Gowes K3


Awal tahun 2022 ini ditandai dengan adanya gowes K3 menyambut bulan K3 tahun ini, meskipun awalnya rute lumayan jauh (Prambanan-Borobudur) dan akhirnya diperpendek menjadi separuhnya, hanya 50K, tetapi pelaksanaan acara Gobar (gowes bersama) offline ini cukup mengundang para pecinta gowes untuk kembali turun melintasi bebagai jalan desa di Jogjakarta. Bagaimanapun juga pelaksanaan acara fun bike ini sangat ketat pelaksanaan prokes di lapangan, baik sebelum acara, ketika acara dilaksanakan maupun setelah acara dimulai.

Aku yang datang pas acara dimulai, hanya bisa melihat para peserta gowes sudah berbaris rapi di depan garis start dan satu demi satu mulai melewati di depanku, setelah itu aku baru bisa masuk dalam barisan peserta di belakang garis start. Itupun tidak bisa langsung bergabung dalam barisan, aku mesti test tensiku dulu untuk dinyatakan sehat dan boleh ikut bersepeda dalam rombongan.

Teman gowesku yang sudah menunggukiu dan sudah periksa tensinya, mendapat sematan bendera kuning di lengannya dan aku sendiri setelah ditensi mendapat bendera ungu (sama dengan warna jersey yang kupakai), ternyata warna kuning itu pertanda hasil pengukuran tensi tinggi dan warna ungu pertanda tensi normal. Aku merasa surprise juga, karena selama ini biasanya tensiku termasuk tinggi, bahkan tensi sebelum vaksinasi begitu tingginya sampai dokter yang akan meberi vaksin perlu menggelandangku ke dokter kepala sebelum aku diberi vaksin.

Alhamdulillah, akhirnya akupun bisa start dari Ambarukmo Hotel ketika semua peserta sudah berangkat menuju CP1 (check point 1) di Ngaglik, untung rute peserta biarpun tidak jelas tulisannya tapi ada gambar candi (Sambisari), sehingga aku tinggal mencari jalan menuju Candi Sambisari dan begitulah akhirnya aku bisa menyusul rombongan ketika sampai di Candi Sambisari. Lama tidak ikut acara Gowes offline, aku baru ingat bahwa biasanya acara FunBike seperti ini, pasti banyak peserta yang ikut bersama dengan mobil pengiringnya, sehingga jalan yang sempit terasa makin sempit karena banyaknya mobil pengiring. Ini jelas bertentangan dengan Pasal 7 : Setiap pengendara harus mandiri. Dilarang ada mobil yang mengikuti atau dukungan lain dalam bentuk apapun sepanjang rute brevet. Dukungan pribadi hanya diizinkan di tempat kontrol (“checkpoint”).

Check Point 1 (CP1)

Sampai di CP1, alhamdulillah, semua masih lengkap dalam arti kata marshal di depan belum mulai melanjutkan gowes K3 ini menuju titik CP2. Kudengar pengumuman untuk start menuju CP2 baru disampaikan ketika aku sudah selesai minum, makan pisang dan sebagainya, sehingga aku cukup dapat waktu yang lumayan lama ngobrol dengan teman-teman, baik teman lama dari jogja maupun teman gowes yang berangkat dari luar kota Jogja.

3 peserta yang terlambat start

Seorang teman yang wajib ikut (karena jabatan barunya), kutahu jarang bersepeda jarak jauh dan kulihat masih segar bugar setelah menempuh jalan menanjak, hal itu tentu saja membuatku kagum dan memberi acungan jempol padanya. Setelah ngobrol beberapa saat, baru aku tahu dia memang sengaja memakai eBike, sehingga dapat sampai pos CP1 dengan amat sangat lancar. Kami semua hanya bisa tertawa renyah ketika masalah eBike ini menjadi bahasan kita, namanya funbike memang harus ada cerita yang membuat suasana menjadi makin fun.

Lokasi baru PKL Malioboro

Sesampainya di jalan Palagan, mestinya aku harus menuju ke titik finish Candi Prambanan dan berbelok ke kiri melewati jalan kaliurang, akan tetapi kulihat rombogan sudah tertib, teratur dan aku merasa sudah menempuh jarak yang cukup untuk kebugaranku plus cucaca mulai panas dan jalan mulai makin ramai, sehingga aku memutuskan untuk langsung pulang saja demi ketemu anak istri di rumah.

Jadi acara Gowes K3 ini kucukupkan sampai disini saja dan aku mencari jalan pulang ke rumah, aku langsung berfoto saja di seputaran rute menuju ke rumahku, berhenti di berbagai spot kota Jogja yang ikonik dan sudah lama tidak kulihat. Mampir ke bekas gedung Bioskop Indra yang sekarang jadi tempat relokasi PKL Malioboro, kulihat jadi rapi dan asri tempatnya. Akhirnya Malioboro jaman masih belum ada PKL akan kembali lagi dan menjadi poros mulai dari Gunung Merapi, Tugu, Kraton Jogja dan Pantai Selatan Parang Tritis.

bertemu dengan mas Rofi (kawanLama)

Start gowes K3 pagi ini memang membuat jogja makin penuh kenangan rindu, penuh kenangan dengan semua mantan kuliner yang sudah mulai langka di jaman modern ini. Terima kasih panitia yang sudah membuat rute yang menarik, penuh rindu dan penuh fun, sesuai denhgan judul acaranya FUN BIKE. Sampai jumpa tahun depan dengan acara yang senada, mungkin berganti dengan jalan sehat atau lari (siapa tahu ?)

FUN BIKE BUMN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.