Pasca operasi

dop-kacamata-tidur

Ketika aku divonis harus operasi katarak oleh dokter di RS Jakarta dan melihat besar dana yang harus dikeluarkan untuk operasi katarak, aku langsung terpikir untuk memakai fasilitas BPJS yang gratis (katanya), apalagi teman komunitasku kebetukan baru saja sukses melakukan operasi katarak via BPJS. Berdasar hasil pencarianku di internet juga banyak tulisan tentang operasi katarak memakai fasilitas BPJS dan semuanya lancar serta cepat, tapi selama proses pencarianku itu belum pernah kubaca artikel tentang kondisi pasca operasi katarak yang ternyata ribet (banget).

Datang ke klinik SMEC di Jakarta timur, aku antri daftar untuk operasi katarak dengan membawa surat dari klinik Kimia Farma, seperti yang sudah beberapa kali kubaca proses operasi sangat lancar sampai menjelang operasi dan mulai mengenakan pakaian operasinya. Perawat maupun dokter yang melakukan operasi, terus ngobrol hal-hal ringan untuk membuat suasana operasi jadi cair dan tidak menegangkan. Tidak terasa hanya sebentar di ruang operasi, kemudian harus keluar dari ruang operasi dengan dituntun oleh seorang perawat, karena memang rasanya seperti melayang menuju ruang ganti pakaian operasi, tapi sesaat setelah duduk dan berganti baju, semuanya sudah menjadi biasa saja.

Yang sangat terasa adalah pandangan mata yang tadinya “blur” (bruwet/kabur), menjadi terang benderang, akupun tanpa terasa langsung berucap syukur pada Sang Maha Pencipta atas karuniaNYA yang tak terhitung, sejak dahulu sampai sekarang. Acara selanjutnya adalah acara penjelasan pasca operasi bagi kita semua pasien katarak di ruang tunggu operasi. Kakak perawat menjelaskan dengan panjang lebar dan rinci mengenai aturan yang harus dilakukan oleh semua peserta operasi katarak.

katarak

Untuk masalah kontrol dengan dokter, memang masing-masing pasien punya dokter masing-masing, tetapi untuk cara perawatan pasca operasi bagi semua pasien akan sama, kecuali setelah besok bertemu dengan dokter masing-masing, mungkin ada arahan berbeda dari masing-masing dokter. Kemudian akan ada lagi kontrol setelah seminggu operasi, dengan dokter masing-masing, kemudian sebulan setelah itu akan ada lagi kontrol dengan dokter masng-masing dan mungkin selesai setelah itu (?).

klinik SMEC

Perlakuan yang sama pada hari pertama adalah melakukan penetesan tiga jenis obat tetes dengan periode waktu yang berbeda, ada yang per jam ditetes, ada yang ditetes 4x sehari dan ada yang 6x sehari, sehingga aku langsung membuat jadwal (pribadi) seperti ini :

  1. Jam 5 tiga jenis obat tetes ditetes sekaligus, selanga 2-3 menit
  2. Jam 6 obat tetes siloksan
  3. Jam 7 obat tetes siloksan
  4. Jam 8 siloksan plus optiflox
  5. Jam 9 siloksan
  6. Jam 10 siloksan
  7. Jam 11 tiga jenis obat tetes
  8. Jam 12 siloksan
  9. Jam 13 siloksan
  10. Jam 14 siloksan dan optiflox
  11. Jam 15 siloksan
  12. Jam 16 siloksan
  13. Jam 17 tiga-tiganya
  14. Jam 18 siloksan
  15. Jam 19 siloksan
  16. Jam 20 tiga-tiganya ditetes selang 2-3 menit, lanjut tidur (saja)

Disamping aturan periode obat tetes, yang sangat ditekankan oleh sang perawat adalah aturan memakai kacamata dan dop (pelindung mata). Selama tidak tidur semua pasien harus memakai kaca mata khusus dari klinik SMEC dan selama tidur harus memakai dop, aturan ini untuk menjaga mata dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya tangan secara tidak sengaja menyentuh mata kita. Efek setelah operasi dan ditetes mata adalah mata jadi gatal dan (otomatis) tanpa terasa tangan jadi ingin menyentuh mata, inilah guna dop waktu tidur.

kaca mata klinik SMEC

Kaca mata dari klinik SMEC akan mencegah itu dan pada waktu tidur, dop akan lebih melindungi mata dari tangan ataupun benda menyentuh area mata, semua pasien dilarang menggunakan kaca mata sendiri dan akibatnya aku bisa melihat tapi tidak bisa membaca apa saja yang tertulis di ponsel ataupun di PC. Semua perlu asisten untuk membantu membacakan isi pesan yang masuk ke ponselku.

Untung (alhamdulillah) ada istri dan anak yang rajin membacakan semua yang ingin kubaca, meski kadang aku nggak tega, karena sebentar-sebentar mengganggu mereka hanya untuk membacakan satu atau dua kalimat. Mungkin inilah berkah dari sakit yang kuderita, semua teman apalagi keluargaku jadi sangat perhatian pada diriku ini,

DOP penjaga tidurku 🙂

Satu hal (pribadi) yang menggangguku adalah tidak boleh mandi dengan menyiram tubuh dari kepala, hanya dibolehkan dari leher ke bawah, artinya untuk sholat juga aku harus tayamum dalam berwudhu. Untunglah pada minggu pertama setelah kontrol, aku sudah diperbolehkan wudhu dengan hati-hati waktu mengelap wajah (terutana mata). Alhamdulillah

2 komentar

  • Judul tulisan ini adalah “sing sabar” ya mas 🙂

    Terima kasih sudah share pengalamannya mas. Saya malah paling sensitif pada mata. Melihat orang pakai contact lens aza bikin saya ngilu dan merinding.

    Semoga lekas sehat kembali, bisa aktivitas sebagaimana biasa mas. Saya jadi ingat kisah di buku Norman Vincent Peale/Dale Carnegie (saya agak lupam sepertinya di buku NVP soal “Berpikir positif”), tentang seorang yang sangat bersyukur bisa melihat kilauan pelangi cahaya matahari yang memantul di piring yang ia cuci, karena ia baru saja operasi mata dan sebelumnya tidak bisa melihat keindahan yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

    Suka

    • Salam sehat mas Vavai

      Makasih kembali mampir di blog ini mas, terima kasih untuk selalu berbagi pada kita sesama blogger bekasi.

      Waktu pertama kali mempergunakan mata kanan pasca operasi, rasanya luar biasa sekali, yang tadinya “blur” bruwet, tiba-tiba berubah “cling” jadi terang benderang, sempat khawatir juga kalau mata yang sebelah jadi minta dioperasi juga.

      Sebelum ketemu dokter di tanggal 18 Maret 2021 ini, semua masih bisa berubah, jadi sekarang dalam rangka berpikir positip untuk hasil yang memuaskan versi dokter dan bisa segera ganti kaca mata dengban yang lebih cocok plus minusnya.

      Tanggal itu juga akan ketemu dengan “ibu negara”, jadi akan kumplit keceriaan pada hari itu.

      Alhamdulillah ….

      Salam sehat selalu mas …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.