Memahami pasangan

18 again

“Pak Dhe mau naik haji lagi ? Bukannya musim haji tahun ini mungkin akan geser lagi ke tahun berikutnya ?”, sambutan Udin pada pak Dhe yang baru saja masuk mushola kantor.

Pak Dhe tersenyum sejenak sambil melepas sepatunya, berjalan menuju tempat wudhu, sambil berucap,”.. tahu dari mana Din ?”

Sambil menemani berjalan menuju tempat wudhu, Udin melanjutkan pertanyaannya,”… semua orang sudah tahu Dhe, juga berita tentang belum kondusifnya tanah suci di beberapa pekan terakhir ini. Di grup WA kampung juga sudah dibahas meski belum terlihat ujung bahasannya ….”

selalu bersyukur

Usai sholat, pak Dhe larut dalam diskusi vaksinasi pandemi dan beberapa dampak yang diperkirakan akan timbul, meski semua pembicaraan tetap tak berujung tetapi rasanya diskusi selepas istirahat memang selalu mengasyikan untuk saling memahami situasi dan kondisi perusahaan. Memahami rekan sekerja maupun memahami teman sekampung memang suatu hal yang dianggap penting oleh pak Dhe, itu sebabnya di kampung biasanya rumah pak Dhe dijadikan sebagai tempat ngumpul-ngumpul, meski sering tanpa dihadiri pak Dhe.

Di dalam rumah, pak Dhe sendiri lebih merasa perlu untuk memahami bu Dhe, karena sampai sejauh ini yang belum berhasil dipahami oleh pak Dhe adalah istrinya sendiri. Ketika orang lain dapat dengan mudah dipahami oleh pak Dhe, justru pada pasangan sendiri terasa sangat sulit buat pak Dhe. Keterbukaan pada pasangan adalah langkah awal untuk memahami pasangan dan itu tidak hanya ditulis atau diucapkan, tapi dengan tindakan yang nyata. Betapa seringnya pak Dhe menyampaikan hal ini pada teman sekerja maupun teman sekampung, tetapi ketika berhadapan dengan pasangan sendiri terasa sangat sulit dilakukan.

Orang bilang pak Dhe adalah type Kiyai Jarkoni, iso ujar ora iso nglakoni (bisa berkata tapi tidak bisa menjalankan), itulah yang sebenarnya diakui sendiri dalam hati oleh pak Dhe. Berbagai usaha sudah dilakukan, tapi pak Dhe merasa masih belum tercapai apa yang mesti dia gapai,”… memahami pasangan adalah suatu hal dasar untuk keberlangsungan pasutri, akan tetapi itu jugalah yang paling sulit dilakukan oleh pasutri ….”

17 again

Dalam sebuah film Korea 18 again (Netflix) yang diadaptasi dari film barat 17 again pen ulis naskah sangat piawai memunculkan perlunya memahami pasangan untuk mencapai hidup yang sempurna, berawal dari keluarga yang sempurna akan muncul pribadi yang (mendekati) sempurna dan film korea 18 again terasa lebih membumi karena situasinya yang bernuansa asia.

18 again

“Pak Dhe sekarang juga suka film Korea ?”, sambil lalu Udin bertanya pada pak Dhe.

Sambil terkekeh pak Dhe tidak bisa menjawab pertanyaan Udin yang menohok, karena memang selama ini pak Dhe termasuk yang tidak tertarik film Korea dan lebih suka film Indonesia, walupun beberapa film Indonesia sering ketahuan kurang bermutu. Film barat juga sangat disukai Pak Dhe, meskipun kadang isinya hanya “dar-der-dor” dan kurang bernilai mutunya. Kalau sekarang pak Dhe ternyata suka juga film Korea yang mengharu biru, tentu patut dijadikan bahan diskusi menarik.

“Din, jangan kita lihat Korea, atau dari manapun film itu berasal, tapi lihatklah saja, apa ada makna dari sebuah film yang bisa kita ambil hikmahnya untuk hidup dan kehidupan kita”.

“Marilah kita jadi polisi untuk diri kita sendiri, mengawasi dan menilai tingkah laku kita serta lingkungan kita, kita pilah dan pilih mana saja yang dapat dipakai untuk hidup menjadi lebih bermanfaat dan teruatama bagaimana kita dapat lebih memahami pasangan dengan lebh baik”.

WASKAT dari diri sendiri

Udin mengangguk setuju dan berjalan menuju ruang kerjanya sendiri dengan senyum di bibir tipisnya.

sumber gambar : pixabay (gambar gratis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.