Angkringan Wekji


Dua Warung angkringan, mewakili Bantul dan Sleman, menjadi fokus kita menjelang bulan September ceria ini, keduanya menawarkan brongkos dan mangut Lele yang bikin mangut-mangut kepalaku, lebih penting lagi dengan suasana pedesaan serta harga yang masuk akal, keduanya membuatku ingin datang lagi, untuk memastikan nikmat dan auranya masih konsiten. Pertama aku menuju ke Sleman untuk mencoba Angkringan Wekji dan kedua aku menuju ke Bantul untuk mendatangi Warung Omah Sawah, keduanya rekomended benget.

Apa kelebihan dua warung angkringan itu, tentu tidak hanya karena seleraku yang ndeso dan demen masakan ndeso, tapi model angkringan yang kekinian ini tetap menampilkan suasana ndesonya. Keduanya sudah dilengkapi dengan akses internet gratis, free wifi, plus banyak colokan untuk mengisi ulang sumber daya hape, tentu menjadi pilihan kaum milenial yang suka sosmed dan tampil dengan gaya kekinian.

Sebagai ABG tua, aku juga masih suka sosmed untuk gaul dengan anak-anakku, meski sering dikomplain karena kadang aku terlalu sering melakukan “sharing” berita sosmed, meskipun yang di”share” sudah disaring, tetap saja muncdul komplain dari anak-anakku. Semua itu harus dipahami sebagai bukti bahwa mereka masih memberikan perhatian pada kegiatan orang tuanya.

Yang paling menarik ketika aku mulai memasuki wilayah Cangkringan, tempat beroperasinya Angkringan Wekji, adalah aroma Merapi yang sejuk dan segar, lalu lalang wisatawan Kaliutang yang sudah terlihat makin ramai dan macet, semua membuatku makin bersemangat untuk segera sampai lokasi angkringan Wekji.

Sop Angkringan Wekji

Awalnya aku sudah membuat rencana umtuk santai di kolam Angkringan Wekji yang kabarnya ada ikan kecil-kecilnya untuk membuat penikmat kolam merasakan sensasi digigit ikan, tetapi ternyata semua jadi terluoakan karena kita terlena oleh suguhan yang tidak putus dari berbagai macam kuliner yang kita pesan. Dimulai dari ubi goreng yang sempat terjatuh dan ditutup dengan wedang gedang yang “beda” dari menu minuman yang pernah kunikmati, kita jadi lupa acara untuk duduk di pinggir kolam ikan.

Ubi goreng ala Angkringan Wekji

Menjelang pulang aku sempat dapat kabar kalau mulai minggu depan sudah ada menu tambahan yang (katanya) sudah banyak dinantikan, menu soto Angkringan Wekji. Saat aku datang menu unggulan pas hari libur adalah tengkleng yang empuk dan lezat, sayang aku belum bisa menikmatinya karena perutku sudah kemasukan bermacam-macam suguhan yang melenakan.

Wedang Gedang

Baik Angkringan Wekji maupun WOS (Warung Omah Sawah) unggulannya sama-sama menu lokal, model prasmanan dan harga merakyat khas angkringan Jogja, secara umum variasi menu hampir sama. Sama-sama ada menu Mangut lele, brongkos, jangan ndeso, tahu/tempe bacem serta menu angkringan jogja yang umum ada. Keistimewaan Angkringhan Wekji antara lain adalah menu ubi gorengnya dan wedang Gedang yang tidak ada di WOS, sedang yang beda di WOS adalah ayam goreng yang tidak kulihat ada di Angkringan Wekji.

Waoeng Omah Sawah (WOS)

Yang istimewa bagiku kalau di WOS adalah adanya tumis pare, mirip dengan yag dibuat ibu negara di dapur rumah, tidak pahit dan ngangeni. Makan jadi tidak terkontrol lagi, tahu-tahu perut sudah tidak muat lagi untuk menyantap menu yang lain, konsekwensi makan di rumah makan yang enak memang begitu, waktu terasa begitu cepat berlalu dan perut hanya satu, tidak akan sanggup untuk menghabiskan semua menu yang dilihat saja sudah bikin menets air liur.

Kalau ke jogja lagi sudah makin jelas tujuan kulinernya, Bantul dan Sleman ! Ada Angkringan Wekji (Sleman) dan ada Waroeng Omah Sawah (Bantul), tinggal pilih salah satu dan hasilnya akan pasti memuaskan . Kalau sudah terlalu sering ke Sleman dan Bantul, maka selanjutnya bisa diatur untuk juga berkunjung ke Kulon Progo (KP) dan Gunung Kiduk (GK).

Alhamdulillah September memang selalu ceria, seperti juga bulan-bulan yang lain, Desember yang kelabu juga tetap membuat ceria di hati, karena Jogja Istimewa !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.