Puasa Senin Kamis

Menikmati pagi Kamis optimis

Sejak Mahasiswa aku sudah mulai mencoba rajin Puasa Senin Kamis, makin rajin ketika aku kerja praktek di Bendungan Sengguruh Malang, malah sangat rajin ! Bukan rajin karena suka beribadah, tapi tuntutan sikon kerja praktek yang membuatku harus rajin puasa untuk menghemat pengeluaran dana makan minum. Lulus dari Sipil UGM, aku diterima kerja di Waskita dan kembali aktif puasa Senin Kamis, selain mulai ingat akhirat juga tututan sikon yang mengharuskan aku harus berhemat banyak. Saat itu dengan gaji 300 ribu rupiah, aku harus merantau ke Medan dan mulai mengirim sebagian gaji ke ortu yang ada di Jogja.

Tak pelak lagi, aku kebanyakan rajin berpuasa karena tuntutan sikon yang mengharuskan aku berhemat secara sehat dan dapat amal sebagai dampaknya. Memang ibadah puasa itu ibadah yang sangat unik menurutku. dapat kesehatan dan dapat amal, meski (mungkin) terlihat tersenyum dalam kelaparan. Setelah kehidupan mulai normal, akupun ternyata lupa untuk berpuasa dan mulai menimbun lemak di tubuhku, sampai akhirnya seorang gadis muda mengingatkanku akan perlunya berpuasa.

Inspirasi hidupku :-)

Inspirasi hidupku 🙂

Berat tubuhku yang tidak ideal dan susahnya aku memakai sepatu membuatku kembali rajin puasa Senin Kamis. Setiap Senin aku sahur di Jogja dan sebelum subuh sudah meluncur ke Jakarta. Maghrib aku berbuka di Jakarta dan kemudian Kamis kembali berpuasa di Jakarta, hari-hari di antara Senin dan Kamis, kupakai berolah raga ringan, baik jalan kaki maupun bersepeda. Kuanggap inilah kehidupan normalku yang “regular”, sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku mulai kembali menimbun lemak.

Sehabis Subuh kawanku memandangku sambil tersenyum,”pak Eko kemnbali gemuk ya ? Pipinya terlihat kembali gembul sampai aku pangling dan harus melihat dengan cermat untuk memastikan yang kulihat adalah foto pak Eko :-)”.

Aku tersentak sadar dan hanya bisa tersenyum menerima gurauan temanku, memang minggu lalu aku ketika menimbang badan di Jogya sempat kaget. Dalam kondisi tidak memakai jeans dan “pemberat” yang lain, ternyata berat badanku sama saja, artinya aku mengalami kenaikan berat badan, seberat celana jeans dan “pemberat” yang lain, atau sekitar 2 kg. Padahal aku mulai rajin lagi berolah raga jalan kaki, maksudnya lebih rutin daripada biasanya.

Aku ikut Kagama running dan juga ikut Kagama Cycling untuk ajang aku berolah raga ringan. komunitas olah ragaku sebelumnya sudah mulai bosan dengan jalur pendek dan mulai jalur jarak jauh dengan jenis sepeda yang berbeda, sehingga aku harus memilih ikut gowes jarak jauh (lagi) atau tambah kegiatan olah raga lainnya. Kondisi komunitasku rupanya memilihkan aku olah raga yang dekat-dekat saja, tidak perlu jauh dan tidak perlu lama, cukup yang dekat dan sebelum tengah hari sudah selesai kegiatannya.

Komunitas bersepeda lipat

Komunitas bersepeda lipat

Dua kali aku merencanakan ikut kegiatan Gowes di luar kota dengan jarak yang lumayan dan banyak tanjakannya, dua kali pula aku gagal mengikutinya karena tertimpa musibah. Yang pertama, acara Gowes Malang aku jatuh karena kesalahan sendiri, kecelakaan tunggal, di Jembatan Semanggi yang sepi, sehingga aku batal ikut, kemudian acara Gowes mubeng Boyolali (BoySeli) aku kembali dapat musibah. Aku yang sedang menikmati pagi Jakarta dengan santai, tiba-tiba harus jatuh gara-gara sebuah angkot tiba-tiba minggir dan menerjangku.

Yang jadi kambing hitam adalah helmku, banyak teman yang melihat liukaku dan menyimpulkan kalau aku kurang hati-hati dan tidak memakai helm ketika jatuh. Mereka mungkin tidak menduga kalau aku sudah sangat hati-hati (setelah jatuh sendiri di Semanggi) dan jatuh lagi gara-gara sopir angkot yang mendadak minggir tanpa melihatku. Aku juga, seperti biasanya, memakai helm bermerk (hadiah teman) dan jatuh dalam kondisi memakai helm. Bisa dibayangkan kalau aku jatuh tanpa memakai helm, pasti akan lain lagi ceritanya.

Hari ini aku puasa Senin Kamis, selain untuk menjalankan sunah nabi, juga untuk menghindari diri dari banyaknya karbohidrat yang masuk ke perutku, semoga ibadah dapat dan kesehatan juga dapat.  Manfaat puasa Senin Kamis memang sangat benyak dan semoga aku dapat manfaat tersebut. Aamiin YRA.

Menikmati pagi Kamis optimis

Menikmati pagi Kamis optimis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.