Memikirkan kebaikan

njemput Gowes UGM

Nasihat semua orang agar terhindar dari virus covid-19 adalah meningkatkan imunitas tubuh, ada berbagai caranya, antara lain dengan selalu memikirkan kebaikan dalam keseharian. Menurutku inilah cara terbaik yang bisa kulakukan dan paling murah biayanya, hampir tanpa biaya, hanya bermodalkan senyum dan pikiran jernih saja. Suasana lingkungan tentu akan sangat membantu kalau tercipta dalam komdisi bersih dan ramah lingkungan. Akupun mulai menambah kegiatanku dengan memasukkan item memikirkan kebaikan yang mungkin terjadi dalam hidupku, seperti berkhayal memang, tapi beda modal dasarnya.

Akupun kemudian mencoba mengingat hal-hal baik yang pernah terjadi dalam hdupku, sudah ada ratusan bahkan jutaan hal baik yang menimpaku, kualami sejak tahun kelahiranku 1959 sampai sekarang tahun 2020, atau 61 tahun. Begitu aku lahir di RS PKU KHA Dahlan Jogjakarta, aku diboyong orang tuaku ke Kemetiran Kidul 33 sampai tahun 1978. Masa kecilku memang sangat berwarna, kebetulan di kampungku ada masjid kecil tempat bapakkui dan tetangga sering bergotong royong di tempat itu, sehingga semangat sosial ala kampung Kemetiran sudah kunikmati sejak kecil.

Waktu sekolah SD, aku bersama banyak teman dan saudara juga, berjalan menuju sekolah, aku senang sekali bisa dan berani menyeberang jalan, termasuk menyeberangkan temanku. Waktu itu terasa bangga sekali, ketika sudah besar dan melihat jalan yang pernah kuseberangi, aku sebenarnya tersenyum lagi, kayaknya tidak “heboh” amat menyeberang di jalan itu, padahal dulu rasanya jalan itu besar banget dan banyak yang lewat,

Keluarga bahagia (*)

Keluarga bahagia (*)

Saat SMP, aku berkenalan dengan mas Wahyudi yang kujadikan materi dasar tulisanku tentang Gelora Nafsu Wahyudi, saat itu aku sudah punya sepeda “midi”, karena disebut “mini” bukan, disebut besar juga bukan, aku menyebutnya midi saja. Sepeda itu kubeli sendiri dari tabunganku (waktu itu), baru kusadari kemudian kalau aku tidak mungkin bisa beli sepeda dari hasil menanbung, pasti ada campur tangan mbah PACIT yang nambahin duitnya. Mbah Pacit adalah ibu dari ibuku yang berasal dari Pacitan, karena jaman itu kita hampir tidak tahu semua nama saudara kita, maka semua disebut dengan nama panggilan. Ada mbah Pacit, mbah Suroboyo dan sebagainya, pendeknya apa yang disebut orang lain kita juga mnenyebutnya dengan sebutan yang sama.

indahnya dihipnotis rommy

indahnya dihipnotis rommy

Lucunya aku ini karena tinggal bersebelahan dengan saudara bapakku yang tertua, maka semua yang datang pasti kupanggil dengan nama panggilan yang sama dengan panggilan saudaraku. Semua pak de, bu de yang datang menjadi pak lik dan bu lik bagiku dan semuanya hepi hepi saja. Begitu sayangnya saudara-saudaraku dengan kita, sampai pernah aku diajak ke Cilacap dan tidak ingin pulang lagi, karena menikmati kota Cilacap yang teduh dan nyaman (waktu itu). Aku baru pulang dari Cilacap ketika diajak main oleh saudaraku ke kota lain dan ternyata kota itu adalah Jogjakarta, kotaku sendiri.

Masa SMA adalah masa remaja yang paling krusial bagiku, karena ternyata aku tidak punya teman sebanyak temanku dan baru kusadari ketika aku sudah lulus SMA. Aku hanya main dengan satu teman akrab di SMA, teman dari luar kota yang satu aliran denganku, sedang dengan teman lain meskipun juga akrab, dan sering bersenda gurau, tapi tidak seakrab teman yang satu ini. Bagitu lulus SMA, semua teman SMA-ku hilang bak ditelan bumi dan baru ketemu lagi saat SMA-ku berubah jadi SMA terkenal dan mengadakan LUSTRUM, WOW banget deh suasananya.

lilo budhal karimunjawa

lilo budhal karimunjawa

Menginjak mahasiswa, aku mulai jadi petualang ke berbagai daerah nusantara dan disambung lagi ketika aku mulai bekerja, aku mulai makin sering menjelajah nusantara, dari ujung ke ujung, menyambangi seluruh pulau di Indonesia. Naik berbagai macam moda transportasi, termasuk jalan darat dari ujung pulau Sumatera ke pulau Jawa, berduaan dengan teman bengkelku. Pengalaman keliling nusantara ini mungkin yang memberi ilham pada anakku kemudian untuk juga keliling nusantara.

njemput Gowes UGM

njemput Gowes UGM

Indahnya memikirkan kebaikan dalam hidup ini, Tuhan memang Maha Indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.