan yang tegas. Pemberi induksi memang sebaiknya pernah tahu tips untuk menjadi MC atau pembawa acara, sehingga ketika menyampaikan induksinya bisa mengalir dengan lancar.

Pemberi induksi bisa mencontoh host, pembawa acara dalam suatu acara, sehingga selalu menjaga audiens tetap fokus dan suasana selalu segar tidak kaku. Bahasa yang digunakan boleh juga disusupi dengan bahasa yang informal untuk menjaga suasana rileks dan tidak tegang. Sarana audio visual akan sangat mendukung kelancaran induksi dan bila perlu disisipi dengan interaksi yang cair. Bisa disampaikan juga alasan suatu instruksi harus dijalankan dengan bahasa yang sederhana, cair dan membumi.

Gunakan bahasa yang lugas dan membumi :-)

Gunakan bahasa yang lugas dan membumi 🙂

Penting dipahami untuk membuat materi yang singkat, padat dan tidak bertele-tele yang akan membosankan audiens. Apa yang disampaikan harus kondisi terkini, jangan sampai ada salah ucapan atau salah slide lama, yang sudah basi dan tidak berlaku lagi saat ini. Hindari penggunaan kata negatif, misalnya kata “jangan, hindari, dan sejenisnya”, selalu gunakan bahasa yang langsung menginformasikan hal yang wajib dilakukan atau dianjurkan untuk dilakukan dengan bahasa yang persuasif dan efektif.

Semoga bermanfaat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.