Tiara Yang Baik Hati


“Bisa bicara dengan bapak Eko Sutrisno?”, begitu suara empuk seorang cewek di seberang sana

“Darimana mbak?”, aku mikir juga nih, kok malem-malem dapat telepon bernomor Medan yang tidak kukenal

“Kami dari Hotel Tiara Medan pak”

“Ooo…ada apa mbak?”, aku langsung meraba sakuku, ada kartu magnetic untuk masuk kamar yang terbawa sampai Jakarta. Aku jadi inget kejadian di Padang tahun lalu, gara-gara bawa kartu magnetic untuk masuk ke kamar aku dianggap masih tidur di hotel itu sampai berhari-hari [wah…kacau deh waktu itu kejadiannya]

“Ini pak, kami menemukan barang bapak XXX dan YYY yang masih tertinggal di kamar. Kalau Bapak masih berada di Medan silahkan datang untuk mengambilnya”

Astaghfirullah, rupanya barang yang kucari masih ada di Medan.

Sungguh berbeda dengan hotel ternama di Jakarta dan Yogya yang sampai berkali-kali kuhubungi tentang barangku yang ketinggalan tetapi tetap menganggap tak ada barang yang ketinggalan.

Barangku XXX dan YYY memang tidak semahal barang yang ketinggalan di Jakarta dan Yogya, tapi insya Allah aku sudah tidak mau nginap di hotel yang tidak sanggup mengajari pelayannya untuk tidak melaporkan barang yang ketinggalan di kamar.

Salut buat Hotel Tiara

+++

Selamat datang di Tiara

Selamat datang di Tiara

+++

artikel tidak terkait
Kisah Malam-malamku di kota Malang
Kerja Keras Adalah Energi Kita !

4 komentar

Tinggalkan Balasan ke eshape Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.