RUN for beasiswa

Cawang Walk untuk beasiswa UGM

Mendadak teman-temanku bertambah banyak dan semuanya adalah pelari, baik yang amatir maupun yang tingkat master, mereka semua rajin berlari untuk tujuan tertentu yang sama dengan tujuanku. RUN for beasiswa atau terkenal dengan sebutan KLUB (Kagama Lari Untuk Beasiswa), mereka berlari dan mencari sponsor untuk donasi beasiswa UGM. Aku ikut dengan menjadi sponsor untuk diriku sendiri, pada perkembangan selanjutnya ternyata target yang kupasang terlalu kecil, sehingga hari ini sudah terlampaui.

Kata temanku,”yang sudah terlampaui targetnya artinya waktu pasang target kekecilan karena kurang percaya diri!”, aku hanya tersenyum kecut karena tertebak oleh temanku, maklum aku bukan pelari jadi ketika membuat target lari, aku hanya melihat yang paling banyak diambil target yang mana dan siapa saja yang sudah mengambilnya. Jadi ketika kupasanga target 100K, aku beranggapan dengan jalan kaki 3K setiap hari dalam sebulan akan tercapai 90K dan tinggal menambah 10K di hari-hari tertentu, maka akan tercapai targetku.

Mengingat bulan-bulan ini mulai turun hujan, aku langhsung kepikiran untuk ikut event jalan kaki, dengan demikian aku dapat tambahan jarak dik KLUB sambil ikut memeriahkan event yang kuikuti. Salah satu event yang kuikuti adalah event Jogja Internatioal Heritage Walk, sebuah kegiatan jaklan kaki (bukan lari) bersama teman-teman dari manca negara blusukan di daerah Turi Kaliurang. Sebagai peserta pemula, aku tidak paham bahwa rutenya akan cukup berat bagi pemula, meskipun sepanjang jalan akan dijumpai berbagai pemandangan dan kuliner lokal yang membuat “capek” tidak terasa, tapi membuat setelah sampai rumah jadi sangat terasa.

Jogja International Heritage Walk

Jogja International Heritage Walk

Kawanku sempat memberi komentar pada event itu,”jarak cukup untuk pemula, tapi climbingnya tinggi banget!”. Aku baru sadar, bahwa untuk pemula jarak 10K boleh dikata reasonanble, tapi angka di beda ketinggian termasuk tinggi banget untuk kelasku yang pemula banget. Sebuah pelajaran bagiku dan masih terasa capeknya sampai sekarang. Untung aku bukan pelari yang harus istirahat paling tidak dua hari dalam seminggu, agar olah raga tidak malah menjadi penyebab sakit. Sepatuku juga bukan untuk pelari atau untuk bersepeda, meski tetap kupakai untuk segala macam olah ragaku, karena sepatuku buatan Indonesia ! 🙂

sepatu baru buatan Indonesia

sepatu baru buatan Indonesia

Aku hanya pejalan kaki, yang otomatis harus berjalan tiap hari untuk melakukan aktifitas hidup ini, jadi tidak perlu beristirahat dua hari dalam seminggu, bahkan ada anjuran bahwa aku harus melangkah 10.000 langkah setiap hari, klop sudah ! Dengan ketentuan melangkah 10.000 langkah per hari, maka pada hari ini lunaslah targetku untuk berlari 100K, RUN for beasiswa tercapai sudah. Tidak dibedakan antara pelari dan pejalan kaki, pelari cepat atau pejalan kaki “thimik-thimik”, semuanya dianggap sama untuk acara ini.

KLUB RUN for beasiswa

KLUB RUN for beasiswa

Dalam aplikasi Endomondo, memang tidak dibedakan antara pelari dan pejalan kaki, berbeda dengan strava yang dengan jelas memisahkan antara pelari dan pejalan kaki. Aku memang mencoba menjalankan aplikasi strava untuk komunitas para pelari dan berbeda dengan Endomondo, jalanku tidak tercatat dalam Strava dan baru tercatat ketika aku lari 1K.

RUN for beasiswa ini adalah kegiatan para alumni UGM (KAGAMA) untuk mengumpulkan donasi yang nantinya akan diberikan pada adik mahasiswa UGM pada acara Dies UGM bulan Desember 2018 nanti. Para pelari (aku pejalan kaki) sudah mulai berlari sejak 11 Nopember 2018 sampai dengan 10 Desember 2018 nanti, jumlah jarak yang ditempuh masing-masing pelari akan dijumlah dan para donatur akan memberi donasi sesuai pencapaian target masing-masing pelari.

beasiswa UGM dari Alumni

beasiswa UGM dari Alumni

Aku sendiri meski pasang target 100K, tapi nanti akan memberi donasi yang kira-kira lebih dari yang dapat kucapai. Kebetulan beberapa temanku ikut memberi dukungan padaku, sehingga mereka akan ikut memberi donasi, berapapun jarak yang kutempuh, dengan cara transfer dananya padaku. Kucatat beberapa temanku yang langsung bereaksi ketika mengetahui niatku untuk RUN for beasiswa 🙂
1. Luki Ketua KMTS Civeng 2003
2. Wowok ketua Reuni akbar Civeng 2017
3. Herwidiakto Civeng 80
4. Faisol 78
5. Sitta Farida 91
6. Pius 82
7. David Wijayatno 78, Ketua KMTS

 

Cawang Walk untuk beasiswa UGM

Cawang Walk untuk beasiswa UGM

Salam Sehat buat semuanya 🙂
Mau jadi donatur untuk KLUB, tunggu rekening yang akan diumumkan kemudian, kalau mau nitip padaku bisa ke Nomor Rekeningku di Mandiri no 141 000 4092 557.

update 29 Nop 2018 : dana “titipan” masuk ke rekening pribadi 10.400.000

3 komentar

  • Ping-balik: KLUB (Kagama Lari Untuk Berbagi) | Blogger Goweser Jogja

  • Good Job… 🚸
    Gowese njur piye ….???? 🚳

    Suka

    • Gowes Dies tetap berangkat 15-16 Desember 🙂
      Kecuali kalau Dirut WTR mundur, aku melu NITI LAKU ! 🙂
      Nitilaku 16 Desember 2018

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.