SUMPAH PEMUDA


djoxer wrote today at 1:47 PM

Pertama :
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA

Ketiga :
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA,
MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA

Aku seperti disadarkan bahwa umurku sudah tidak muda lagi. Masa-masa mudaku suda lama lewat. Sekarang adalah masa-masa menuju tua dan nanti [atau entah kapan] aku dan kita semua akan sampai pada saat “merasakan” mati, dipanggil oleh Allah swt.

“Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati.” (QS Ali Imran [3]: 185
“Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh” (QS. 4 An nisa : 78).

Begitulah janji Allah, apakah kita masih perlu bertanya lagi akan kebenaran janji ini?

Betapa banyaknya bukti nyata lewat di depan kita, tetapi kadang kita [baca aku] masih juga sering lupa akan bukti nyata itu.

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS. 89 Al Fajr : 27-30)

Saat melihat bukti itu muncul di depan kita, rasanya kita jadi begitu takut pada Allah swt, kita jadi seperti tersadar, tapi setelah lewat bukti nyata itu, kitapun asyik lagi dengan dunia fana ini.

Betapa memang kita [sekali lagi, baca AKU] ini suka sekali terpedaya oleh kehidupan dunia.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(al-Hadiid: 20)

Semoga kedepan, kita makin yakin akan bukti kebesaran Allah swt dan makin seimbang menjalani hidup ini.
Amin.

2 komentar

  • avatar Eko Sutrisno HP

    Mas Manurung,

    masukan anda tentang pendakian itu memberi pencerahan yang bagus deh…
    kayaknya bener tuh, mencapai puncak itu perlu, tetapi proses mencapai puncak juga adalah suatu hal yang sangat perlu

    tks

    salam

    Suka

  • avatar tobadreams

    Yang membedakan tua dengan muda itu terutama semangatnya. Nah, karena mas masih tetap bersemangat muda, berarti mas ini masih tergolong muda.

    Yang penting terus mendaki mas, seperti Sisipus, sebab tujuannya bukanlah mencapai puncak, melainkan pendakian itu sendiri. Renungan mas mengenai kematian sudah menunjukkan itu.

    Semoga segera dapat beramal lagi di gawang futsal.

    Suka

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.