Monthly Archives: September 2008

[kehangatan] MaNCiNG

Selama LiLo mudik duluan ke Yogya, hampir tiap hari, tiap saat [terutama waktu berbuka dan sahur], kami di Jakarta berlomba nelpon LiLo. Bu Liknya juga cerita kalau LiLo baru saja lewat depan rumahnya, kelihatannya mau mancing, kata buliknya. Ketika LiLo kutanya,”Mancing dapet apa Lo?” LiLo njawab tanpa ekspresi,”Gak dapet apa-apa. Malah ikan yang sudah didapet sama pak De Wawan dikembalikan

Baca selengkapnya

IKHLAS

Jika ada yang bertanya pada kita, apakah sudah ada keikhlasan dalam melakukan semua ibadah kita? Jawabnya akan gampang-gampang sulit. Mau bilang ikhlas, kok kayaknya narsis banget. Kalau bilang enggak ikhlas, juga kok sia-sia banget ibadah kita. Tapi begitulah memang sebenarnya yang terjadi. Agak susah menilai keikhlasan ibadah kita. Begitu hebatnya para setan dalam membisikkan kata-kata beracun dalam hati kita. Saat

Baca selengkapnya

Antri TikeT “LP”

Beberapa hari lalu kubaca blog ponakanku tentang susahnya antri tiket film laskar pelangi. Wuah, rasanya orang Yogya sudah banyak berubah dibanding saat aku masih disini [tahun 80an]. Waktu itu, siapapun artis yang datang ke yogya kayaknya tidak membuat histeria terbangkitkan. Apalagi cuma film indonesia, pasti nggak ada yang jadi histeris, kayak yang diceritakan oleh ponakanku saat artis-artis laskar pelangi datang

Baca selengkapnya

Nick Name [bukan Nick CarTeR]

Kota Gudeg ini kembali membuat nostalgiaku muncul saling bersahutan. Ketika mendengar kata “hire” [piye] atau “dab” [mas], maka akupun jadi inget kalau dulu panggilan akrabqu adalah “dab penyo” [mas eko]. Waktu masih SD, panggilanku adalah “Petruk” [padahal badanku kecil nggak jangkung kayak petruk]. Panggilan ini mungkin karena aku suka dianggap lucu oleh teman-temanku. Sampai akhirnya pernah disuruh tampil di depan

Baca selengkapnya
« Entri Lama