Half Full – Half Empty
Jumat, 080808, menjelang pulang ada pengumuman yang di”announce” lewat pengeras suara di masing-masing ruangan. Isinya undangan menghadiri ceramah “Setengah Isi Setengah Kosong” dari seorang penceramah yang aku tidak tahu namanya.
Bayanganku langsung mewujudkan sebuah ceramah yang penuh dengan motivasi, tapi bayangan lain muncul yaitu ceramah yang disusun setengah-setengah.
Memasuki ruangan pertemuan, suasana terlihat berbeda. Ada musik pop yang diputar. AKupun jadi bertanya-tanya. Ini musik dari penceramah atau model pertemuan sekarang (dengan Dirut baru) sudah berubah?
Penceramah terlihat mendekati laptopku (yang dipakai untuk presentasi) dan kayaknya dia lebih suka menggunakan laptopnya sendiri.
Begitulah, akhirnya presentasi dimulai dengan laptop milik penceramah. Dalam hati, aku mengamini teman-teman disampingku yang menganggap persiapan acara untuk ceramah ini dilakukan hanya setengah-setangah.
Sambutan dari Direktur seperti biasa, standard. Namun begitu masuk sesi presentasi resmi, maka berubahlah suasana pertemuan.
“Ice breaking” yang bagus tekah dilakukan oleh penceramah. Tidak gampang untuk membangun suasana pada jam menjelang pulang ini.
Isi ceramah sendiri luar biasa bagusnya. Semua terpana dan mendapat pencerahan, bahwa hidup ini bisa dilihat dengan kaca mata lain yang lebih nikmat rasanya.
Kita dipaksa secara tidak sadar untu melihat gelas yang terisi setengahnya sebagai gelas yang berisi setengah, bukan gelas yang kosong setengah.
Ceramah ini sejalan dengan makna buku QUantum Ikhlas atau film The Secret. ALhamdulillah, akupun dapet buku “Setengah Isi Setengah Kosong” dari sekretaris Perusahaan. Dengan senyum ikhlas kuucapkan “Terima kasih” buat bu Netty (namanya saja dapet barang gratisan)
Semoga kita semua selalu mampu melihat hidup ini dengan mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. Amin.

Ping-balik: Setengah Isi [again] | Berbagi Seputar Android Samsung, Apple Ipad, RIM Blackberry Yuk
Ping-balik: Cheap Real Madrid Jerseys
Aku punya buku yang ini, aku beli di TB lupa namanya di Makassar, buku ini saya suka sekali, cuman pas kepinjam ama teman, gak pernah balik balik ampe sekarang, pernah sih dia mau balikin tapi dalam kondisi rusak, abis sampulnya dan sebagian isinya berhamburan, jelas aku gak mau terima buku saya digituin, mesti dibagusin dulu baru di balikin, eh gak taunya, tuh orang gak ketemu-ketemu ampe sekarang…. Saya rasa yang menraik hati saya pad salah satu bab cerita di buku itu, ketika suami berangkat kerja dan si Isteri senantiasa mengantar sampe pintu dan mencium tangan sang suami, begitupun ketika kembali dar kerja sang istreri senantiasa menjemput dan menciumi tangan si suami….. Masihkah seperti itu keluarga kita sekarang???
SukaSuka
Salam.
Alhamdulillah, istriku dan juga anak-anak masih suka mencium tanganku.
Semoga demikian terus sampai kapanpun.
Amin.
Salam sehati
SukaSuka
buku ini saya dapat tahun 2006, dari teman satu office. pas baca gila… banyak pecerahan. bahkan adik yang notabene ga suka baca jadi suka baca krn baca buku ini. thank you
SukaSuka
Salam.
Senang mendengar ada yang tercerahkan dari buku ini.
Salam sehati
SukaSuka
I believe this internet site has some really excellent info for everyone : D.
SukaSuka
Ping-balik: Pondok Cinta (YoGyA) | Setengah Isi [again]
Ping-balik: Setengah Isi [again] « PoJoK YoGyA (lagi)
Ping-balik: Pondok Cinta (YoGyA) | Walk The Talk
Ping-balik: » Walk The Talk ~ Blog Archive ~ Bekasi (Asia Blogging Network)
Ping-balik: CHelSeA YoGyA » Blog Archive » Walk The Talk
Ping-balik: Walk The Talk « PoJoK YoGyA (lagi)
aku baru mulai baca cerita pertama, tentang suami istri (sepuh) yang makan bergiliran karena menunggu gigi palsunya sedang dipakai pasangannya
not bad..!:-)
SukaSuka
aku py bukunya pak parlindungan marpaung ini…suami dpt dr kantornya krn entah prestasi apa yg dia dpt dr hsl jerih payahnya menjadi kuli di sana…
buku yg bagus..full of inspiration & motivation…
aku ampe nangis bombai saat baca anak yg tangannya terpaksa ampe diamputasi gara2 digebukin bapaknya krn coret2 mobil …hiks..sediiiiiiiiihhhhh..
cerita yg laik juga oks…
Rgds,
Tatik
SukaSuka