Energi Positip


Ketika timnya menjadi juara ke dua dalam suatu turnamen, seorang pelatih bisa bilang bahwa ada penurunan dari target juara seperti yang diharapkan, bisa juga disampaikan bahwa kegagalam adalah sukses yang tertunda dan dilanjut dengan kalimat penyemangat agar di event berikutnya timnya bisa menjadi juara. Semuanya tergantung apakah pelatihnya menginginkan bahwa yang muncul dari suatu kalimat itu akan menimbulkan energi positip atau energi negatip. Pelatih yang frustasi mungkin akan mengeluarkan sumpah serapah dan segera mencari sang kambing hitam yang (lebih) gampang ditemukan.

Bisa juga sang pelatih melakukan mawas diri (intropeksi diri) dan mulai melihat lingkungan yang ada, kemudian membuat suatu kalimat yang bisa menimbukakn energi positip bagi timnya. Ketenangan, kesabaran sang pelatih dalam mensikapi kekalahan atau kemenangan menjadi kunci energi apa yang dikeluarkan dari kalimatnya. Semua pelatih ingin energi positip yang keluar, tapi mengeluarkan energi positip tidak segampng membalik tangan, perlu perenungan yag dalam sebelum bisa memunculkan kalimat yang mempunyai energi positip.

Ilmu untuk menyusun kalimat yang berenergi positip banyak caranya, tetapi sebaiknya dicari cara yang paling kreatif, sehingga yang mendengar tidak segera memalingkan muka dan makin lama makin membuat komunikasi yang tidak berjarak. Kadangkala perlu sebuah ice breaking khusus untuk membuat komunikasi menjadi tidak berjarak lagi, komunikasi menjadi cair dan tidak hanya searah saja.

Komunikasi yang baik akan banyak mendukung munculnya energi positif demikian pula sebaliknya, energi negatif bisa muncul meskipun yang disampaikan adalah kalimat yang penuh energi positip, cara penyampaian dari yang menyampaikan ternyata tidak sampai ke yang akan disampaikan dengan nyaman, akibatnya muncul miskomunikasi dan energi negatiflah yang tercipta.

Lalu bagaimana agar energi positip bisa keluar dari kalimat kita ?

Dari berbagai pengalamanku, yang perlu diperhatikan adalah dari sisi pemberi energi atau penyampai kalimat yang akan disampaikan, misalanya :

  1. Penyampai harus yakin benar dengan apa yang akan disampaikan, disampaikan semua informasi secara lengkap dan ringkas.
  2. Penyampai sebaiknya menyampaikan dengan penuh percaya diri, jelas dan dengan senyum di kalimatnya.
  3. Yang akan disampaikan memang sudah teruji kebenarannya.
Gowes Carita
Sampaikan dengan yakin (dok : Gowes Carita)

Pilih suasana/waktu yang tepat untuk menyampaikan, sehinggga semua yang berkomunikasi berada dalam situasi dan kondisi yang memungkinkan untuk memberi atau menerima informasi. Sebaiknya jangan terlalu lama dan jangan terlalu sebentar, setelah semua informasi sudah lengkap disampaikan, maka tidak perlu diperpanjang lagi waktunya atau justru energi negatip yang muncul dari energi positip yang diharapkan.

Syukuri apa yang muncul dihadapan kita dan itu akan menjadi energi positip bagi kita, sebaliknya bila kita malah lebih banyak menggerutu, maka bukan energi postip yang muncul, justru kita akan makin terperosok dalam pusaran energi negatif yang berlipat-lipat. Dengan ilmu ikhlas, maka energi negatif bila sempat muncul akan sedikit demi sedikit beganti menjadi energi positip.

Senang Melaihat Orang Senang

Malam ini energi positip memenuhi malam-malamku, padahal sebenarnya sikon tidak mendukungku, perut yang bermasalah dan kewajiban yang harus segera kutunaikan dan belum kulakukan lebih banyak mengisi pikiranku. Begitu kewajiban tertunaikan dengan baik, aku mulai berpikir dengan ilmu ikhlas dan menikmati semua yang ada di hadapanku, lupakan perut dan sebagainya yang mencoba merampas malam indah ini, alahamdulillah pagi hari esoknya, aku bangun dengan suasana hati yang lebih nyaman.

ikhlas ceria 🙂

Ternyata semua tergantung bagaimana kita saja, mau energi positip atau negatip 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.