Jam Tidur


Selama ini semua hal tentang pola hidup sehat sudah kucoba jalani, semua demi membuat tubuh ini makin kuat antibodinya dan sanggup melawan virus covid19 yang terus berkeliaran di dunia ini, termasuk di lingkunganku. Satu hal yang sampai sekarang belum dapat kulakukan dengan baik sesuai pola hidup sehat yang banyak beredar di komunitasku adalah pola hidup yang menyangkut jam tidur seseorang.

Kalau melihat jam tidur sesuai aturan baku yang kutahu adalah sebagai berikut :

  1. Bayi usia 0–3 bulan: 14–17 jam per hari.
  2. Bayi usia 4–11 bulan: 12–15 jam per hari.
  3. Bayi usia 1–2 tahun: 11–14 jam per hari.
  4. Anak prasekolah usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari.
  5. Anak usia sekolah usia 6–13 tahun: 9–11 jam per hari.
  6. Remaja usia 14–17 tahun: 8–10 jam per hari.
  7. Dewasa muda usia 18–25 tahun: 7–9 jam per hari.
  8. Dewasa usia 26–64 tahun: 7–9 jam per hari.
  9. Lansia usia dia atas 65 tahun: 7–8 jam per hari.

Dari aturan itu terlihat jelas kalau aku masuk ke kelompok Dewasa, artinya jam tidurku berkisar antara 7-9 jam perhari, ini jelas masalah bagiku yang tidak bisa tidur sampai terbit matahari, paling terlambat aku bangun pasti sebelum subuh artinya sebelum jam 4:00 aku sudah bangun. Bila ada sepakbola, maka jam tidur akan makin kacau balau. Ambil jam normal saja, maka waktu tidurku adalah jam 22:00 atau 23:00, maka akan ketemu jam tidur antara 5-6 jam, masih kurang dari jam tidur sesuai aturan.

Banyaknya acara di malam hari juga sering mengganggu pola tidurku, misalnya ikut acara ZOOM atau webinar yang baru mulai jam 20:00, maka untuk dapat tidur sesuai jam tidur yang benar, akan cukup sulit. Dapat tidur jam 23:00 adalah suatu kemewahan bagi yang sibuk ZOOM atau webinar, kadang baru tengah malam bahkan sering lewat tengah malam baru bisa menikmati tidur dengan baik.

Beberapa hal harus dilakukan untuk dapat ikut jam tidur yang baik dan benar, antara lain adalah sebagai berikut (subyektif) :

  1. Tidak ikut acara apapun setelah jam 20:00 dan mempersiapkan diri untuk tidur sesuai jam tidur yang banar (jam 21:00)
  2. Matikan segala macam alat/peralatan yang dapat membuat tidak bisa mempersiapkan tidur dengan baik (TV, hape dan segala gadget yang ada di sekitar kita)
  3. Matikan lampu kamar tidur mulai jam 20:00

Mungkin bagi beberapa teman punya cara yang lain tentu boleh-boleh saja, yang penting dapat membuat tidur kita makin nyaman, nyenyak dan bermanfaat bagi tubuh kita. Tidak salah kalau dikatakan tidur itu ibadah, ingat bahwa tidur itu juga akan banyak memberi manfaat bagi kita (kalau tidak kelamaan tidurnya), antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  2. Mengendalikan nafsu makan
  3. Meningkatkan kesehatan jantung
  4. Meningkatkan suasana hati
  5. Meningkatkan daya ingat
  6. Memperpanjang usia
saat situasi normal

Sementara itu selama ini tidurku maksimal hanya bisa mencapai 6 jam atau rata-rata 5 jam 25 menit, tentu suatu hal yang sangat mebuatku risau tentang memenuhi jam tidur sesuai anjuran kesehatan yang umum berlaku. Sampai akhirnya aku diberi pencerahan oleh temanku yang selalu kelihatan segar setiap hari padahal setahuku dia rajin bangun dini hari dan tidur cukup malam.

Menurut “dia”, jam tidur itu lebih penting pada masalah kualitas bukan kuantitas,”jadi bila tidur kita sebentar tetapi benar-benar tidur yang berkualitas (deep sleep/dark blue), maka nilainya lebih tinggi daripada tidur ringan atau tidur di zona oranye (REM)”

Deep sleep (biru tua)

Ini memang hanya obrolan saat Gocapan (gowes cari sarapan) di Bubur Cut Meutia Menteng, tapi bagiku sudah cukup untuk menjawab kegalauanku saat membahas jam tidur yang selalu tidak bisa cocok dengan kenyataan yang harus kujalani selama ini.

Tetap Puasa dalam Gowes Loop Monas

Istirahat yang cucuk adalah hal yang sederhana tapi sebenarnya sangat penting dan jam tidur memang menjadi pokok kegalauanku capai saat ini. Semoga mulai sekarang aku bisa meyakinkan diriku untuk meningkatkan mutu tidurku dan tidak melulu terpancang pada kuantiats tidur saja.

Air Mancur Menteng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.